Garut | koransamudra.com
Sempat gunjang-ganjing pencalonan pimpinan DPD Golkar kabupaten Garut,dengan hadir nya 3 nama besar untuk pencalonan Pimpinan DPD Golkar,dalam MUSDA Golkar 2026, Momen Sabtu 19/09/2026, bertempat di gedung sekretariat DPD Partai Golkar Garut, jln Jend Ahmad Yani,Kelurahan Pakuwon,Kecamatan Garut Kota.
Dinamika pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut kian mengerucut,sebelum nya salah satu kandidat memberikan dukungan untuk Bupati Garut Syakur Amin,dan kembali salah satu kandidat di hari min satu pelaksanaan Musda Golkar Minggu 20 September 2026,Aris Munandar,secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Abdusy Syakur Amin.Sikap tersebut dinyatakan sebagai langkah mufakat demi menjaga soliditas dan kebesaran partai Golkar di Kabupaten Garut,ucapnya.
Keputusan itu sekaligus menandai berakhirnya potensi kontestasi internal yang sebelumnya sempat mengemuka, dengan dukungan tersebut praktis hanya tersisa satu nama yang maju dalam bursa pencalonan Ketua DPD Golkar Garut.
Dengan memberi dukungan kepada Abdusy Syakur Amin untuk menahkodai Kapal Pesiar Partai kuning berlambang Pohon Beringin sudah jelas situasi ini semakin menguatkan arah Musyawarah Daerah (Musda) menuju mekanisme aklamasi, konsentrasi dukungan pada satu figur dinilai sebagai hasil konsolidasi dan komunikasi politik di internal partai.
Sebelumnya,Aris Munandar sempat digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat yang berpotensi meramaikan kontestasi.Namun, pilihan untuk memberikan dukungan dinilai sebagai bentuk kesepahaman politik yang mengedepankan musyawarah.
Sejumlah kader menilai langkah tersebut sebagai upaya strategis untuk meredam potensi friksi internal sekaligus mempercepat penyatuan kekuatan partai di tingkat daerah.
Di sisi lain, Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Musda telah menutup pendaftaran bakal calon sesuai jadwal yang ditetapkan.Hingga batas waktu berakhir, tidak terdapat tambahan kandidat yang mendaftar.


Musda Golkar Garut dijadwalkan tetap berlangsung sesuai agenda, dengan tahapan verifikasi dari DPD Partai Golkar Jawa Barat sebagai bagian dari mekanisme organisasi.
Meski hanya diikuti satu calon, forum Musda tetap akan dilaksanakan secara formal untuk menetapkan Ketua DPD secara sah dan konstitusional.
Fenomena calon tunggal bukan hal baru dalam dinamika partai politik di daerah,terutama ketika dukungan telah terkonsentrasi pada satu figur yang dinilai dominan ditingkat akar rumput.
Namun demikian, pilihan mufakat yang ditempuh juga dinilai mencerminkan budaya politik Golkar yang mengedepankan musyawarah dalam pengambilan keputusan strategis.
Musda kali ini dipandang sebagai momentum penting bagi Partai Golkar Garut untuk memperkuat konsolidasi internal serta menentukan arah politik ke depan di tengah dinamika daerah yang terus berkembang.
***nas.

