Peserta Pocari Run memadati ruas jalan di Kota Bandung. Sumber: Diskominfo Kota Bandung

B a n d u n g  koransamudra.com

Pemerintah Kota Bandung menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama pelaksanaan Pocari Sweat Run 2026 pada Sabtu-Minggu, 19-20 September 2026. Rekayasa tersebut menyasar sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan ribuan peserta dan berlangsung sejak dini hari.

Pocari Sweat Run 2026 menghadirkan sekitar 15.000 peserta. Sekitar 70 persen peserta berasal dari luar Kota Bandung. Jumlah tersebut membuat pemerintah daerah perlu mengatur pergerakan kendaraan sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan selama perlombaan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pemerintah tidak akan menutup seluruh ruas jalan yang menjadi lintasan peserta. Petugas akan menerapkan sistem buka-tutup untuk menyesuaikan pergerakan pelari dengan arus kendaraan.

“Kita tidak mungkin Kota Bandung itu bisa mensterilkan sebuah jalur. Tapi kita akan lakukan skema buka-tutup,” kata Farhan di Bandung, Jumat (18/9/2026).

Rekayasa Dimulai Sejak Dini Hari

Pengaturan lalu lintas akan berlangsung dalam dua tahap sesuai jadwal kegiatan. Pada Sabtu (19/9), petugas mulai melakukan rekayasa lalu lintas sekitar pukul 05.00 WIB hingga 07.00 WIB. Sementara itu, pengaturan pada Minggu (20/9) berlangsung lebih awal. Petugas akan mulai mengatur sejumlah ruas jalan sekitar pukul 04.00 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 08.00 WIB.

Masyarakat yang hendak bepergian pada rentang waktu tersebut perlu memperhatikan kondisi ruas jalan yang menjadi lintasan. Pemerintah mengarahkan pengendara untuk mengikuti arahan petugas di lapangan karena pola pengaturan dapat menyesuaikan pergerakan peserta.

Sejumlah ruas jalan yang masuk dalam perhatian rekayasa antara lain Jalan Merdeka, Jalan Vanda, Jalan Wastukancana, Jalan Pajajaran, Jalan Cicendo, Jalan RE Martadinata, Jalan Dago, Jalan Diponegoro, Jalan Supratman, Jalan Cihampelas, Jalan Cicaheum, Jalan Kiaracondong, Jalan Gatot Subroto, Jalan Asia Afrika, Jalan Sudirman, Jalan Gardujati hingga kawasan Balai Kota Bandung.

Rentang ruas tersebut membuat dampak kegiatan tidak hanya terasa di sekitar titik start dan finish. Pengendara yang melintas kawasan pusat kota hingga sejumlah koridor utama Bandung juga perlu mengantisipasi perubahan arus selama peserta melintas.

Polisi Atur Pergerakan di Persimpangan

Pemkot Bandung melibatkan sejumlah unsur untuk mengawal kelancaran Pocari Sweat Run 2026. Selain panitia, pengamanan melibatkan Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, camat, serta lurah di wilayah yang dilalui rute.

Kehadiran petugas di lapangan menjadi bagian penting dalam mengatur pertemuan antara pelari dan pengguna kendaraan. Pemerintah juga meminta marshal serta petugas pengamanan mengedepankan kesabaran ketika menghadapi pengguna jalan yang terdampak rekayasa.

Farhan menekankan bahwa pengaturan lalu lintas tidak bertujuan menghilangkan akses kendaraan, melainkan mengatur penggunaan jalan secara bersamaan.

“Tidak ada penutupan jalan sama sekali. Hanya ada pengalihan dan sharing,” ujar Farhan, Jumat.

Ia juga menyampaikan bahwa kepolisian akan mengatur lalu lintas di persimpangan. Pelari tetap harus memperhatikan rambu dan lampu lalu lintas ketika melewati persimpangan.

“Dari kepolisian sudah menyatakan bahwa kalau ada lampu merah, semua ikut berhenti. Pengaturannya diserahkan sepenuhnya pada polisi. Kami dari Pemerintah Kota Bandung akan melakukan backup,” katanya.

Skema tersebut membuat pengguna jalan tetap perlu memperhatikan kondisi lapangan meskipun pemerintah tidak menerapkan penutupan total. Petugas dapat mengatur kendaraan dan pelari secara bergantian sesuai situasi di setiap ruas.

15 Ribu Peserta Ramaikan Bandung

Pocari Sweat Run 2026 menjadi salah satu event lari nasional berskala besar yang berlangsung di Kota Bandung. Pemkot Bandung menyebut event tersebut sebagai salah satu dari enam event lari besar berskala nasional.

“Pocari Run ini satu di antara enam event lari besar nasional. Jadi untuk Kota Bandung menjadi sangat strategis,” kata Farhan.

Tingginya jumlah peserta juga membawa aktivitas ekonomi ke berbagai sektor. Peserta dari luar kota berpotensi menggunakan hotel, transportasi, restoran, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata selama berada di Bandung.

Pemkot Bandung menyebut sekitar 70 persen peserta berasal dari luar Kota Bandung. Pemerintah pun melihat penyelenggaraan event sebagai bagian dari upaya menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Namun, peningkatan aktivitas tersebut berjalan beriringan dengan kebutuhan mengatur mobilitas warga. Karena itu, pemerintah menempatkan rekayasa lalu lintas sebagai salah satu bagian penting dalam persiapan penyelenggaraan.

Warga Diminta Atur Waktu Perjalanan

Masyarakat yang memiliki aktivitas di pusat Kota Bandung pada Sabtu dan Minggu pagi perlu memperhitungkan waktu perjalanan. Pengendara juga perlu mengikuti arahan petugas ketika menemukan pengaturan arus di sepanjang rute.

Khusus Minggu, pengaturan mulai berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB. Waktu tersebut bertepatan dengan periode ketika aktivitas masyarakat mulai meningkat menjelang pagi, sehingga pengendara yang memiliki tujuan melalui ruas lintasan perlu menyiapkan rute alternatif.

Pocari Sweat Run 2026 berlangsung pada 19-20 September 2026 di Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung berharap penyelenggaraan event tetap memberikan manfaat bagi sektor pariwisata dan ekonomi tanpa mengabaikan kebutuhan mobilitas masyarakat.

**Moch Syahril Madridho

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini