B a n d u n g koransamudra.com
Kehadiran SMAN 1 Pasirjambu di Kabupaten Bandung berangkat dari kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan menengah negeri yang lebih luas. Sekolah yang berada di Jalan Tabrik, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, tersebut diharapkan mampu menampung lulusan SMP dan MTs dari wilayah Pasirjambu, Ciwidey, hingga Rancabali.
Kepala SMAN 1 Pasirjambu, Cecep Rahmat Hidayat, mengatakan keberadaan sekolah tersebut tidak terlepas dari aspirasi masyarakat. Sebelumnya, tiga kecamatan tersebut hanya memiliki satu SMA negeri, yakni SMAN 1 Ciwidey, sementara jumlah lulusan SMP dan sederajat dari ketiga wilayah cukup besar.
“Keberadaan SMA 1 Pasirjambu ini merupakan harapan dari masyarakat Pasirjambu dengan adanya SMA Negeri yang hadir di wilayah Kecamatan Pasirjambu untuk menampung lulusan dari SMP atau MTs yang ternyata jumlahnya sangat banyak,” ujar Cecep saat diwawancarai pada 10 Agustus 2026.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai merespons kebutuhan tersebut pada 2024. Bangunan yang kini digunakan SMAN 1 Pasirjambu didirikan pada tahun yang sama, sedangkan proses pendirian sekolah mulai berjalan pada 2025.
Cecep menjelaskan, proses pembangunan sekolah relatif tidak menghadapi persoalan terkait status lahan. Tanah yang digunakan telah menjadi aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat sehingga tidak terdapat persoalan kepemilikan yang menghambat pembangunan.
Sebelum dialihkan untuk kebutuhan pendidikan, lahan tersebut merupakan aset yang digunakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. Setelah dihibahkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, kawasan tersebut kemudian dipersiapkan menjadi lokasi SMAN 1 Pasirjambu.
Masih Hadapi Keterbatasan Sarana
Meski telah memiliki lokasi sendiri, SMAN 1 Pasirjambu masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Cecep mengatakan bangunan yang tersedia pada awalnya dirancang untuk kebutuhan perkantoran, bukan sebagai ruang kelas.
“Bangunan yang ada di sini diperuntukkan untuk perkantoran, jadi kita belum mempunyai ruang kelas untuk pembelajaran siswa,” katanya.
Kondisi tersebut membuat pihak sekolah harus memanfaatkan bangunan yang tersedia untuk kegiatan belajar mengajar. Saat ini, sekolah memiliki empat ruang yang telah difungsikan, dengan tiga ruang digunakan untuk kegiatan pembelajaran dan satu ruang diperuntukkan bagi kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan.
Sebelumnya, sebagian siswa SMAN 1 Pasirjambu bahkan harus mengikuti kegiatan belajar di SMAN 1 Ciwidey. Kondisi itu berlangsung karena fasilitas di gedung baru belum sepenuhnya siap digunakan.
Namun, setelah mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah VIII, para siswa yang sebelumnya dititipkan di SMAN 1 Ciwidey akhirnya dapat berpindah ke gedung SMAN 1 Pasirjambu setelah Idulfitri 2026.
Cecep mengakui keterbatasan fasilitas menjadi salah satu tantangan terbesar dalam tahap awal pengembangan sekolah. Ketika dirinya ditetapkan sebagai kepala sekolah, kondisi bangunan belum dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang, termasuk toilet dan tenaga pengajar.
Disiapkan Menjadi Sekolah Ekologi
Di tengah proses pengembangan tersebut, SMAN 1 Pasirjambu justru disiapkan dengan konsep yang berbeda dari sekolah pada umumnya. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan berencana menjadikan sekolah tersebut sebagai sekolah ekologi.
Konsep tersebut nantinya akan memengaruhi desain dan pengembangan bangunan sekolah. Pembangunan diharapkan tidak merusak konstruksi tanah maupun menebang pohon yang telah berada di kawasan tersebut.
“SMAN 1 Pasirjambu ini akan dijadikan sekolah ekologi yang nanti pun bentuknya tidak akan sama dengan sekolah yang sudah ada. Jadi, nanti konsep bangunannya itu akan seperti vila atau cottage,” ujar Cecep.
Konsep tersebut dinilai sesuai dengan karakteristik lokasi sekolah yang berada di kawasan perbukitan. Keberadaan bangunan yang mengikuti kontur dan kondisi lingkungan diharapkan dapat mempertahankan karakter alami kawasan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.
Selain mempertahankan kondisi lingkungan, konsep sekolah ekologi juga diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan alam. Menurut Cecep, gagasan tersebut merupakan bagian dari keinginan pemerintah agar udara segar di kawasan Pasirjambu dapat dirasakan oleh siswa maupun tenaga pendidik.
“Pak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menginginkan udara segar di Pasirjambu ini bisa dirasakan oleh siswa dan Bapak/Ibu guru,” katanya.
Pengembangan Gedung Masih Menunggu Masterplan
Rencana pengembangan gedung SMAN 1 Pasirjambu sebenarnya telah memiliki rancangan awal. Namun, perubahan konsep menjadi sekolah ekologi membuat rancangan tersebut perlu disesuaikan kembali.
Cecep menyebut perubahan masterplan menjadi salah satu alasan pengembangan gedung belum dapat direalisasikan sepenuhnya hingga saat ini. Desain yang sebelumnya telah dibuat harus kembali disesuaikan dengan konsep sekolah ekologi.
“Dulu sudah ada beberapa gambar, ternyata memang ada beberapa kendala berupa perubahan menjadi sekolah ekologi dan tentunya ini akan merubah masterplan dan gambar yang sudah ada,” tuturnya.
Saat ini pihak sekolah masih menunggu penyelesaian desain dan masterplan baru. Ia berharap pengembangan ruang kelas dapat segera direalisasikan pada 2026.
Di sisi lain, lahan sekolah yang tersedia juga relatif luas. Berdasarkan informasi yang diterima pihak sekolah, luas keseluruhan kawasan yang kini menjadi aset Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mencapai lebih dari tiga hektare.
Dengan konsep tersebut, pembangunan SMAN 1 Pasirjambu nantinya diharapkan bukan sekadar menambah jumlah sekolah negeri di Kabupaten Bandung, tetapi juga menghadirkan model lingkungan pendidikan yang selaras dengan kondisi alam.
Bagi masyarakat Pasirjambu dan sekitarnya, kehadiran sekolah ini sekaligus menjadi jawaban atas kebutuhan akses pendidikan menengah negeri yang selama ini masih terbatas. Sementara bagi pemerintah, konsep sekolah ekologi dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan fasilitas pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada bangunan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan di sekitarnya.
**Moch Syahril Madridho












