Tugu Stroberi yang Menjadi Ikon Ciwidey. (31/8/2026)

B a n d u n g  koransamudra.com

Budidaya stroberi terus menjadi salah satu kegiatan usaha yang berkembang di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kondisi udara yang sejuk serta daya tarik wisata petik stroberi membuat komoditas tersebut memiliki peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Salah satunya Wawan, pengusaha stroberi di Ciwidey yang menjalankan usaha tersebut sebagai bisnis keluarga.

Wawan mengatakan dirinya telah menekuni usaha perkebunan stroberi selama kurang lebih delapan tahun. Ia mengembangkan usaha tersebut bersama keluarga sekaligus memanfaatkan kondisi lingkungan Ciwidey yang mendukung pertumbuhan tanaman stroberi.

“Saya sudah berkebun stroberi ini kurang lebih 8 tahun dan ini memang bisnis keluarga,” ujar Wawan saat ditemui di Ciwidey, Senin (31/8/2026).

Menurut Wawan, masyarakat tidak perlu menganggap budidaya stroberi sebagai kegiatan yang sulit. Petani hanya perlu memperhatikan beberapa faktor utama, terutama ketika memilih bibit dan menentukan lokasi penanaman. Kedua faktor tersebut menurutnya memiliki peran penting dalam menjaga pertumbuhan tanaman dan menghasilkan buah yang baik.

Wawan menjelaskan bahwa tanaman stroberi membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup. Ia memilih lokasi yang mampu menerima sinar matahari sekitar enam jam dalam sehari agar tanaman dapat tumbuh secara optimal. Selain memperhatikan pencahayaan, ia juga menjaga kebutuhan air tanaman dengan menyiramnya setiap pagi.

Perawatan rutin juga menjadi bagian penting dalam proses budidaya. Wawan memberikan pupuk kepada tanaman secara berkala, yakni sekitar satu kali dalam sepekan. Ia menilai konsistensi dalam merawat tanaman menjadi salah satu kunci agar kebun tetap produktif.

“Sebetulnya menanam stroberi itu tidak susah karena yang penting itu cara memilih bibit dan lokasi yang dipilih. Lokasi itu harus terkena matahari terus kurang lebih 6 jam dan disiram tiap pagi. Lalu biasanya dikasih pupuk setiap 1 minggu sekali,” katanya.

Ciwidey dan Identitas Stroberi

Wawan melihat keberadaan perkebunan stroberi di Ciwidey tidak terlepas dari karakteristik wilayah tersebut. Masyarakat sudah mengenal Ciwidey sebagai salah satu kawasan penghasil stroberi di Indonesia. Kondisi geografis dan suhu udara yang relatif dingin turut mendukung aktivitas budidaya komoditas tersebut.

Menurutnya, kondisi udara yang sejuk memberikan keuntungan bagi para petani karena sesuai dengan kebutuhan tanaman stroberi. Faktor tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu identitas yang melekat pada kawasan Ciwidey, terutama dalam sektor pertanian sekaligus pariwisata.

“Mungkin karena memang Ciwidey ini sudah dikenal dari lama sebagai penghasil stroberi terbesar di Indonesia. Itu juga dipengaruhi oleh suhu udara yang dingin dan itu memang cocok untuk penanaman stroberi,” tutur Wawan.

Perkembangan stroberi di Ciwidey juga tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pertanian. Komoditas tersebut ikut mendukung aktivitas pariwisata di kawasan tersebut melalui konsep wisata petik stroberi. Wisatawan dapat datang langsung ke kebun, memilih buah, dan memetik stroberi sendiri.

Wawan menilai konsep tersebut memberikan daya tarik tersendiri bagi Ciwidey. Wisatawan tidak hanya membeli hasil perkebunan, tetapi juga mendapatkan pengalaman secara langsung di tengah kawasan pertanian.

“Terus mungkin memang di Ciwidey ini wisata petik stroberi mandiri menjadi daya tarik tersendiri,” ujarnya.

Menurut Wawan, masyarakat juga dapat melihat kuatnya identitas stroberi dalam ruang publik Ciwidey. Salah satu contohnya terlihat dari keberadaan patung stroberi di kawasan alun-alun Ciwidey. Kehadiran ikon tersebut menunjukkan bagaimana stroberi telah menjadi bagian dari citra kawasan yang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata di Kabupaten Bandung.

Pemasaran Menyesuaikan Aktivitas Wisata

Dalam menjalankan usaha, Wawan mengatur sendiri proses pemasaran hasil kebunnya. Ia memasarkan stroberi kepada pedagang sekaligus melayani wisatawan yang datang untuk melakukan aktivitas petik stroberi.

Pola pemasaran tersebut memberikan ruang bagi Wawan untuk menjangkau dua kelompok konsumen. Pedagang membeli stroberi sebagai komoditas untuk kembali mereka jual, sedangkan wisatawan menikmati stroberi melalui pengalaman memetik buah secara langsung di kebun.

Wawan mengatakan permintaan terhadap stroberi tetap tinggi, terutama ketika memasuki hari libur. Peningkatan kunjungan wisatawan ke Ciwidey turut memberikan pengaruh terhadap aktivitas penjualan di kebunnya.

“Untuk distribusi dan pemasaran biasanya saya sendiri dipasarkan ke pedagang maupun yang petik sendiri untuk wisatawan yang datang ke Ciwidey. Peminat juga alhamdulillah tinggi apalagi kalau semisal hari libur,” kata Wawan.

Kondisi tersebut membuat budidaya stroberi memiliki hubungan erat dengan sektor pariwisata Ciwidey. Ketika wisatawan datang, mereka tidak hanya mengunjungi destinasi wisata, tetapi juga berinteraksi langsung dengan produk pertanian lokal. Aktivitas tersebut kemudian membuka peluang bagi pelaku usaha stroberi untuk mendapatkan konsumen secara langsung.

Bagi Wawan, pengalaman menjalankan usaha selama delapan tahun menunjukkan bahwa stroberi memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai komoditas sekaligus bagian dari aktivitas wisata. Ia terus mengandalkan perawatan tanaman secara rutin serta pemasaran langsung untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis keluarganya.

Budidaya stroberi pun tidak sekadar menghasilkan buah bagi Wawan dan keluarganya. Aktivitas tersebut turut memperkuat karakter Ciwidey sebagai kawasan yang memadukan pertanian dan pariwisata. Keberadaan kebun stroberi, wisata petik mandiri, hingga ikon stroberi di ruang publik memperlihatkan bagaimana satu komoditas dapat berkembang menjadi bagian dari identitas ekonomi dan wisata masyarakat setempat.

Dengan kondisi lingkungan yang mendukung dan tingginya minat wisatawan, usaha stroberi di Ciwidey masih memiliki ruang untuk terus berkembang. Bagi pelaku usaha seperti Wawan, konsistensi dalam merawat tanaman, memilih bibit, menentukan lokasi, serta menjangkau konsumen menjadi bagian penting dalam menjaga usaha keluarga yang telah ia jalankan selama bertahun-tahun.


**Moch Syahril Madridho

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini