Garut | koransamudra.com
Robohnya dinding pembatas halaman samping pada Gedung PGRI Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Insiden tersebut bertepatan dengan Kegiatan gelaran acara Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Karangpawitan Tahun 2026.Dikabarkan tidak ada korban jiwa,maupun luka-luka. Pasalnya tembok dingding pembatas tersebut, ambruk dan jatuh keluar menimpa lahan kosong milik warga. Dimana peristiwa tersebut terjadi sekitar Pukul 11.00 WIB,semua peserta kegiatan sudah memasuki Aula Gedung PGRI dan tidak adanya korban.Sabtu, 5 Oktober 2026.
Menurut Erni Kusmawati, S.Pd., M.Pd., merupakan Sekertaris PGRI Kecamatan Karangpawitan,Peristiwa robohnya benteng pembatas halaman samping Gedung PGRI,”menyampaikan bahwa benteng tersebut sejak dari sore kemarin (Jumat, 4/9/2026) diketahui itu sudah tampak miring.
“Terkait peristiwa robohnya benteng tersebut untuk sementara akibat adanya getaran kendaraan Peserta Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Karangpawitan, dan dari kemarin sore itu sudah miring, dan rencananya itu mau diperbaiki tapi keburu roboh”.Ujarnya.
Ketika ditanya mensoal apakah ada jatuh korban yang tertimpa akibat robohnya tembok benteng ?,
“Alhamdulillah tidak ada, semua peserta sudah masuk aula pada saat kejadian “.Tegasnya.


Dimana Acara Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2026, dengan mengusung
tema yaitu “Ngamamule Bahasa Indung, Ngariksa Warisan Karuhun”, dan kategori diperlombakan ; Ngadongeng, Biantara, Ngarang Carita Pondok, Maca Jeung Nulis Aksara Sunda, Nembang Pupuh, Ngabodor Sorangan dan Maca Sajak.
Hadir dalam acara Festival yaitu Korwas Karangpawitan H. Jujun Junaedi, M.Pd.,
Ketua K3S Kecamatan Karangpawitan Nurdin Setia Aji, M.Pd., dan Ketua PGRI Kecamatan Karangpawitan yaitu Indra Rakhman, M.Pd., M.G., beserta Kepala Sekolah, Guru dan Para Murid Sekolah Dasar Se-Kecamatan Karangpawitan.


Berkaitan dengan kegiatan FTBI Tahun 2026, menurut Jujun Junaedi.
“Terkait dengan kegiatan FTBI di tingkat Kecamatan Karangpawitan untuk Tahun 2026 ini, Alhamdulillah ada peningkatan yang signifikan, dilihat dari kuantitasnya, di tahun-tahun ke belakang, itu hanya mencapai kurang lebih, yang mengikuti kegiatan ini sekitar 70%, tetapi sekarang hampir mencapai 90% sehingga kegiatan ini sampai sore ya, bahkan sampai jam 04.00 (16.00 WIB) masih berlangsung ya apalagi barusan, yang baru beres itu hal terkait dengan dongeng, karena dongeng pesertanya hampir mencapai 102 orang kalau tidak salah”.Ungkap Jujun Junaedi.
Ungkap lebih lanjut dikatakan oleh Jujun Junaedi selalu Ketua Panitia FTBI 2026 di Tingkat Kecamatan Karangpawitan. “Alhamdulillah, kemudian juga partisipasi dari para kepala sekolah, guru dan juga alhamdulillah ya cukup responsif”. Ulas Jujun.
Ditanya mensoal hal keterlibatan pihak mana saja, didalam acara FTBI 2026.
“Pelaksanaan kegiatan ini, kolaboratif dengan pihak PGRI Cabang Kecamatan Karangpawitan, kemudian dengan k2S. Ya,,, Alhamdulillah bisa terlaksana, ini berkat adanya kolaboratif yang saling mendukung, dan alhamdulillah sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar dan juga terlepas dari itu terkait dengan segala sesuatu terutama dalam waktu kejuaraan (peristiwa robohnya benteng) Alhamdulillah tidak ada peserta atau para pihak yang jadi korban, aman dan terkendali”. Tandasnya.
Bahkan menurut Jujun Junaedi selaku Ketua Pelaksana FTBI 2026, untuk Juri didatangkan dari pihak luar Kecamatan Karangpawitan.
“terkait dewan juri ya alhamdulillah dewan juri itu mendatangkan dari luar jadi ini untuk menghilangkan hal-hal tidak diharapkan adanya kecurigaan-kecurigaan, juaranya hanya didominasi oleh sekolah-sekolah tertentu, sekarang alhamdulillah yang menjadi juara justru menyebar, karena kami mendatangkan juri yang profesional, mudah-mudahan harapan kami kedepannya, yang menjadi juara terbaik Kecamatan Karangpawitan, untuk mewakili Karangpawitan ditingkat kabupaten Garut, dan juga Jawa Barat “. Pungkasnya.
*** Nanang












