B a n d u n g koransamudra.com
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Jawa Barat. Bandara Husein Sastranegara Bandung masih menutup operasional penerbangan pada Senin, 7 September 2026, setelah abu vulkanik memasuki wilayah udara Bandung dan meningkatkan risiko terhadap keselamatan penerbangan.
AirNav Indonesia memperpanjang status closed Bandara Husein Sastranegara mulai pukul 08.32 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB. Otoritas navigasi penerbangan terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik sebelum menentukan pembukaan kembali ruang udara dan operasional bandara.
AirNav Indonesia menyatakan penutupan tersebut merupakan langkah mitigasi untuk menjaga keselamatan penerbangan di tengah kondisi ruang udara yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
14 Penerbangan Dibatalkan
Penutupan Bandara Husein Sastranegara berdampak langsung terhadap jadwal penerbangan. Sebanyak 14 penerbangan mengalami pembatalan pada Senin, terdiri atas tujuh penerbangan keberangkatan dan tujuh penerbangan kedatangan.
Pembatalan tersebut membuat sejumlah penumpang harus mengubah rencana perjalanan. Sebagian penumpang memilih menggunakan jalur darat maupun mencari penerbangan melalui bandara lain untuk tetap mencapai tujuan.
DetikJabar melaporkan, kondisi tersebut membuat penerbangan di Kota Bandung masih lumpuh pada Senin siang. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama Danlanud Husein Sastranegara Marsma TNI Irman Fathurrahman turut meninjau kondisi bandara.
“Total 14 penerbangan terdampak dan dibatalkan oleh otoritas bandara,” demikian laporan mengenai kondisi penerbangan Husein Sastranegara pada Senin.
Pembatalan penerbangan juga memaksa penumpang mencari alternatif transportasi. Sejumlah calon penumpang memilih melanjutkan perjalanan melalui jalur darat, termasuk menggunakan kereta api dari Bandung menuju kota lain untuk mengejar penerbangan alternatif.
AirNav Perpanjang Penutupan
AirNav Indonesia memperbarui informasi aeronautika berdasarkan perkembangan kondisi ruang udara. Dalam pembaruan pada Senin pagi, Husein Sastranegara tercatat sebagai salah satu dari lima bandara yang masih berstatus closed akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Selain Husein Sastranegara, empat bandara lain yang masih berstatus closed yakni Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Budiarto Curug, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, dan Bandara Pondok Cabe.
AirNav mencatat masing-masing bandara mengalami penutupan pada waktu yang berbeda. Husein Sastranegara mulai berstatus closed pada pukul 08.32 WIB, sedangkan AirNav memperkirakan penutupan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB.
Status tersebut tidak otomatis berarti bandara akan kembali beroperasi tepat pada pukul 18.00 WIB. Otoritas penerbangan tetap perlu melihat perkembangan kondisi abu vulkanik dan faktor keselamatan sebelum mengizinkan penerbangan kembali.
Abu Vulkanik Ancam Keselamatan Penerbangan
Erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi penyebab utama gangguan penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia. Abu vulkanik dapat mengganggu mesin pesawat serta sistem penerbangan sehingga keberadaannya di jalur penerbangan menjadi ancaman serius bagi keselamatan.
AirNav Indonesia menegaskan bahwa keputusan menutup sejumlah bandara merupakan bagian dari mitigasi keselamatan. Otoritas terus memperbarui informasi penerbangan berdasarkan kondisi ruang udara dan perkembangan sebaran abu.
“Penutupan bandara terdampak merupakan langkah mitigasi keselamatan penerbangan,” kata AirNav Indonesia dalam keterangannya mengenai penutupan sejumlah bandara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Dampak erupsi tidak hanya terasa di Bandung. Reuters melaporkan sedikitnya tujuh bandara di Indonesia masih menghadapi penutupan akibat abu vulkanik pada Senin. Gangguan tersebut berdampak terhadap ribuan penerbangan dan ratusan ribu penumpang di berbagai wilayah.
Penumpang Diminta Siapkan Alternatif Perjalanan
Dengan penutupan Bandara Husein Sastranegara, calon penumpang perlu memperhatikan informasi terbaru dari maskapai sebelum menuju bandara. Penumpang dengan penerbangan yang batal dapat mengikuti prosedur perubahan jadwal atau pengembalian dana sesuai kebijakan masing-masing maskapai.
Sejumlah maskapai juga mulai menyiapkan penanganan bagi penumpang yang terdampak. Perubahan jadwal menjadi salah satu opsi yang dapat digunakan ketika kondisi penerbangan belum memungkinkan untuk kembali normal.
Pemerintah Kota Bandung juga mendorong penumpang yang terdampak untuk mempertimbangkan moda transportasi alternatif. Kereta api dan layanan kereta cepat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang tetap harus melakukan perjalanan keluar dari Bandung.
Kondisi penerbangan di Husein Sastranegara masih bergantung pada perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau serta pergerakan abu vulkanik di ruang udara. AirNav Indonesia akan terus memperbarui informasi aeronautika apabila kondisi berubah.
Dengan demikian, pembukaan kembali Bandara Husein Sastranegara tidak hanya bergantung pada berakhirnya aktivitas erupsi, tetapi juga pada kondisi ruang udara yang harus memenuhi standar keselamatan penerbangan.
**Moch Syahril Madridho












