Garut | koransamudra.com
Gerakan Masyarakat Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy (GEMA BSP) mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut,jl Patriot no 10,Kelurahan Sukagalih,Kecamatan Tarogong Kidul,Kabupaten Garut,Jawa Barat,Kamis 20 Agustus 2026.
Rencana awal massa yang akan hadir diperkirakan 10.000 orang,masyarakat yang tergabung dari tiga Kecamatan,Banjarwangi,Singajaya,Pendeuy.Namun pada kenyataan massa yang hadir sekitar 200 orang.


Massa melakukan Aksi dan Orasi di halaman Gedung DPRD,dan selanjut nya dari perwakilan peserta aksi diterima audiensi di Ruang Paripurna DPRD,oleh Bupati Garut Abdusy Sakur Amin,Anggota Legislatif,Sekretaris Daerah,Kepala Dinas PUPR.
Dalam penyampaian aspirasi terlontar dari peserta audiensi bahwa satu hari sebelum melakukan Aksi ada pertemuan perwakilan peserta aksi dengan Kepala Dinas PUPR kabupaten Garut,dan di suguhi penganan Martabak,di lobi gedung DPRD peserta aksi berkumpul beberapa kelompok,dan terdengar rumor,pada pertemuan perwakilan peserta aksi dengan kepala Dinas PUPR,salah satu perwakilan dari masyarakat Pendeuy,Mr X… membawa kantong keresek berwana hitam,namun entah apa isinya…?
Walau pun ada kekecewaan,dan telah di ciderai peserta aksi tetap semangat dengan beraudiensi,dan membawa hasil kesepakatan.


Pemerintah Kabupaten Garut bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut menyepakati langkah percepatan penanganan infrastruktur jalan di wilayah Garut Selatan. Jalur yang menghubungkan Banjarwangi, Singajaya, hingga Peundeuy diprioritaskan untuk segera diperbaiki demi kelancaran aktivitas dan keselamatan masyarakat.
Usai menggelar diskusi bersama perwakilan warga masyarakat dari tiga kecamatan,Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menjelaskan bahwa penanganan jangka pendek menjadi prioritas untuk memastikan jalan lebih aman dan layak dilalui masyarakat.
“Untuk sementara, jangka pendek kita akan bantu selesaikan supaya jalan lebih layak dilewati dan tidak berpotensi menyebabkan kecelakaan,” ujar Bupati Garut.
Ia menjelaskan, Pemkab Garut menyiapkan anggaran awal sekitar Rp2,5 miliar untuk penanganan pada tahun ini. Pengerjaan ditargetkan mulai berjalan pada akhir tahun setelah proses penetapan anggaran selesai. Anggaran tersebut akan digunakan untuk penambalan dan penataan sejumlah titik jalan yang dinilai rawan.
Sementara itu, penanganan secara menyeluruh pada jalur Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy yang direncanakan pada 2027 diproyeksikan membutuhkan anggaran hingga Rp100 miliar apabila menggunakan standar kualitas jalan nasional. Namun, dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran serta kebutuhan masyarakat agar jalan segera dapat digunakan dengan aman, pemerintah akan menyesuaikan skema pembangunan.
“Kelihatannya masyarakat ingin segera diperbaiki dengan kondisi yang layak. Prioritas masyarakat adalah sesegera mungkin dapat digunakan dengan aman,” tambahnya.
Dukungan percepatan juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Gerindra, Agus M. Sutarman. Ia menegaskan bahwa DPRD bersama Badan Anggaran (Banggar) berkomitmen mengawal proses penanganan jalan tersebut hingga tuntas.
“Kami anggota DPRD Kabupaten Garut bersama Pak Bupati berkomitmen menyelesaikan perbaikan jalan Banjarwangi, Singajaya, hingga Peundeuy. Yang terpenting bagi masyarakat adalah jalan mulus dan segera dapat digunakan,” tegas Agus.
Agus menambahkan, pelaksanaan proyek jalan tersebut ditargetkan rampung pada rentang Januari hingga November 2027. DPRD Garut akan melakukan pengawasan berkala terhadap kinerja dinas terkait serta pemenang lelang agar pengerjaan berjalan tepat waktu tanpa penundaan.
Pemkab Garut bersama DPRD berharap langkah tersebut dapat mempercepat perbaikan jalur Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah Garut Selatan.
***nas.












