Blog

  • Rudy Gunawan Berikan Bantuan Untuk Korban Terdampak Longsor di Cilawu

    Rudy Gunawan Berikan Bantuan Untuk Korban Terdampak Longsor di Cilawu

    GARUT,koran-samudra.com – Bupati Garut, Rudy Gunawan kembali mengunjungi korban terdampak longsor di Kampung Cipager, Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu, Kamis (18/2/2021).

    Rudy Gunawan Berikan Bantuan Untuk Korban Terdampak Longsor di Cilawu

    Dalam kunjungan ini Bupati Garut memberikan bantuan kemanusiaan berupa perlengkapan bayi, sembako dan bantuan lainnya dari KORPRI (Korps Pegawai Republik Indonesia) Kabupaten Garut, BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Garut, dan pengusaha, Ust. H. Ari Lariba.

    Dalam kesempatan ini, Rudy Gunawan mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penanggulangan bencana longsor. “Hari ini Bupati Garut dengan forkopimcam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) Cilawu, bu camat, pak kapolsek dari TNI Koramil, Kepala Desa Karyamekar, dan anggota DPRD kabupaten Garut, Bapak Yudha serta tim PDI Perjuangan BAGUNA (Badan Penanggulangan Bencana) membantu menyelesaikan masalah di pengungsian. Terimakasih semoga semuanya dalam keadaan sehat,” ungkap Bupati.

    Rudy Gunawan Berikan Bantuan Untuk Korban Terdampak Longsor di Cilawu

    Sementara itu, Perwakilan Korpri Berbagi Garut, Alia Mauludiyanti Mahmudah, mengatakan bantuan ini mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk masyarakat terdampak bencana alam. “Hari ini kita menyerahkan bantuan dari korpri berbagi dan juga dari baznas untuk korban bencana longsor di Kecamatan Cilawu. Mudah-mudahan pemberian ini bisa dimanfaatkan dan bermanfaat untuk masyarakat yang terkena musibah,” ucap Alia yang juga Bendahara Program Korpri Berbagi.

    Ia juga mengucapkan terimakasih kepada anggota KORPRI yang telah memberikan sumbangan. “Terimakasih untuk anggota KORPRI yang sudah mengumpulkan memberi sumbangan untuk korban bencana longsor saat ini,” ujarnya.

    Selain itu, Ketua I Bidang Pengumpulan Baznas Kabupaten Garut, Abdullah Efendi mengatakan kali ini pihaknya memberikan bantuan uang tunai untuk korban terdampak longsor. “Saya selaku Ketua Bidang Pengumpulan pada hari ini menyerahkan bantuan dari baznas berupa uang untuk yang terdampak korban bencana longsor di Kampung Cipager Desa Karyamekar Kecamatan Cilawu. Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban mereka yang terkena dampak musibah,” ucap Abdullah.

    Sebelumnya, lanjut Abdullah, pihaknya telah mengirimkan bantuan berupa sembako. Ia juga berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan melalui Baznas. “Selain mengirimkan berupa uang, waktu dulu juga mengirimkan sembako sudah dikirimkan. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi yang terkena dampak longsor. Dan kami juga ucapkan terimakasih kepada muzaki baik PNS (Pegawai Negeri Sipil) ataupun yang lainnya yang telah menitipkan zakat infaq shadaqah ke Baznas,” pungkasnya. **Wawan S/Wahyu

  • Wabup Helmi Hadiri Aksi Donor Darah Yang Digelar PERUMDA Tirta Intan Garut

    Wabup Helmi Hadiri Aksi Donor Darah Yang Digelar PERUMDA Tirta Intan Garut

    GARUT,koran-samudra.com- Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-208 Garut (HJG), PERUMDA (Perusahaan Umum Daerah) Air Minum Tirta Intan Garut bekerjasama PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Garut menggelar aksi donor darah yang dilaksanakan di Ruang Aula Kantor PERUMDA Air Minum Tirta Intan Garut, Jl. Raya Bayongbong KM 3, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Kamis (18/02/2021).

    Wabup Helmi Hadiri Aksi Donor Darah Yang Digelar PERUMDA Tirta Intan Garut

    Dalam kegiatan ini turut hadir Wakil Bupati Garut yang merupakan Ketua PMI Cabang Garut, dr.Helmi Budiman. Ia menyebut aksi kemanusiaan yang digelar oleh PDAM diharapkan untuk rutin diadakan karena dapat membantu persediaan stok darah di PMI Garut.

    Selain itu, dr. Helmi mengatakan donor darah sendiri memiliki banyak manfaat salah satunya menurunkan resiko terkena kanker. “Donor darah merupakan kegiatan yang menyehatkan tubuh, tidak perlu ragu atau takut bagi rekan-rekan yang belum pernah mendonorkan darahnya. Diantaranya menurunkan risiko kanker, membakar kalori, menghilangkan jerawat,” paparnya.

    Sementara, Direktur Utama PERUMDA Air Minum Garut, Aja Rowikarim berharap dengan donor darah ini, seluruh karyawan PDAM semakin peduli akan sesama. “Amal soleh bukan berupa materi saja, dengan setetes darah yang kita sumbangkan secara ikhlas akan mendapat balasan yang setimpal,” ujarnya.

    Menurut panitia kegiatan, Firman, kegiatan ini merupakan kegiatan yang digelar pertama kali di PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Kegiatan ini juga sebagai bentuk kepedulian sesama sekaligus memperingati Hari Jadi ke-208 Garut.

    Firman juga menyebutkan peserta donor darah berasal dari karyawan dan masyarakat sekitar. “Dari 31 peserta donor darah kita memperoleh 23 kantung darah. Peserta dari kalangan karyawan PDAM Garut, dan ada dari masyarakat,” kata Firman.**Wahyu

  • Pelajar Harapkan Pembelajaran Tatap Muka

    Pelajar Harapkan Pembelajaran Tatap Muka

    Bandung, koran-samudra.com – (18/02/2021). Mengutip dari Wikipedia sekolah adalah lembaga untuk para siswa pengajaran siswa/murid di bawah pengawasan guru. Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal yang umumnya wajib. Dalam sistem ini, siswa mengalami kemajuan melalui serangkaian kegiatan belajar mengajar di sekolah. Namun bagaimana jadinya jika siswa tidak mengalami kemajuan dalam belajar? tentunya hal tersebut merupakan urgensi yang harus segera mendapatkan solusi.

    Sudah hampir 10 bulan pandemi ini berlangsung berarti menuju satu tahun lamanya para pelajar tidak menginjakan kakinya di kelas untuk melakukan pembelajaran bersama guru, sebetulnya mau itu pembelajaran secara daring maupun luring sama saja namun yang berbeda adalah jika kita melakukan pembelajaran secara luring maka guru dan siswa bisa langsung berinteraksi sehingga meningkatkan chemistry antara guru dan murid, namun PR nya jika pembelajaran daring adalah guru tidak bisa melakukan interaksi secara langsung karena terhalang oleh jarak sehingga pembelajaran tidak bisa dilakukan secara optimal.

    Disamping itu juga masih ada beberapa kendala teknis seperti device dan juga jaringan yang menjadi primadona penyebab siswa atau guru kurang bisa mengoptimalkan pembelajaran yang sedang berlangsung, walaupun sudah berjalan selama berbulan-bulan namun beberapa siswa masih belum bisa terbiasa untuk menyerap pembelajaran yang disampaikan oleh gurunya ketika materi disampaikan lewat video conference seperti Zoom ataupun Google Meet.

    Walaupun pada awal tahun sempat di wacanakan bahwa sekolah akan kembali dilaksanakan secara tatap muka namun ternyata hal tersebut belum bisa diwujudkan karena belum ada tanda-tanda penurunan pasien terpapar Covid-19 khususnya di Kota Bandung meski segala upaya seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan juga yang terbaru saat ini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah dilakukan.

     

    “Pernah ada sekolah yang mengajukan sekolah tatap muka dari SMK 6 dan SMA 27, karena sesuai dengan aturan kita belum bisa memperbolehkan  kita tidak ada kewenangan dari perwal untuk mengeluarkan izin diluar dari yang ditentukan dari perwal cuma akad pernikahan dan juga khitanan,” Ucap Asep Tamim Sekcam Gedebage.

    Berbagai macam keluhan dan masukan sering kali diucapkan oleh para pelajar yang merasakan dampak kurang baik dari pembelajaran online tersebut, selain kendala teknis tadi ternyata masih ada beberapa efek lain yang dirasakan oleh sebagian pelajar.

    “Bosan PJJ karena ditunjuk untuk terbiasa di depan gadget, setiap hari harus depan gadget jadi bosan karena terlalu banyak diem duduk gitu tapi tugas numpuk. Saran aku kalau bisa sistem di sekolah lebih bisa dibawa asik gitu, kan nggak semua sistem pembelajaran sekolah nggak semua ada zoom atau pertemuan lewat video conference jarang juga materi kaya gitu, jadi sistemnya lebih di perbaikin lagi,” Ucap Hani (17) Siswa SMA 10 Bandung.***M.Riza Firdaus

  • Olahraga Bukan Alasan Masyarakat Untuk Berkerumun

    Olahraga Bukan Alasan Masyarakat Untuk Berkerumun

    Bandung, koran-samudra.com – (18/02/2021). Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani (misalkan catur) selain itu olahraga juga dapat dilakukan bersama-sama. Biasanya orang-orang akan meluangkan waktu berlibur mereka untuk berolahraga mau itu jogging ataupun bersepeda santai.

    Mengutip dari halodoc.com berolahraga membuat semua bagian tubuh kamu bergerak, sehingga bisa meningkatkan fleksibilitas. Otot tubuh juga menjadi lebih elastis dan tidak kaku. Bagi anak-anak, olahraga amat penting untuk menunjang perkembangan postur tubuhnya. Di masa pandemi seperti sekarang ini tentunya olahraga merupakan suatu kebutuhan yang harus terpenuhi oleh semua orang, karena jika imun tubuh kita turun tentunya akan mudah terserang berbagai macam penyakit yang akan menggerogoti tubuh.

    Mengutip dari hallosehat.com Di Indonesia sendiri, Anda direkomendasikan untuk melakukan olahraga selama 150 menit dalam seminggu atau 30 menit setiap hari atau minimal 3-5 hari dalam seminggu. U.S. Department of Health and Human Services juga merekomendasikan untuk melakukan olahraga selama setidaknya 150 menit per minggu.

    Melihat pentingnya olahraga tersebut tentunya di masa saat ini banyak orang yang takut untuk pergi keluar rumah ke tempat jogging seperti Gor Saparua atau Lapangan Gasibu, sebagai alternatifnya mereka lebih memilih untuk berolahraga di rumah saja tanpa perlu repot keluar rumah. Namun bagi sebagian orang berolahraga di dalam rumah terkadang bosan dan juga tidak dapat memberikan udara segar ataupun pemandangan untuk menyegarkan mata, masyarakat mulai bosan dan banyak yang memaksakan untuk tetap berolahraga di luar rumah dan pergi ke tempat-tempat yang menurut mereka cocok untuk dijadikan sarana berolahraga.

    “Dalam pelaksanaan olahraga juga ada aturan jangan berkerumun kadang ada masyarakat yang niatnya olahraga di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tapi sesudah di tempat malah berkerumun apalagi tidak pakai masker itukan lebih parah lagi, taat aturan lah gitu ya,”Ucap Asep Tamim Sekcam Gedebage.***M.Riza Firdaus

  • Tahun Ini Kabupaten Garut Bersiap Hadapi Pilkades Serentak

    Tahun Ini Kabupaten Garut Bersiap Hadapi Pilkades Serentak

    Garut, koran-samudra.com – Kabupaten Garut pada tahun 2021 akan menggelar pesta demokrasi di tingkat desa, di mana tahun ini akan diadakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak di 217 desa yang tersebar di Kabupaten Garut.

    Guna mempersiapkan kematangan Pilkades tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, memulai sosialiasi Pilkades serentak tahun 2021.

    Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman membuka penyelenggaraan Sosialisasi Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahap II Gelombang I Tahun 2021, di Aula Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut,
    Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman membuka penyelenggaraan Sosialisasi Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahap II Gelombang I Tahun 2021, di Aula Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut,

    Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, mengatakan,  pilkades serentak ini harus sukses baik itu sukses administrasi maupun sukses penyelenggaraan. “Karena pilkades ini harus sukses, pencalonan harus sukses administrasi dan sukses penyelenggaraan. Tentu untuk menjadi sukses administrasi saya kira kita ada Perbup (Peraturan Bupati) kita sudah menyiapkan pedoman umum. Kita juga sudah menyiapkan beberapa hal yang memang terkait dengan kesuksesan-kesuksesan tadi. Saya tidak ingin karena permasalahan administrasi misalkan ada gugatan-gugatan yang sebenarnya tidak perlu, inilah perlunya ketelitian kita semua,” ujar dr. Helmi saat membuka penyelenggaraan Sosialisasi Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahap II Gelombang I Tahun 2021, di Aula Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Kamis (18/2/2021).

    dr. Helmi juga menyampaikan bahwa Pilkades serentak yang dilaksanakan di masa Pandemi Covid-19 ini harus menerapkan protokol kesehatan, bahkan ia menyarankan Tempat Pengambilan Suara (TPS) berada di luar ruangan. “Kemudian juga sukses penyelenggaraan dari sisi kesehatan, nah ini yang saya khawatir Pilkades beres, rumah sakit penuh, terjadi ledakan penyakit Covid-19. Saya sarankan juga nanti TPS-nya tu bukan di dalam, di luar saja. Makanya ada anggaran pemda ya ? terbuka aja karena memang yang rawan itu ketika ada di ruangan, seperti hari ini (sosialisasi) rawan, makanya jangan lama-lama (Sehingga nanti) protokol kesehatannya harus betul-betul ketat,” ucapnya.

    Di bagian lain Wabup Helmi menuturkan, bahwa menjadi seorang kepala desa itu mempunyai beban yang cukup berat. “Beban jadi kepala desa itu tidak mudah (tapi) berat, berat harus membangun desa, membangun masyarakatnya, membangun lingkungannya, membangun sesuatu yang bisa dilihat hari ini dirasakan juga di masa yang akan datang,” tuturnya.

     

    dr. Helmi berharap pelaksanaan Pilkades serentak ini proses demokrasinya harus bisa berjalan dengan baik. “Kemudian jangan lupa juga agar sosialisasi ini, pemilihan kepala desa ini, kaidah-kaidah demokrasinya bebas, umum, (dan) rahasia gitu, itu harus tetap terlihat tidak ada intimidasi, dan sebagainya, inilah yang harus kita jaga sehingga betul-betul proses demokrasinya ini bisa berjalan dengan baik,sehingga lahirlah pemimpin-pemimpin kita, para kepala desa kita yang betul-betul sesuai dengan harapan masyarakat, juga sesuai dengan harapan kondisi di desanya, sesuai juga dengan harapan kita semuanya.” pungkasnya.

    Berdasarkan jadwal dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut, sosialisasi dilaksanakan secara marathon hingga 5 Maret 2021, terbagi dalam 12 wilayah dari 40 Kecamatan

    Sementan itu mengenai pencalonan baik itu pengumuman dan pendaftaran bakal calon kepala desa, dan lain-lain akan dimulai sejak bulan April sampai bulan Mei 2021, dan jika tidak ada perubahan lagi pelaksanaan pemungutan suara akan dilaksanakan bulan Juni 2021 di 2228 TPS (Tempat Pemungutan Suara).**Wahyu/Wawan S

  • Satgas Yonif 312/KH Bermain Dan Belajar Bersama Anak-Anak TK Cendrawasih Di Perbatasan

    Satgas Yonif 312/KH Bermain Dan Belajar Bersama Anak-Anak TK Cendrawasih Di Perbatasan

    Keerom, koran-samudra.com – Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa, prajurit Pos Komando Utama (Kout) Satgas Pamtas Yonif 312/KH mengajak anak-anak TK Cenderawasih bermain dan belajar bersama di Kampung Workwana, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua.

    Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 312/Kala Hitam, Letkol Inf Dedy Ariyanto, S.I.P., M.M., M.Han., M.I.Pol dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua. Kamis (18/02/2021).

    Dansatgas mengatakan di sela-sela melaksanakan pengamanan perbatasan negara prajurit satgas juga menyempatkan diri membantu proses belajar mengajar di TK Cenderawasih Arsotami.

    “Pola yang diterapkan para prajurit ini dengan metode bermain sambil belajar agar materi yang diberikan bisa sampai kepada anak–anak dengan lebih efektif, karena dengan diajak bermain maka mereka akan merasa santai dan senang sehingga apa yang diberikan akan lebih mudah dicerna dan ditangkap,” jelas Dedy.

    Di tempat terpisah Serda Ridho Zuliansyah menjelaskan bahwa sambil mengajak bermain para prajurit satgas juga memberikan materi pembelajaran pendidikan tentang kedisiplinan dan etika sopan santun, sehingga diharapkan anak-anak ini menjadi sosok yang bertanggungjawab dan saling menghargai satu sama lainnya.

    “Dengan kegiatan ini diharapkan bisa menjadi contoh bahwa prajurit TNI adalah sosok yang ramah dan bisa menjadi sahabat bagi anak-anak,” kata Ridho

    “Untuk lebih memeriahkan suasana kami juga membagikan buku dan alat tulis kepada anak-anak, tentu saja dengan terlebih dahulu menjawab pertanyaan yang kami berikan,” tutup Ridho.***Editor

    Sumber: Pen Satgas Yonif 312/

     

  • Para pemilik Rumah yang terancam Bencana Longsor di Kampung Cipager Kecamatan Cilawu Akan Segera Direlokasi

    Para pemilik Rumah yang terancam Bencana Longsor di Kampung Cipager Kecamatan Cilawu Akan Segera Direlokasi

    Garut, koran-samudra.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, akan segera merelokasi para pemilik rumah yang kediamannya terancam dan tidak bisa ditinggali akibat longsor dan pergerakan tanah di kawasan Kampung Cipageur, Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

    Hal tersebut disampaikan langsung Bupati Garut, Rudy Gunawan, saat diwawancarai oleh wartawan seusai meninjau secara langsung lokasi bencana yang terjadi di kawasan tersebut, Rabu (17/2/2021).

    Ia mengatakan, pihaknya memutuskan untuk membeli tanah agar proses relokasi bisa segera dilakukan. “Jadi kami menyimpulkan bahwa bencana itu semakin meluas, ancaman juga semakin meluas, pergerakan terjadi setiap jam dan ini sangat berbahaya, jadi kami tadi memutuskan untuk segera membeli tanah untuk relokasi,” ujar Rudy.

    Rudy mengungkapkan bahwa masyarakat setuju untuk direlokasi dengan syarat lokasi yang nanti akan dijadikan tempat tinggal tetap berada dikawasan Kampung Cipager. “Masyarakat sudah setuju tetapi ingin juga (tetap) di kampung ini, kami dalam 2 (atau) 3 hari ini ada negosiasi dengan pemilik tanah,  saya menjamin bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) mungkin nanti dibantu oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) akan menyelesaikan masalah ini di pasca bencana,” ungkapnya.

    Ia menyampaikan lokasi yang akan dijadikan tempat untuk merelokasi warga yang kediamannya tidak bisa dihuni kembali memiliki luas 1 hektar, sedangkan untuk anggarannya akan segera dibuat oleh Pemkab Garut. “Lokasi yang kita beli itu masih dalam satu RW luasnya 1 hektar ini bisa menampung sekitar 50 rumah. Anggarannya ya kami dibuatkan anggaran seefisien dan seefektif mungkin sesuai dengan  pricesell (harga jual) kami akan buatkan,” tutur Rudy.

    Untuk tempat relokasi ini, lanjut Rudy, sudah melalui prosedur yang ada sehingga lokasi yang akan dijadikan tempat relokasi ini sudah dipastikan aman untuk dihuni oleh warga. “Tentu kami ketika membeli kan ada prosedur bahwa itu sudah aman, (ahli) geologi besok mungkin datang,” ucapnya.

    Rudy menyebutkan di lokasi bencana ini ada sekitar 40 rumah yang sudah masuk zona merah. “Zona merah ini 15 rumah yang zona merah, tapi bertambah terus setiap hari kami anggap itu sekitar 40 rumah sudah dikirakan zona merah. Kami sudah melarang mereka di sana, dan makanya kami segera membeli tanah, kalau sudah dinyatakan daerah yang dibeli itu adalah aman,” ujarnya.

    Dalam kesempatan ini juga, Bupati Garut, memberikan bantuan yang diberikan oleh Bank BJB (Bank Jabar Banten) untuk para penyintas bencana longsor ini. “Kami menerima bantuan dari BJB Cabang Garut untuk korban bencana longsor di Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu diterima langsung oleh bapak camat dan bapak kades insyaallah ini bermanfaat. Terimakasih BJB.” pungkasnya.**Wahyu/Wawan S

  • Kabupaten Garut Mendapatkan Suplai 16 Juta Tabung Gas 3 Kg Setiap Tahunnya

    Kabupaten Garut Mendapatkan Suplai 16 Juta Tabung Gas 3 Kg Setiap Tahunnya

    Garut, koran-samudra.com– Bupati Garut, Rudy Gunawan, menghadiri acara sosialisasi peraturan Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi (MIGAS) Nomor 17 Tahun 2019 yang digelar di Hotel Santika, Jalan Cipana Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Selasa (16/2/2021).

    Dalam sambutannya, Rudy sempat menyinggung terkait ketersediaan gas 3 kg di Kabupaten Garut, dimana pihaknya setiap tahunnya mendaptkan suplai sebanyak 16 juta tabung gas per tahun. “Tentu dinas kami – Dinas Perdagangan (Disperindag) – terus melakukan langkah-langkah terhadap apa yang dirasakan oleh masyarakat misalnya ini di gas,  gas ini kami mendapatkan sekitar 16 juta tabung pertahun itu kurang, harusnya 27 juta. Kami kirim surat sana kirim surat sini akhirnya ART (Anggaran Rumah Tangga) nya kita pakai Bupati untuk gas 17 ribu,” ujar Rudy.

    Ia menyampaikan bahwa terkadang ada diskualitas harga yang tidak berimbang di daearhahnya terkait harga penjualan gas ini. “Di (kecamatan) Pameungpeuk sana di Garut bagian selatan kadang kala menimbulkan diskualitas harga sangat luar biasa tidak berimbang, ini akibat daripada langka, karena langka tidak ada lagi jalan membeli apapun yang dilakukan oleh warung, akhirnya harga 28 ribu pun dibeli (oleh masyarakat),” ucapnya.

    Rudy juga mengatakan kelangkaan gas ini juga disebabkan karena adanya beberapa oknum yang tidak berhak membeli gas bersubsidi malah ikut membeli barang bersubsidi. “Nah tentu ini menjadi persoalan klasik di Kabupaten Garut tapi Alhamdulillah dalam beberapa bulan ini sudah tidak terdengar lagi adanya kekurangan, diakibatkan juga sebenarnya keserakahan banyak oknum-oknum yang seharusnya tidak boleh (membeli  gas bersubsidi),” tutur Rudy.

    Adanya kelangkaan ini, lanjut Rudy, bukan salah pemerintah pusat namun ada sesuatu yang salah dalam penyalurannya. “Banyak misalnya peternakan-peternakan itu juga menggunakan barang bersubsidi, jadi orang-orang yang seharusnya mendapatkan subsidi tidak mendapatkan, dan ini adalah bukan salah pemerintah pusat, pemerintah sudah menyatakan 16 juta cukup Garut, kalau terjadi hal-hal yang tidak adanya penyaluran yang merata ini pasti ada sesuatu yang salah,” ungkapnya.

    Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Wulansari atau yang akrab disapa Mulan Jameela, mengatakan bahwa BPH Migas merupakan salahsatu mitra kerjanya di Komisi VII DPR RI. “Yang perlu kita ketahui bahwa BPH Migas ini adalah salah satu mitra kerja komisi VII DPR RI dimana salah satu tugasnya adalah mengatur mengawas  terhadap penyediaan pendistribusian bahan bakar minyak dan gas bumi. Serta pengangkatan gas bumi melalui pipa gas pipa pada usaha ini yang setiap pembuatan kebijakan berkoordinasi dengan komisi VII DPR RI sebagai wakil rakyat tentunya dan acara ini merupakan kegiatan penting sebagai tugas BPH Migas dalam mensosialisasikan sesuatu dan segala halnya yang berkaitan dengan BPH Migas kepada masyarakat,” ucap Wulansari dalam sambutannya.

    Disisi lain, Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa, menyampaikan bahwa inti sosialisasi ini adalah melakukan kemitraan dengan pemerintahan daerah. “Sikap apa yang akan menjadi inti dari sosialisasi ini, intinya adalah kita ingin melihat petunjuk teknis dan juga kita ingin melakukan kemitraan dengan kepala daerah termasuk perangkatnya dalam hal memberikan rekomendasi yang tepat bagi sektor tertentu yang memang diatur di Perpres berhak untuk mendapatkan BBM subsidi,” pungkasnya.

    Dalam kegiatan ini hadir pula Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut, Enan, dan unsur pimpinan lainnya.**Wawan S/Ws

  • Persiapan PPKM di Kecamatan Gedebage

    Persiapan PPKM di Kecamatan Gedebage

    Bandung, koran-samudra.com – (17/02/2021). Pemerintah tidak lagi menggunakan istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tetapi menggantinya dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kebijakan ini bukan pelarangan, melainkan pembatasan aktivitas. “Namun, seluruh aktivitas-aktivitas tersebut masih akan dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Airlangga dalam siaran pers Rabu (6/1/2021).

    PPKM tahun ini berbeda dengan PSBB tahun 2020 yang melibatkan sejumlah kota-kota besar di luar Pulau Jawa dan Bali. PPKM hanya akan dilaksanakan di sejumlah daerah yang berada di Pulau Jawa dan Bali.

    Di Kecamatan Gedebage sendiri saat ini perihal PPKM sudah mulai membentuk posko penanganan Covid-19, selain itu setiap hari diadakan sosialisasi kepada masyarakat dan juga operasi masker untuk lebih memperketat protokol kesehatan di lingkungan Kecamatan Gedebage dan juga data yang diupayakan terupdate setiap harinya.

    Kegiatan disana cukup padat, di samping sosialisasi melalui berbagai media, setiap hari dilakukan oleh satgas kepada setiap wilayah untuk menghimbau masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan.

    Gerakan 3 M saat ini sudah mendapatkan pembaharuan menjadi 5 M : memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi. Dengan selalu menerapkan 5 M tersebut diharapkan dapat membantu untuk mengurangi peningkatan pasien terpapar Covid-19.

    “Dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat minimal sehari dua sesi kita operasi masker dan selalu berpindah tempat melihat situasi di lokasi mana yang paling banyak melanggar,” Ucap Asep Tamim Sekretaris Camat Kecamatan Gedebage.

    Dengan melakukan berbagai upaya tersebut setiap hari sudah ada penurunan kadang satu kali operasi dalam waktu 1 jam saja terjaring sekitar 20 orang lebih saat ini hanya sekitar 10 orang saja yang terjaring operasi para pelanggar oleh petugas.

    Setiap pagi di Kecamatan Gedebage melakukan penyemprotan disinfektan di setiap kantor dengan persediaan 1000L, di setiap kelurahan dilakukan hal yang sama juga bahkan setiap RW juga dilakukan hal yang sama selain itu ada juga pihak swasta dan masyarakat yang membantu.

    Instruksi dari Walikota setiap daerah harus menyiapkan tempat isolasi mandiri, Kecamatan Gedebage sendiri juga sudah mengajukan 5 tempat isolasi tapi hasil pengecekan Dinkes hanya 1 yang memenuhi syarat itu pun perlu pembenahan kembali, tempatnya di  aula atas di kantor kecamatan namun karena tempat tersebut adalah aula tentunya memerlukan beberapa persiapan tambahan terlebih dahulu seperti penyekat untuk membagi menjadi beberapa ruangan, tempat tidur dan juga perlu ada perbaikan untuk kamar mandinya.

    “Harapan kami sebagai satgas penanganan Covid tingkat kecamatan yang pertama patuhilah protokol kesehatan yang telah ditentukan karena bukan untuk siapa-siapa tapi untuk mereka di lingkungan keluarga, karena mau siapa lagi kalau bukan kita, jadi mulailah dari diri kita sendiri,” Ucap Asep Tamim.***M.Riza Firdaus

     

  • Meski Ada Refocusing Anggaran, Pemkab Garut Tetap Lakukan Pembangunan Infrastruktur

    Meski Ada Refocusing Anggaran, Pemkab Garut Tetap Lakukan Pembangunan Infrastruktur

    GARUT,koran-samudra.com– Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan, dalam melaksanakan kegiatan, pihaknya telah melakukan langkah efisiensi sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan dan Permendagri.

    “Dalam rangka melaksanakan kegiatan-kegiatan setelah adanya peraturan Menteri Keuangan yang mengatur mengenai masalah penanganan Covid-19, maka pemerintah daerah bersama DPRD melakukan langkah-langkah efisiensi sebagaimana dalam peraturan Menteri Keuangan dan Permendagri,” kata Bupati dihadapan Ketua DPRD Kabupaten Garut, Euis Ida Wartiah, pimpinan DPRD dan anggota, termasuk Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, dalam Rapat Paripurna Istimewa Masa Sidang I Tahun Sidang 2021 yang digelar di Ruang Rapat DPRD, Kabupaten Garut, Selasa (16/2/2021), dalam memperingati Hari Jadi ke-208 Garut

    Meskipun telah melakukan refocusing anggaran, Rudy Gunawan menyatakan pihaknya tetap melaksanakan pembangunan dengan mengutamakan hal yang berhubungan dengan pemulihan ekonomi serta penguatan perlindungan sosial. “Akibatnya banyak kegiatan-kegiatan yang harus di realokasi dan direfocusing. Tetapi meskipun demikian kita mampu melaksanakan pembangunan dengan mengutamakan hal yang berhubungan dengan adanya pemulihan ekonomi, penguatan yang berhubungan dengan sosial dan kesehatan. Disamping itu kita tetap melaksanakan infrastruktur dasar,” lanjutnya.

    Pada kesempatan ini juga, Rudy mengumumkan vaksinasi Covid-19 terhadap anggota DPRD akan dilaksanakan pada minggu pertama bulan Maret tahun 2021. “Kita telah mulai melaksanakan vaksinasi Covid-19 insyaallah pimpinan DPRD kemarin sudah bisa melakukan penanganan Covid-19 dan insyaallah yang terhormat anggota DPRD akan melaksanakan (vaksinasi) minggu pertama pada bulan Maret ini,” pungkasnya.** Wahyu/Wawan S