Blog

  • DPRD Garut Gelar Rapat Paripurna Istimewa Peringati Hari Jadi ke-208 Garut

    DPRD Garut Gelar Rapat Paripurna Istimewa Peringati Hari Jadi ke-208 Garut

    GARUT,koransamudra – Bupati Garut Rudy Gunawan mengikuti kegiatan Rapat Paripurna Istimewa DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Garut Masa Sidang I Tahun Sidang 2021 dalam rangka Hari Jadi ke-208 Garut. Rapat ini digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Garut, Jl. Patriot No.2, Kelurahan Sukagalih, KecamatanTarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (16/2/2021). Turut hadir Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum melalui aplikasi video telekonferensi/ zoom meeting.

    Bupati Rudy Gunawan menuturkan, dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-208 Garut, ia mengajak untuk terus melakukan langkah konkret dalam mengejar ketertinggalan. “Tentunya dalam melaksanakan Hari Ulang Tahun Garut (HUT) yang ke-208 ini kita terus melakukan langkah-langkah konkret bagaimana kita mengejar ketertinggalan karena Kabupaten Garut adalah kabupaten yang baru tahun 2014 keluar dari daerah tertinggal,” tutur Rudy Gunawan.

    Ia menambahkan, pihaknya dengan DPRD telah melaksanakan hal yang konkret seperti Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan telah memiliki hasil yang memuaskan. “Kami dengan DPRD telah melaksanakan hal-hal yang konkret untuk bisa mengejar ketertinggalan tersebut dan alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan meskipun banyak kekurangan-kekurangan yang harus kita perbaiki di masa-masa mendatang,” lanjutnya.

    Ketua DPRD Kabupaten Garut, Euis Ida Wartiah mengatakan momentum peringatan HJG ini akan meningkatkan semangat untuk mengejar tujuan agar Kabupaten Garut menjadi sebuah daerah otonom yang semakin meningkat kualitasnya. “Momentum peringatan Hari Jadi Garut ke-208 ini, akan semakin memanfaatkan dan meningkatkan serta memperkokoh tekad dan semangat tujuan kita untuk terus membangun, mengantarkan Kabupaten Garut sebagai suatu daerah otonomi dapat berdiri sejajar bahkan lebih meningkat dalam tarap hidup masyarakat,” ucap Euis.

    Ia juga mengatakan, pembangunan daerah di Kabupaten Garut merupakan suatu hal yang bermanfaat bagi masyarakat. “Memusatkan pembangunan daerah itu kepada suatu hal yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Garut,” ujarnya.

    Sementara, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, Kabupaten Garut memiliki dampak besar terhadap kualitas Provinsi Jawa Barat. “Kabupaten Garut, ini semua berdampak kepada Provinsi Jawa Barat, karena Garut hebat Jawa Barat pun Ikut hebat, Garut maju Jawa Barat pun ikut maju,” ucap Wagub.

    Dalam kesempatan ini juga, Wagub Jabar mengapresiasi kinerja dari Pemerintah Kabupaten Garut yang telah bekerja sama dalam memajukan Kabupaten Garut. “Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat terima kasih kepada selutuh pemangku jabatan pemegang kewenangan Kabupaten Garut atas jasa dan karyanya sehingga Garut menjadi kabupaten yang maju,” pungkasnya.** Wahyu/Wawan S

  • Bupati Rudy Gunawan Pimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-208 Garut

    Bupati Rudy Gunawan Pimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-208 Garut

    Garut, koran-samudra.com – Kabupaten Garut kini telah genap berusia 208 tahun, Bupati Garut Rudy Gunawan memimpin upacara peringatan Hari Jadi Garut (HJG) dengan tema “Percepatan Pemulihan Ekonomi Masyarakat dan Penguatan Perlindungan Sosial” yang diselenggarakan di Lapangan Otto Iskandar Dinata, Alun-Alun Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (16/2/2021).  Bertindak selaku Komandan Upacara, Camat Samarang, Neneng Martiana.

    Upacara peringatan Hari Jadi Garut ini berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, diikuti perwakilan Korpri masing-masing SKPD, TNI/Polri, Pelajar, dan organisasi kemasyarakatan, serta disaksikan di 400 titik melalui aplikasi video telekonferensi/zoom meeting dan live streaming di channel youtube Garutkab TV.

    Bupati Garut, Rudy Gunawan Bertindak selaku inspektur upacara pada Hari Jadi ke-208 Garut, di Lapang Otto Iskandar Dinata, Alun-Alun Garut,  Selasa (16/2/2021).
    Bupati Garut, Rudy Gunawan Bertindak selaku inspektur upacara pada Hari Jadi ke-208 Garut, di Lapang Otto Iskandar Dinata, Alun-Alun Garut, Selasa (16/2/2021).

    Dalam sambutannya, Bupati Garut mengatakan tema dari peringatan Hari Jadi ke-208 Garut ini berdasarkan kebijakan utama pemerintah daerah untuk memulihkan ekonomi dan melindugi masyarakat Garut. “Kebijakan utama yang dijalankan oleh pemerintah daerah, yaitu melakukan akselerasi pemulihan ekonomi, dan menguatkan kebijakan yang mengarah pada perlindungan sosial bagi seluruh masyarakat. Sehingga selaras dengan arah kebijakan pemerintah daerah, maka tema peringatan Hari Jadi Garut ke-208 ini adalah percepatan pemulihan ekonomi masyarakat dan perlindungan sosial,” sambut Bupati.

    Bupati Garut menuturkan pihaknya akan meminimalisir dampak Covid-19 di Kabupaten Garut dengan kebijakan pembangunan daerah yang telah dicanangkan melalui RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2019-2024. “Kami berkomitmen, untuk mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang dimiliki, untuk meminimalisir timbulnya dampak dari wabah Covid-19 dengan tetap menjaga arah kebijakan pembangunan daerah yang telah dicanangkan dalam RPJMD 2019- 2024,” tutur Rudy Gunawan.

    Dalam kesempatan ini, Rudy Gunawan menyampaikan penghormatan kepada tenaga medis yang telah berjuang siang dan malam dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam menangani Covid-19. “Atas nama pemerintah daerah saya ingin menyampaikan penghormatan, rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada  pertama, seluruh tenaga medis dan non medis diseluruh institusi layanan kesehatan,” ucap Rudy.

    Rudy Gunawan juga memberikan apresiasi dan rasa terimakasih kepada Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), Anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) serta jajaran birokrasi pemerintah daerah yang telah bekerja sama mewujudkan Garut Yang Bertaqwa, Maju dan Sejahtera.

    Pada kesempatan ini, Bupati memberikan beberapa penghargaan secara simbolis antara lain kepada perwakilan masing-masing profesi,  penghargaan kepada Pemenang Evaluasi Kinerja Kecamatan Tahun 2021 dan bantuan kepada korban bencana alam dari BJB Garut sebesar 50 juta rupiah.

    Camat Selaawi, Ridwan Effendi, penerima penghargaan Purwaka Intan Kedaton, mengatakan pihaknya bahagia telah menerima penghargaan  yang ketiga kalinya. “Tentu saja ini sebuah kebahagiaan dan kebanggaan kami segenap warga masyarakat di Kecamatan Selaawi, penghargaan untuk Pataka ini yang ketiga kalinya bagi Kecamatan Selaawi yang tentu ini merupakan hasil kerja sama sinergitas seluruh stakeholder di Kecamatan Selaawi,” ucap Ridwan.

    Ia juga berharap, Kabupaten Garut bisa sejalan dengan visi dari Bupati Garut yaitu terwujudnya Garut Bertaqwa, Maju, dan Sejahtera. “Harapan kedepan tentu saja sejalan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Garut tentu saja sejalan dengan visi pak Bupati, terwujudnya Garut Bertaqwa, Maju, dan Sejahtera,” pungkasnya.

    Berikut peraih penghargaan dari masing-masing profesi sebagai berikut :

    1. Dr. John Manurung, Spesialis penyakit dalam (Perwakilan Tim Dokter Covid-19)

    2. Nonoh Kusniati, S,Kep. Ners ( perwakilan perawat covid 19)

    3. Rahmat Mulyadi, AMD Rad ( Perwakilan Radiografer)

    4. Dini Nurajizah (Perwakilan Petugas Laboratorium)

    5. Yoyon Sopandi (perwakilan petugas Pemakaman Pasieun Covid yang meninggal dunia)

    6. Dr. H. Eddy Kusmayadi (perwakilan Tenaga  Kesehatan seluruh puskesmas se kabupaten garut)

    7. Santunan Duka Cita kepada Ahli Waris Almarhum Sofwan Ambari, S,Kep.Ners (Tenaga Kesehatan yang meninggal dunia akibat covid-19)

    Pemenang Evaluasi Kinerja Kecamatan Tahun 2021 :

    1. Juara 1 : Camat Selaawi (Meraih Pataka Purwa Intan Kedaton)

    2. Juara 2 : Camat Malangbong

    3. Juara 3 : Camat Tarogong Kaler

    4. Juara Harapan 1 : Camat Garut Kota

    5. Juara Harapan 2 : Camat Samarang

    6. Juara Harapan 3  : Camat Pamulihan

    7. Peraih Best Effort : Camat Pasirwangi

    8. Sekmat Terbaik 1 : (Muhamad Badar Hamid, Sstp, M.Si ) Sekmat Malangbong

    9. Sekmat Terbaik 2 : (Drs Yogaswara) Sekmat Karangpawitan

    10. Kasi Pemerintahan Terbaik 1 : (Lilis Rohanah) Kecamatan Cigedug

    11. Kasi Pemerintahan Terbaik 2 : (Tata) Kecamatan Selaawi

    12. Kasi Pmd Terbaik 1 : (Agus Tomi Sr) Kecamatan Tarogong Kidul

    13. Kasi Pmd Terbaik 2 : (Deden Munawar, S.IP) Kecamatan Malangbong

    14. Kasi Pelayanan Terbaik 1 : (Hj Lina Marlina) Kecamatan Tarogong Kaler

    15. Kasi Pelayanan Terbaik 2 : (Tamamudin, S.IP) Kecamatan Wanaraja

    16. Kasi Kesra Terbaik 1 : (Hj. Oom Komalawati, S.Sos, MM)  Kecamatan Pasirwangi

    17. Kasi Kesra Terbaik 2 : ( Agus Rusmana, S.KM) Kecamatan Leuwigoong

    18. Kasi Trantib Terbaik 1 :  (Ohan Suryana, S.IP) Kecamatan Malangbong

    19. Kasi Trantib Terbaik 2 :  (Ahmad Ruhiat Budiman) Kecamatan Garut Kota

    20. Kassubag Umum Terbaik 1 (Dewi Ratna Juwita, S.E) Kecamatan Malangbong

    21. Kassubag Umum Terbaik 2 : (Dadang Supriatna, S.IP) Kecamatan Selawi

    22. Kassubag Keuangan Terbaik 1 : (Ade Kurniawan S.E) Kecamatan Pangatikan

    23. Kassubag Keuangan Terbaik 2 : ( Imas Nurhasanah, Sh) Kecamatan Malangbong

    24. Ketua Tp.Pkk Terbaik 1 : ( Ny. Wanti Yulianti, S.Keb) Kecamatan Cisewu

    25. Ketua Tp Pkk Terbaik 2 : (Ny Erah Kamilah) Kecamatan Tarogong Kidul

    26. Ketua Tp Pkk Terbaik 3 : (Ny. Hj. Teti Suhendar) Kecamatan Leuwigoong****Wahyu/Wawan S

  • Unik! Ini Jurusan Yang Cocok Bagi Kamu Yang Suka Nyimak

    Unik! Ini Jurusan Yang Cocok Bagi Kamu Yang Suka Nyimak

    Bandung, koran-samudra.com – (16/02/2021). Keterampilan berbahasa mencakup empat kegiatan yang meliputi keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan menulis, dan keterampilan membaca. Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang lisan-lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang tidak disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.

    Mengutip dari Wikipedia ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi cara kita untuk menyimak, diantaranya adalah :

    1. Faktor fisik, seseorang sangat berpengaruh dalam kegiatan menyimak yang dilakukan oleh seseorang, misalnya seseorang harus berada dalam keadaan sehat dan pada lingkungan yang mendukung ketika melakukan kegiatan menyimak.
    2. Faktor psikologis seseorang sangat berpengaruh dalam melibatkan sikap-sikap dan sifat-sifat pribadi seseorang ketika melakukan kegiatan menyimak, seperti rasa simpati dan empati, keegoisan, kurang luasnya pandangan, kebosanan, dan sikap yang tidak layak dalam kegiatan tersebut.
    3. Faktor Pengalaman pertumbuhan dan perkembangan pengalaman seseorang juga menentukan kesuksesan kegiatan menyimak.
    4. Kebiasaan kebiasaan seseorang dapat menentukan kesuksesan kegiatan menyimak karena jika seseorang terbiasa menyimak dengan melompat-lompat atau tidak secara utuh, akan sulit untuk menangkap isi dari informasi yang diberikan.

    “UTS prakteknya seperti ke Lab Bahasa nanti di puterin audio kita ngedengerin apa yang diputerin di audio itu, kita dengerin catet, karena cepet banget diputer cuman sekali setelah audio beres ada latihan soal pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan di audio itu. Di latihan soal semua pertanyaan di audio itu pasti keluar jadi kalau nggak catet nggak bakal tau jawabannya,” Ucap Adinda (19) salah satu Mahasiswi Pendidikan Sastra Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia.

    Pelajaran menyimak tersebut dirasa penting untuk dipelajari oleh semua orang bukan hanya mereka yang berada di jurusan Pendidikan Sastra Indonesia saja karena jika kita tidak bisa menyimak dengan baik setiap fenomena apalagi hal tersebut adalah sesuatu yang penting tentunya akan menjadi suatu kerugian bagi kita tersendiri karena tidak bisa menangkap informasi apa yang disampaikan oleh pembicara di depan.****M.Riza Firdaus

  • Pentingnya Memulai Usaha Sejak Dini

    Pentingnya Memulai Usaha Sejak Dini

    Bandung, koran-samudra.com – (16/02/202). Menurut Society’s Needs. Usaha atau bisnis adalah suatu kegiatan individu untuk melakukan sesuatu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna untuk mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Memang tidak dapat kita pungkiri bahwasanya edukasi tentang berbisnis memang harus diberikan kepada mereka yang masih duduk di bangku sekolah, tidak sedikit juga dari siswa-siswi tersebut yang kadang membawa barang dagangannya ke dalam kelas untuk kemudian dibeli oleh teman-teman ataupun gurunya, hal tersebut tentunya menimbulkan pro dan kontra bahwasanya ada yang beranggapan sekolah bukanlah tempat untuk berjualan namun disisi lain ada juga guru yang berpendapat bahwa tidak apa-apa membiarkan murid berjualan di kelas asalkan tau waktu dan tidak mengganggu aktifitas belajar mengajar.

    Fera Veronika (22) merupakan seorang fresh graduate dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Jurusan Management Resort and Leisure.  Fera sudah mulai melakukan usaha semenjak dia duduk di bangku SMA dengan berjualan basreng cobek tapi hanya di dalam kelasnya saja untuk sekedar menambah uang jajannya.

    Saat ini Fera telah memulai usaha barunya dengan berjualan Strap Mask yang sedang digandrungi oleh para milenial.

    “Sekarang sudah ada sosmed mempermudah banget buat usaha, rezeki nggak akan ketuker walaupun sudah banyak produk yang sama kayak kita,” Ucapnya.

    Di masa pandemi ini orang-orang memakai masker jadi Fera juga mengikuti jaman pandemi ini, harus selalu pakai masker, dia berpikir untuk cari peluang disaat seperti ini dan memilih strap masker untuk peluang usaha nya. Untuk mengisi waktu luang Fera biasanya akan bermain di sosmed memasarkan produknya di Instagram ataupun di WhatsApp.

    Alasan Fera memulai usaha adalah untuk memutar uangnya supaya tidak selalu merepotkan orang tua, selain itu dia juga saat ini sudah lulus kuliah jadi rasanya agak sedikit malu jika masih meminta orang kepada orang tua kita.

    “Untuk teman-teman yang masih mencoba untuk berusaha menurut aku kita harus mulai dulu aja, karena kalau hanya planning aja ngga ada realisasinya sama aja boong, kalau misal konsep-konsep terus nggak akan maju, rezeki nggak akan ketuker jadi coba dulu aja, biar bisa merasakan gimana caranya cari uang jadi cobain langsung praktek aja, banyak kok yang masih kecil udah buka usaha sendiri,” Ucapnya.***M.Riza Firdaus

  • Global Wakaf ACT salurkan hewan ternak pada Situwangi Islamic Boarding School Cikajang

    Global Wakaf ACT salurkan hewan ternak pada Situwangi Islamic Boarding School Cikajang

    GARUT,koran-samudra.com-ACT(Aksi Cepat Tanggap) Kabupaten Garut minggu(14/02/21) di Aula Pesantren Luncurkan salah satu program unggulan Global Wakaf ACT yaitu Wakaf Ternak Produktif. Lauching ini yang pertama di Kabupaten Garut yaitu di Situwangi Islamic Boarding School (SIBS) Cikajang.

    Acara sangat seru dan menarik ketika MC yang menggunakan dua bahasa yaitu Inggris dan Indonesia. Staf Program ACT Garut Acep Yahya ketika di wawancarai oleh koran samudra mengatakan,yang menjadi alasan kenapa memilih Situwangi Boarding School untuk launching, dikarenakan pesantren ini sudah memenuhi kriteria untuk dititipkan hewan ternak Wakaf, serta berbagai Kesiapan nya dari pihak Pesantren,di lihat dari lahan pesantren yang luas mencapai 10 hektar,begitu juga kandang domba yang mampu menampung hingga 200 ekor yang di lengkapi lahan pakan atau odot untuk domba.
    Global Wakaf ACT salurkan hewan ternak pada Situwangi Islamic Boarding School Cikajang

    Lanjut Acep, jumlah santri yang ada di Pesantren ini cukup banyak juga, sehingga untuk kedepanya berharap dengan adanya program ini Tak hanya menjadikan pesatren mandiri, Wakaf Ternak Produktif ini juga diharapkan turut meningkatkan kemandirian umat untuk kebutuhan pangan, terutama daging yang halal. Untuk pesantren sendiri, Wakaf Ternak produktif ini bisa menjadi pusat belajar ternak modern bagi para santri dan masyarakat sekitarnya.
    Program Wakaf Ternak Produktif sejatinya adalah program yang Berkolaborasi dan menggandeng pesantren sebagai basis peternakan, Wakaf Ternak Produktif insyaallah akan memaksimalkan peran para santri sebagai sumber daya penggerak wakaf produktif ini.
    Sementara itu salah satu pengurus Pesantren yang diamanahkan untuk menjadi penanggung jawab Program WTP yaitu ustadz Mohamad Ramdan S.Pt dalam sambutan nya, Alhamdulillah program ini sangat membatu,yang dulunya terak di pesantren sedikit.kami akan sungguh sungguh dengan adanya program ini.kami juga membuktikan datang langsung ke Lokasi Lumbung Ternak wakaf (LTW) di desa Cinta Bodas Kecamatan Culamega Kabupaten Tasik,kami menaruh harapan Mudah-mudahan dengan bertambahnya domba bantuan dari program WTP ini bisa menambah penghasilan dari segi ekonomi dan aktivitas santri bisa lebih produktif lagi,kata Ustadz Mohamad Ramdan S.pt.**Wawan S

  • Di Tengah Momentum Hari Jadi ke 208 Garut , Bupati Garut Ajak Masyarakat Sukseskan Vaksinasi

    Di Tengah Momentum Hari Jadi ke 208 Garut , Bupati Garut Ajak Masyarakat Sukseskan Vaksinasi

    GARUT,koran-samudra.com – Kabupaten Garut pada hari Selasa, 16 Februari 2021, genap berusia 208 tahun. Dalam momentum hari jadi daerahnya, Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengajak masyarakat untuk menyukseskan vaksinasi yang sedang dilakukan oleh pemerintah.

    “Kami tetap berpesan di hari ulang tahun ini Garut yang ke 208 ini, ayo kita tingkatkan protokol kesehatan, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, dan tentu selalu menggunakan masker, dan kita pun menyukseskan program vaksinasi untuk melindungi diri dan melindungi negeri,” ujar Rudy, di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Minggu (14/2).

    Meskipun di masa pandemi, lanjut Rudy, pihaknya tetap bersemangat melaksanakan pembangunan dan melakukan pemulihan ekonomi sesuai dengan tema Hari Jadi ke 208 Garut (HJG), yakni Percepatan Pemulihan Ekonomi Masyarakat dan Penguatan Perlindungan Sosial. “Insya Allah di masa pandemi ini kita tetap semangat melaksanakan pembangunan dan melakukan langkah-langkah untuk melakukan penguatan jaminan sosial dan kesehatan serta melakukan pemulihan ekonomi,” ucapnya.

    Ia mengajak semua pihak untuk mewujudkan Kabupaten Garut yang Tata Tengrem Kerta Raharja dengan inovasi dan kolaborasi. “Semoga kita semua diberikan perlindungan oleh Allah SWT, sehingga kita bisa melaksanakan pembangunan di Kabupaten Garut dengan inovasi (dan) kolaborasi, ayo kita wujudkan Kabupaten Garut yang tata tengrem kerta raharja dengan ridho Allah SWT.” pungkasnya.**Wahyu

  • Wabup Garut Dr. Helmi Budiman Jalani Vaksinasi Kedua di Puskesmas Pembangunan

    Wabup Garut Dr. Helmi Budiman Jalani Vaksinasi Kedua di Puskesmas Pembangunan

    GARUT,koran-samudra.com – Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman menjalani vaksinasi Covie-19 tahap kedua di Puskesmas Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (15/2/2021).

    Wabup Garut Dr. Helmi Budiman Jalani Vaksinasi Kedua di Puskesmas Pembangunan

    Menurut Kepala Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surachman, vaksinasi dimulai pada pukul 09.00 setelah acara ziarah ke makam bupati pertama dalam rangkaian acara Hari Jadi ke-208 Garut.

    Wakil Bupati Garut mengatakan seseorang yang sudah divaksin Corona tetap perlu menjalani protokol kesehatan, sebab masih ada risiko dirinya terinfeksi dengan gejala Covid-19 ringan dan menularkan pada orang lain.

    Wabup menambahkan, usai disuntik vaksin Corona dosis kedua, seseorang tak jadi kebal Corona 100 persen. Mereka yang divaksin masih bisa tertular COVID-19 tetapi tak mengalami gejala berat. “Alhamdulillah tadi saya sudah disuntik dan disuruh tunggu 30 menit untuk mersakan ada gelaja atau tidak dan alhamdulilah tidak ada gejala apapun,” ucap Wabup.

    Wabup mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut divaksin karena sudah dijamin aman. “Untuk masyarakat jangan takut untuk di vaksin ternyata sudah terbukti vaksin ini aman. Perasaan waktu di vaksin pertama dan kedua masih tetap sama masih tegang,” ujarnya.

    Helmi juga meminta kepada yang sudah divaksin agar selalu menerapkan protokol kesehatan. “Untuk itu bagi yang sudah di vaksin tetap menjalankan protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, cuci tangan pakai sabun,” pungkasnya.**Wawan S

  • Gabungan Seniman Cukur Rambut Garut bersinergi dengan ACT Gelar Cukur Amal Untuk Korban Bencana

    Gabungan Seniman Cukur Rambut Garut bersinergi dengan ACT Gelar Cukur Amal Untuk Korban Bencana

    Gabungan Seniman Cukur Rambut Garut bersinergi dengan ACT Gelar Cukur Amal Untuk Korban Bencana

    GARUT,koran-samudra.com-Parnership ACT(Aksi Cepat Tanggap) Kabupaten Garut bersinergi bersama Gabungan Seniman Cukur Rambut Kabupaten Garut adakan Kegiatan Peduli Bencana minggu(14/02/21) Di areal Lapangan Olah Raga Kerkop Garut.Kegiatan kepedulian Bencana Alam Nasi Komunitas yang tergabung yaitu(PPRG,Baber Scol Abah Atok,Ka’er 24 Baber Tools,LPK Baraya Desa,Baberhood dan Baber School Abah Hada.

    Gabungan Seniman Cukur Rambut Garut bersinergi dengan ACT Gelar Cukur Amal Untuk Korban Bencana

    Dalam kegiatan yang di gagas eldy yang merupakan pemilik Eldy Barbersif mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Komunitas Tukang Cukur Rambut di Garut terhadap korban bencana yang terjadi di Garut dan wilayah lainnya di Indonesia.

    Dikatakan Ali Gupron,Alhamdulillah acara ini dari awal sampai akhir lancar dan kami ucapkan banyak tetimakasih ke semua pihak atas kerjasamanya, walau pemangkas yang hadir lebih dari 30 orang sedangkan yang memangkas hanya 11 orang,tentunya di karnakan pengunjung yang datang masih sepi pengunjung dan belum pada tau bawa Lapangan Kerkop di buka untuk umum kembali.

    Di akhir kegiatan pihak Perwakilan dari Seniman Cukur Rambut melakukan penyerahan hasil cukur rambut Ke ACT,Agar tentunya hasil dana tersebut di salurkan Oleh ACT Kabupaten Garut kepada warga yang membutuhkan bantuan. **Wawan S

  • Dandim 0611/Garut tinjau langsung prokes dalam pertandingan bulu tangkis di Desa Situsaeur Kecamatan Karangpawitan

    Dandim 0611/Garut tinjau langsung prokes dalam pertandingan bulu tangkis di Desa Situsaeur Kecamatan Karangpawitan

    Garut, koran-samudra.com – Pembukan Pelaksanaan  Turnamen Bulu Tangkis PB Situsaeur minggu(13/02/21). Di hadiri oleh Dandim 0611 Garut, Kapolsek Karangpawitan dan tamu undangan lainnya.

    Dalam kebiasaan masyarakat baru yaitu PPKM berskala mikro dimana beberapa kegiatan masyarakat dikurangi termasuk dalam hal berkerumun.

    Tetapi dalam PPKM berskala mikro juga bukan berarti kegiatan berolah raga dihentikan, tetapi tetap ada batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar.Seperti yang diucapkan Dandim 0611/Garut Letkol Czi Deni Iskandar dalam sambutanya bahwa pembinaan re generasi dibidang olah raga itu penting, tetapi disaat pandemi covid-19 ini prokes juga harus diterapkan.

    “Ini merupakan kegiatan positif, selain menjaga imun tubuh kita tetap kuat,pertandingan bulu tangkis ini semoga bisa menghasilkan bibit-bibit calon atlit yang bisa berjaya dikancah Nasional maupun Internasional, tetapi saya tekankan kepada panitia agar tetap menjalankan prokes, membatasi jumlah pertandingan perharinya, membatasi juga jumlah penontonnya agar tidak ada perkerumunan,” ucap Dandim 0611/Garut.

    Ucapan senada pun terlontar dari ketua panitia penyelenggara turnamen bulu tangkis PB Situsaeur, H. Nurdin dalam sambutanya menyatakan bahwa segala kegiatan termasuk kegiatan olah raga harus sesuai arahan dari pemerintah.

    “Dimasa covid-19 ini dimana dalam kita sedang berjuang melawan penyebaran covid-19 selain menjalan prokes, kondisi imun kita juga harus dijaga salah satunya dengan berolah-raga, Tetapi sesuai tadi yang diucapkan Dandim bahwa bahwa kita harus terus tetap menjaga dan melaksanakan prokes,” ucapnya.

    Dalam pantauan koran samudra dalam turnamen bulu tangkis PB Situsaeur hanya diikuti oleh peserta warga Desa Situsaeur dengan tujuan menggali bibit muda dan menjaga imun tubuh agar tetap kuat dan sehat.

    Pembukaa pelaksanaan turnamen bulu tangkis  PB Situsaeur yang  bertempat di GOR Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan.

    Pertandingan  Turnamen Bulu Tangkis PB Situsaeur ikut dimeriahkan  bermainnya Dandim 0611/Garut yang berpasangan dengan Ketua panitia melawan pasangan Kapolsek Karangpawitan dan Danramil 1102/Karangpawitan, Hasil pertandingan pun dimenangi oleh pasangan Kapolsek Karangpawitan dan Danramil 1102/Karangpawitan.** Wawan S

  • Lakukan ini Waktu Muda, Jangan Sampai Menyesal

    Lakukan ini Waktu Muda, Jangan Sampai Menyesal

    Bandung, koran-samudra.com – (12/02/2021). Mengutip dari Wikipedia Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat. Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Namun yang akan kita bahas disini bukanlah mimpi pada saat tidur, akan tetapi apa yang ingin kita capai di masa depan kelak. Semua orang pasti mempunyai mimpi yang besar di masa depan, namun tidak semua dari mereka mampu untuk  bangun dari tidur dan mulai mengejar mimpi nya itu, sudah banyak sebutan untuk para generasi muda dewasa ini dan yang paling cocok dengan perihal tersebut mungkin adalah ‘Generasi Rebahan’. Maka dari itu sebelum semuanya terlambat sebaiknya kita segera membenahi pola pikir supaya tidak menyesal di kemudian hari karena tidak bisa menggapai mimpi-mimpi kita di masa muda.

    Aditya Astriadi (24) merupakan seorang pria yang berlatar belakang lulusan Teknik Industri mulai bergelut di dunia bisnis sudah lama sekali, pahit-manis, jatuh-bangun sudah dia rasakan bukan hanya sekali-dua kali sehingga saat ini sudah memiliki suatu tempat seperti kolektif yang mewadahi rekan-rekannya yang bergerak di dunia industri kreatif, disana terdapat toko kopi, makanan, studio foto, ruang editor dan lain sebagainya.

    “Kita bergerak bersama-sama, saya wadahi teman-teman yang mau usaha,” Ucapnya.

    Pria asal Sulawesi tersebut saat pertama kali berbisnis Adit menjual sepatu premium karena banyak teman-temannya yang memesan ketika pulang kampung, sudah sempat memasukan ke toko-toko juga namun sayang terkendala karena banyak teman-temannya yang tidak melanjutkan. Setelah berjualan sepatu bekas Adit juga pernah berbisnis konveksi menerima pesanan dari teman-temannya untuk kemudian dia kolektif dan memesankannya ke konveksi kenalannya yang sudah menjadi langganan sehingga mendapatkan harga yang lebih murah.

    Adit juga menyampaikan pernah gagal nikah karena suatu kendala, bisnisnya pernah mengalami pemerosotan namun dengan usaha dan keyakinan bisa bangkit kembali dia terus memutar otak untuk berusaha mengembangkan kembali usahanya tersebut.

    “ini dulu rumah tetangga saya di rumah yang dulunya kostan karena tidak pada bayar, saya pikir kayaknya bagus kalau dibikin rumah kreatif yang didalamnya banyak terdapat bisnis bidang industri kreatif. saya harap dampaknya bisa ngewadahin orang-orang kreatif dan seni, yang bingung masarinnya kayak gimana bisa kita bantu arahkan gitu,” Ucapnya.

    Tidak sedikit orang-orang seperti Adit yang mampu memanfaatkan suatu peluang menjadi suatu hal yang bermanfaat, banyak orang yang bilang bahwa peluang itu tidak datang dua kali, kalau seperti itu konsepnya yang perlu kita lakukan hanya menjadi yang terbaik sepanjang waktu “Do The Best All The Time” maka dengan prinsip tersebut setiap ada peluang kita pasti bisa berpikir positif sehingga bisa menimbang antara resiko dan juga keuntungan yang bisa kita peroleh dengan lebih baik lagi.

    “Kalo saya simple jaman sekarang banyak anak muda yang berpikir saya main game tidur rebahan di rumah padahal dia berharap besok itu ada hasil yang baik padahal nggak. Mimpi tanpa eksekusi itu halusinasi, aksi tanpa visi itu juga sama halusinasi jadi mulai aja dulu,” Ucapnya.***M.Riza Firdaus