Blog

  • Salah Satu Usaha yang Tidak Akan Basi Wajib Kamu Coba

    Salah Satu Usaha yang Tidak Akan Basi Wajib Kamu Coba

    Bandung, koran-samudra.com – (12/02/2021). Di masa pandemi seperti sekarang ini pastinya semua orang mulai berpikir bagaimana caranya untuk memiliki penghasilan tambahan, karena terkadang hanya mengandalkan dari gaji saja tidak akan cukup untuk menghidupi kehidupan sehari-hari. Tidak sedikit perusahaan yang memotong gaji para karyawannya dewasa ini, hal tersebut tentunya membuat sebagian orang mulai memutar otak bagaimana caranya untuk mulai memiliki penghasilan tambahan yang dapat membantu keperluan sehari-hari bahkan diharapkan bisa untuk menambah tabungan juga.

    Gandini Kemala (18) yang dulunya bersekolah di SMK Negeri 1 Bandung Jurusan Administrasi Perkantoran saat ini sudah memulai usaha dalam bidang fashion seperti kerudung dan juga batik.

    “Karena fashion itu selalu dipergunakan akan selalu ada gitu mau kaya gimanapun baju terus kebutuhan itu kan di pakai untuk kehidupan sehari hari jadi cocok,” Ucapnya.

    Selain itu usaha fashion tersebut sangat cocok dan bisa dilakukan oleh semua kalangan, di masa digitalisasi seperti sekarang ini alat untuk promosi produk sangat mudah untuk menggapai calon konsumen, kita bisa menggunakan sosial media yang terdapat jutaan manusia di sana untuk memasarkan produk kita dan calon konsumen pun bisa memilih produk apa yang ingin dibeli setelah itu jika dirasa sudah cocok tinggal melakukan transfer dan barang pesanan pun akan dikirimkan melalui ekspedisi.

    Asal ada kemauan pasti ada jalan, prinsip tersebut mungkin adalah pemikiran dasar dari semua pebisnis, mulai saja dulu baru bersyukur dan lain sebagainya yang merupakan slogan-slogan penyemangat bagi mereka yang baru memulai ataupun yang sudah expert dalam bisnisnya.

    “Saran dari aku sebenarnya aku juga masih mikir bisa nggak sih bisnis, kalau kita punya partner kita pasti bisa menjalaninya harus siap dengan resiko apapun, perbanyak relasi komunikasi dalam berbisnis. Yang terakhir harus mempertimbangkan semua resiko yang ada supaya bisa menghitung lebih banyak untungnya atau ruginya,” Ucapnya. ****M.Riza Firdaus

     

  • Ini Suka dan Duka Menjadi Mahasiswa Rantau

    Ini Suka dan Duka Menjadi Mahasiswa Rantau

    Bandung, koran-samudra.com – (12/02/2021). Menjadi seorang mahasiswa tentunya adalah suatu hal yang terdapat momen untuk pengembangan diri setiap orang, karena sesudah lulus kuliah pastinya kita langsung dihadapkan dengan dunia kerja yang notabennya lebih keras dari kehidupan kita sebelumnya, maka dari itu pada masa kuliah lah kita harus mampu untuk menempa diri dengan soft skill yang kita butuhkan untuk bekal kita kelak saat masuk dunia kerja. Pada saat memasuki fase tersebut kita dituntut untuk lebih dewasa dan mandiri baik secara pemikiran maupun Tindakan, oleh karena itu tidak sedikit orang yang ingin kuliah di luar kota dan hidup mandiri jauh dari orang tua, mungkin maksudnya bukan tidak ingin tinggal Bersama orang tua lagi akan tetapi orang-orang yang seperti itu lebih berpikir ingin merasakan bagaimana kehidupan mandiri yang sebenarnya itu seperti apa sehingga tidak jarang banyak yang memilih untuk nge-kost bahkan tidak sedikit juga ada yang kuliah sambil kerja part time atau membuka suatu usaha.

    “Pengen nyoba lingkungan baru” itulah ungkapan dari salah satu orang Bandung yang memilih untuk kuliah di Bogor, Hafidz Fadilah (19) saat ini adalah seorang mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang memilih untuk berkuliah di luar Kota. Dengan alasan yang sederhana seperti itu membuat Hafidz ingin lebih mengeksplor dunia luar itu seperti apa, selama hidup 18 tahun di Bandung dia ingin mencoba tantangan dan lingkungan baru yang belum pernah dia dapatkan di Bandung.

    “Kenapa memilih rantau karena saya ingin mencoba mandiri, saya laki-laki kasarnya pengen mencoba jauh dari orang tua, hidup sendiri nyari uang sendiri, coba jauh dari orang tua dalam artian yang baik yah,” Ucapnya.

    Kebanyakan masalah mahasiswa rantau pastinya adalah kangen dengan kampung halamannya, tidak sedikit dari mahasiswa rantau yang menyerah karena tidak bisa terlalu lama untuk jauh dari rumah dan belum bisa mengatasi rasa rindu yang terpendam selama satu semester sehingga memutuskan untuk kembali ke kampung halaman. Untuk Hafidz sendiri karena berkuliah di Bogor sehingga tidak terlalu jauh jarak antara Bandung sehingga bisa menyempatkan pulang 1-2 bulan sekali biasanya.

    Untuk lebih meningkatkan produktifitasnya Hafidz juga mengikuti beberapa kegiatan kampus seperti BEM supaya bisa bersosialisasi dan mendapat relasi disana agar dapat menghabiskan waktu setelah selesai pembelajaran dengan lebih bermanfaat dan dapat menghasilkan suatu karya yang dapat mengasah soft skill nya tersebut.

    “Sekarang dikasih amanah di BEM KM IPB sebagai Kementerian Apresiasi dan Olahraga,” Ucapnya.

    Hafidz sendiri mempunyai cara tersendiri untuk mengatasi suasana kangen terhadap kota Bandung, di IPB terdapat Paguyuban Mahasiswa Bandung (PAMAUNG) yang dimana orang-orang di dalamnya adalah orang Bandung yang berkuliah di IPB, hal tersebut yang menjadikan Hafidz menjadi betah tinggal disana karena suasana nya jika berkumpul dengan PAMAUNG tersebut serasa berada di rumah kedua katanya.

    “Buat teman-teman yang mau ikut juga menjadi mahasiswa rantau harus siapin fisik, mental dan persiapan dari daerah masing-masing nanti, usahakan lihat dulu kondisi disana untuk cek apakah memungkinkan atau nggak, liat juga biaya hidupnya kalau cocok cabut aja, terus harus cepat adaptasi juga liat temen mana yang satu frekuensi sama kita biar kalo mau ngerjain tugas atau cari relasi gampang gitu,” Ucapnya.****M.Riza Firdaus

     

  • *”BIN” Kawan Dekat Jubir Istana Serahkan Dua Tersangka  Korupsi Bansos Anggota DPR ke KPK*

    *”BIN” Kawan Dekat Jubir Istana Serahkan Dua Tersangka Korupsi Bansos Anggota DPR ke KPK*

    Jakarta,koran-samudra.com – Koordinator aksi Gerakan Indonesia Beres (GIB), Bambang Isti Nugroho (BIN) menyerahkan dua anggota DPR-RI yang diduga terlibat dalam kasus korupsi Bansos pandemi Covid19 kepada KPK dalam aksi yang dilakukan pada hari Kamis pagi, 11 Pebruari 2021 di gedung KPK.

    Dalam aksi teatrikal ini, dua peserta aksi memerankan sebagai anggota DPR yang ditangkap dengan mengenakan rompi kuning dan tangan diborgol. Mereka juga mengenakan kalung besar bertuliskan inisial nama “HaHa” dan “IYe”, yang mana dalam laporan majalah Tempo disebut ada dugaan keterlibatan HH dan IY dari salah satu fraksi Partai besar di DPR-RI dalam kasus korupsi Bansos Covid19 yang sudah menjadikan mantan Mensos Juliari Batubara sebagai tersangka.

    Bambang Isti mengatakan bahwa korupsi Bansos Covid19 termasuk mega korupsi dengan potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp.6 triliun lebih. “Angka ini berasal dari temuan KPK bahwa jumlah penerima Bansos Tanpa NIK 16,7 juta nama dan dengan NIK ganda mencapai lebih dari 1 juta nama. Berapa itu kalau dikalikan nilai paket Bansos Rp.300ribu/ paket. Belum lagi dihitung nilai paket Bansos yang sudah berkurang dari nilai seharusnya Rp.300.000/paket ketika diterima masyarakat”, lanjutnya menjelaskan.

    Bambang Isti Nugroho ( BIN )yang di kalangan aktivis dikenal merupakan teman diskusi Fadjroel Rahman (sekarang Jubir Istana) selama aktif di komunitas Guntur 49, mengingatkan bahwa KPK telah berjanji akan menuntaskan kasus Korupsi Bansos Covid19 dan memeriksa semua pihak yang dianggap terlibat. “Tetapi sampai hari ini, belum ada anggota DPR yang diperiksa oleh KPK”, jelas Bambang.

    “Ini menjadi tanda tanya di masyarakat. Apalagi dalam kasus OTT MenKKP Edi Prabowo, istrinya yang anggota DPR dilepaskan. Apakah ada deal khusus antara KPK dan DPR?”, kata Bambang Isti.

    Bambang Isti juga menambahkan, “Karena itu, KPK jangan mempertaruhkan reputasinya hancur di mata rakyat, juga dunia internasional. Apalagi saat ini, index korupsi Indonesia turun jauh, tiga poin”, tutupnya. *** Andi M Rosul

  • Pelajar ini Menceritakan Pengalamannya Pernah di Bawa ke Kantor Polisi, Ada Apa??

    Pelajar ini Menceritakan Pengalamannya Pernah di Bawa ke Kantor Polisi, Ada Apa??

    Bandung, koran-samudra.com – (10/02/2021). Jika sudah berurusan dengan kantor polisi tentunya semua orang merasa enggan dan tidak mau jika tidak ada urusan seperti membuat SIM atau melaporkan informasi kehilangan, namun apa jadinya jika ada seorang siswa pelajar yang di panggil ke kantor polisi untuk dimintai keterangan karena ada kerusuhan yang sampai merusak fasilitas kota? Tentunya hal tersebut bukanlah sebuah prestasi melainkan suatu hal yang jelek bagi siswa tersebut.

    M Alfandev (18) merupakan alumni salah satu SMK negeri di kota Bandung yang telah menceritakan kisahnya dulu pernah dibawah ke kantor polisi untuk dimintai keterangan karena terekam kamera pengawas CCTV saat berada di lokasi kejadian, kejadian tersebut terjadi sekitar 2 tahun yang lalu karena terjadi dugaan salah satu kelompok anak dari sekolah Alfan menyerang anak dari sekolah lain.

    “Awalnya ada alumni ngumpulin anak-anak sekolah buat musyawarah sama sekolah terkait, setelah musyawarah dikumpulkan lagi di taman Lansia, banyak motor terus jalan aja, kirain mau kemana aku kan di bonceng jadi ikut aja, ternyata lewat SMA itu aku posisinya agak belakang. Pas sudah lihat kedepan ternyata kaka kelas dan anak sekolah lainnya pada ngancurin plang kaca gerbang di tendangin aku turun buat ngeberhentiin niat nyamah, tapi salah juga karena ada di tempat kejadian,” Ucapnya.

    Pada saat itu Alfan kira hanya akan bermusyawarah saja jadi dia hanya ikut-ikut apa kata alumninya tersebut, karena rasa setia kawan dan keluguannya dulu sehingga memacu Alfan untuk ikut dalam musyawarah yang berujung kerusuhan tersebut.

    “Sebelumnya ada penyerangan juga di sekolah, aku ada di tengah-tengah kejadian, kelompok itu bilang ada yg digebukin sama anak SMK sekolah aku. Sampai masuk ke sekolah ngancurin pot terus mau ngancurin kaca di pos satpam tapi ga peca,” Ucapnya.

    Pada saat dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan Alfan menjelaskan semuanya kepada polisi dan merasa kapok telah iku-ikut alumni sekolahnya tersebut. Kejadian seperti ini dulu sering terjadi di Kota Bandung yang sampai melibatkan tawuran antar sekolah karena suatu kesalahpahaman pribadi yang dibawa ke kelompok atau perkumpulan anak-anak warung. Tapi saat ini kejadian semacam itu sudah jarang terjadi karena solidaritas anak-anak pelajar di Kota Bandung khususnya Pengurus OSIS sudah terjalin dengan baik dan sering melakukan diskusi tiap hari minggu.

    “Kalo mau melakukan sesuatu harus dipikirin dulu jangan dibawa emosi, jaga-jaga juga harus pilih pertemanan mana yang baik atau yang engga, biar kejadian seperti yang aku alami sampai dibawa ke kantor polisi ngga terulang lagi, kan yang malu juga nama pribadi, orang tua sama sekolah, padahal akar dari masalahnya Cuma masalah pribadi yang di bawa ke masing-masing kelompok itu,” Ucap Alfan.***M.Riza Firdaus

  • Efek Dari Digitalisasi Membuat Masyarakat Tidak Bisa Lepas Dari Smartphone

    Efek Dari Digitalisasi Membuat Masyarakat Tidak Bisa Lepas Dari Smartphone

    Bandung, koransaamudra.com – (10/02/2021). Saat ini dunia sudah memasuki revolusi industry 4.0 bahkan di wacanakan sudah mulai memasuki revolusi industry 5.0, sudah banyak sekali lapangan pekerjaan yang sudah memakai robot sehingga menggantikan tenaga manusia karena di anggap lebih efisien dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, hal tersebut tentunya menimbulkan masalah dan tantangan bagi generasi muda untuk terus bisa mengembangkan diri supaya tidak tergantikan oleh robot.

    Selain itu juga saat ini Digitalisasi sudah masuk ke hampir semua sektor di dalam kehidupan manusia, mengutip dari Wikipedia Digitalisasi (bahasa Inggris: digitizing) merupakan sebuah terminologi untuk menjelaskan proses alih media dari bentuk tercetak, audio, maupun video menjadi bentuk digital. Digitisasi dilakukan untuk membuat arsip dokumen bentuk digital, untuk fungsi fotokopi, dan untuk membuat koleksi perpustakaan digital.

    Digitisasi memerlukan peralatan seperti komputer, scanner, operator media sumber dan software pendukung. Dokumen tercetak dapat dialihkan ke dalam bentuk digital dengan bantuan program pendukung scanning dokumen seperti Adobe Acrobat dan Omnipage. Dokumen audio dapat dialihkan ke dalam bentuk digital dengan bantuan program pengolah audio seperti CoolEdit dan JetAudio.

    Dokumen video dapat dialihkan ke dalam bentuk digital dengan bantuan program pengolah video. Tujuan Digitisasi, tidak lain adalah untuk mendapatkan efisiensi dan optimalisasi dalam banyak hal antara lain efisiensi dan optimalisasi tempat penyimpanan, keamanan dari berbagai bentuk bencana, untuk meningkatkan resolusi, gambar dan suara lebih stabil.

    Saat ini beberapa bidang kehidupan sedang mengalami proses migrasi ke teknologi digital, dengan tujuan untuk mendapatkan efisiensi dan optimalisasi. Antara lain digitisasi bidang telekomunikasi, bidang penyiaran, data-data pemerintah, dsb.

    Smartphone merupakan salah satu perangkat yang paling mendominasi kehidupan manusia dewasa ini, hampir semua kegiatan manusia tergantung dengan adanya smartphone untuk melakukan sesuatu. Mulai dari komunikasi, penyebaran informasi, uang digital, bahkan sampai belajar pun saat ini bisa di lakukan menggunakan smartphone sacara daring. Hal tersebutlah yang menyebabkan masyarakat susah lepas dari benda berbentuk persegi panjang itu, karena dengan satu benda saja bisa mendapatkan fasilitas yang beragam sekali.

    Semua yang kita butuhkan tinggal di operasikan melalui smartphone dan apa yang kita inginkan akan terlaksana, seperti memesan makanan, berpergian tanpa mau ribet membawa kendaraan, membaca buku, main game, mengirim surat dan lain sebagainya saat ini sudah bisa di operasikan hanya dalam satu alat saja.

    “kalau lagi libur biasanya 8-10 jam sehari tapi nggak terus menerus gitu ada istirahatnya,” Ujar Fina (19) seorang mahasiswi jurusan Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jabar.

    Dari pernyataan Fina berarti dia telah menyita waktunya 1/3 tiap hari bertatapan dengan smartphone nya tersebut, tentu memang hal tersebut dilakukan bukan hanya sebatas untuk hiburan saja akan tetapi dia lakukan karena semua tugas, pembelajaran dari kampus bisa di akses melalui gawainya itu.

    “Tergantung juga kalau liburnya lagi di rumah tapi kalo di luar rumah jarang pegang HP, fokus saja sama lingkungan orang-orang aku, kaya lagi rapat organisasi aku jarang banget megang HP kecuali kalau memang ada pemberitahuan gitu,” Ucapnya.

    Seiring  berjalannya waktu semakin banyak aplikasi sosial media yang bertebaran di PlayStore maupun AppStore, seperti Instagram, Telegram dan yang sedang booming saat ini adalah Tiktok. Saking banyaknya konten vidio yang di upload orang-orang di sosial media seakan-akan menyihir siapapun para penontonnya untuk terus melakukan scrolling sampai batrai HP habis atau jika waktu sudah mendekati ke kegiatan lain baru biasanya kita akan tersadar dari sihir media sosial tersebut.

    “Aku mau pesan jangan terlalu ketergantungan dengan HP karena sebenarnya harus dari diri kita sendiri untuk ngontrol diri kita buat ingat tujuan hidup kita, masa mau megang HP terus gabutnya lebih ke yang bermanfaat untuk diri aku gitu, banyakin juga hobi kaya buat mengalihkan diri dari HP kaya menggambar, kan bisa ngalihin kita dari HP, main gitar ukulele dan lain sebagainya,” Ucap Fina.***M.Riza Firdaus

     

  • Inilah Produk Best Seller Saat Ini Yang di Beli Orang di Apotek

    Inilah Produk Best Seller Saat Ini Yang di Beli Orang di Apotek

    Bandung, koran-samudra.com – (10/02/ 2021). Pada saat ini berbagai upaya sudah pemerintah lakukan untuk menekan jumlah kenaikan pasien yang terpapar virus Covid-19. Mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan juga 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan) sudah dilakukan dan adanya kontrol rutin yang telah mengatur itu semua. Tinggal dari kita sebagai masyarakat yang memilih apakah akan menuruti itu semua atau tidak, jelas peraturan-peraturan yang di buat oleh pemerintah akan percuma jika tidak ditaati oleh masyarakat.

    Namun di samping peraturan-peraturan tersebut masyarakat juga dihimbau untuk selalu menjaga imunitas tubuh salah satunya dengan mengkonsumsi Vitamin dan Suplemen supaya kebutuhan tubuh dapat terpenuhi, sehingga menyebabkan Vitamin dan Suplemen menjadi salah satu produk yang best seller dan di cari orang-orang di Apotek.

    Mengutip dari halodoc.com pengertian Vitamin dan Suplemen Meski berfungsi untuk memberikan asupan nutrisi untuk tubuh, tetapi vitamin dan suplemen ternyata berbeda. Vitamin sudah pasti suplemen, tetapi tidak semua suplemen adalah vitamin. Berikut ini pengertian dan apa hal yang membedakan antara vitamin dengan suplemen.

    Vitamin adalah nutrisi tambahan yang diperlukan bagi tubuh untuk bisa menunjang kinerja tubuh. Umumnya, vitamin berasal dari makanan dan buah-buahan yang bersifat organik. Tubuh manusia membutuhkan vitamin, hal ini dikarenakan tubuh manusia mungkin saja kurang dalam produksi vitamin yang dibutuhkan tersebut. Seperti contohnya ketika kita sedang berjemur di pagi hari, sinar matahari pagi membantu produksi vitamin D pada tubuh kita.

    Selain itu, karena tidak semua vitamin dapat di produksi oleh tubuh kita, maka manusia tetap membutuhkan vitamin sebagai nutrisi tambahan. Jika kita tidak mendapatkan kadar vitamin yang cukup, kondisi tersebut bisa menimbulkan beberapa gejala penyakit. Seperti contohnya jika kita defisit vitamin C, maka gejala awal yang umum terjadi, kita akan terkena gusi berdarah (sariawan).

    Suplemen diartikan sebagai zat aditif yang mengandung nutrisi baik bagi tubuh. Jika vitamin bersifat organik dan berasal dari makanan atau buah-buahan, suplemen umumnya di produksi secara mekanik. Suplemen yang diolah secara mekanik ini (olahan pabrik) biasanya berbentuk pil, tablet, kapsul, ataupun berbentuk cairan. Karena di produksi, suplemen umumnya mengandung lebih dari tiga macam vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

    Suplemen akan menjadi substansi yang berbahaya jika dikonsumsi melebihi takaran atau dosis yang sudah ditentukan. Hal tersebut tentu saja disebabkan oleh banyaknya mineral dan vitamin yang terkandung di dalam suplemen. Beberapa kalangan membutuhkan vitamin, seperti vegetarian yang mengalami kekurangan vitamin B12 atau B5. Selain itu, sebagian orang yang tidak menyukai sayuran atau buah  atau memiliki alergi juga dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen.

    “Apotek biasanya buka dari jam 7 sampai 9 malam kebanyakan membeli vitamin untuk menambah imun tubuh supaya lebih fit. Pesan saya selalu melakukan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun, karena suka melihat juga banyak masyarakat yang tidak melakukan protokol Kesehatan,” Ujar Abdhiel (17) siswa SMK jurusan Farmasi yang masih magang.***M.Riza Firdaus

  • Sejarah Hari Pers Nasional

    Sejarah Hari Pers Nasional

    Bandung, koran-samudra.com – Mengutip dari Wikipedia Hari Pers Nasional (HPN) diselenggarakan setiap tanggal 9 Februari bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia, didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985. Keputusan Presiden Soeharto pada 23 Januari 1985 itu menyebutkan bahwa pers nasional Indonesia mempunyai sejarah perjuangan dan peranan penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila. Dewan Pers kemudian menetapkan Hari Pers Nasional dilaksanakan setiap tahun secara bergantian di ibu kota provinsi se-Indonesia.

    Penyelenggaraannya dilaksanakan secara bersama antara komponen pers, masyarakat, dan pemerintah khususnya pemerintah daerah yang menjadi tempat penyelenggaraan. Landasan ideal HPN ialah sinergi. Sinergi antar komponen pers, antara komponen pers, masyarakat dan pemerintah, seperti tergambar pada untaian pita (umbul-umbul) yang membentuk huruf HPN.

    Sebelum adanya Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985, HPN telah digodok sebagai salah satu butir keputusan Kongres ke-28 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kota Padang, Sumatra Barat, pada 1978. Kesepakatan tersebut, tak terlepas dari kehendak masyarakat pers untuk menetapkan satu hari bersejarah untuk memperingati peran dan keberadaan pers secara nasional.

    Pada sidang ke-21 Dewan Pers di Bandung tanggal 19 Februari 1981, kehendak tersebut disetujui oleh Dewan Pers untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah sekaligus menetapkan penyelenggaraan Hari Pers Nasional. Pers selalu mengalami dinamika permasalahannya dari masa ke masa. Bukan saja pada masa Orde Baru, tetapi juga sebelum Orde Baru hingga saat ini mulai dari belenggu kolonialisme hingga kebebasan pers yang dibungkam. Maka dari itu, diharapkan, melalui peringatan HPN, insan pers dan masyarakat sudah seharusnya senantiasa berbenah dan mewujudkan cita-cita Indonesia.

    Di Kota Bandung sendiri perayaan memperingati HPN tersebut dilaksanakan di Taman Musik Centrum jalan Sumbawa dan di hadiri oleh Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk lebih meningkatkan kepedulian para insan pers sebagai salah satu pilar demokrasi dalam menyampaikan aspirasi dan juga menginformasikan program dari pemerintah kepada masyarakat. (09/02/21)

    “Saya atas nama pemerintah kota mengucapkan selamat Hari Pers Nasional 2021 semoga teman-teman media tetap bisa menyampaikan aspirasi dari masyarakat dan menangkap aspirasi dari masyarakat untuk membangun Kota Bandung menjadi semakin baik dari yang sudah baik,” ujar Yana.***M.Riza Firdaus

  • BALAPAN LIAR DI SEKITAR KAWASAN GBLA

    BALAPAN LIAR DI SEKITAR KAWASAN GBLA

    Bandung,koran-samudra.com – Di masa pandemi seperti sekarang ini banyak kegiatan masyarakat yang dibatasi dan terganggu karena adanya beberapa aturan yang melarang masyarakat untuk berkerumun dan melakukan aktifitas yang dirasa tidak terlalu penting untuk dilakukan saat ini, namun sayangnya aturan tersebut tidak di indahkan oleh beberapa oknum masyarakat yang malah melakukan balap liar di sekitar kawasan Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

    Agus yang merupakan Kasie Tatib Kecamatan Gede Bage sering melakukan penertiban di wilayah tersebut karena masyarakat sekitar mulai risih dengan adanya kegiatan balap liar tersebut. Agenda rutin harian yang biasa dilakukan di Kecamatan Gede Bage untuk mengantisipasi hal semacam itu maka sering diadakan penertiban mulai dari jam 9 sampai 10 kolaborasi antara Polsek Mustika Kecamatan Gede Bage, dilanjut pada pukul 11 sampai dengan 12 menghimbau para pelaku usaha mengenai jam operasional selama masa PSBB dan di lanjut pada pukul 2 siang yaitu operasi masker dan balapan liar di GBLA.

    Biasanya balapan liar dimulai pada pukul 4 sampai 7 dan ternyata yang paling banyak mengikuti balapan liar di sana berasal dari luar kota seperti Majalaya dan Ciparay. Kejadian tersebut tentunya sangat disayangkan karena sebagian pelaku masih duduk di bangku sekolah dan berstatus sebagai seorang pelajar.

    “Saya selaku Kasie Tatib Kecamatan Gede Bage kita sering menghimbau kepada anak muda yang sering balapan liar di GBLA untuk tidak melakukan itu, karena sudah beberapa kali juga ada yang di tangkap dan kita serahkan ke kantor polisi” Ucap Agus.

  • Bupati Garut Gelar Vidcon Terkait Launching Pelaksanaan Pilkades di 40 Kecamatan

    Bupati Garut Gelar Vidcon Terkait Launching Pelaksanaan Pilkades di 40 Kecamatan

    Garut,koran-samudra.com – Bupati Garut, Rudy Gunawan meresmikan pelaksanaan pilkades serentak di 40 kecamatan, 271 desa dan 2228 TPS (Tempat Pemungutan Suara) di Kabupaten Garut yang digelar dalam video teleconference, di Gedung Command Center, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (10/2/2021).

    Bupati Garut Gelar Vidcon Terkait Launching Pelaksanaan Pilkades di 40 Kecamatan

    Menurut Bupati Garut Rudy Gunawan, perhelatan pilkades ini akan dilaksanakan secara serentak Hari Selasa, tanggal 8 Juni 2021, di 217 desa di Kabupaten Garut dengan bebas, jujur, dan adil. “Tentu pilkades ini dilaksanakan secara serentak dan tentunya harus sukses, sukses dari sisi penyelenggaraan dan dari sisi akses demokrasi masyarakat dengan bebas jujur dan adil melaksanakan haknya secara rahasia,” ucap bupati.

    Bupati Garut juga menyampaikan, saat ini banyak desa yang memiliki peminat calon kepala desa lebih dari 5 orang, sehingga harus dilakukan tes sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. “Dari laporan sementara ini berdasarkan dari hasil uji lapangan diperkirakan ada 125 desa lebih yang akan mendapatkan lebih daripada 5 orang, sehingga diperlukan suatu tes sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Rudy Gunawan.

    Bupati Garut Gelar Vidcon Terkait Launching Pelaksanaan Pilkades di 40 Kecamatan

    Rudy Gunawan menambahkan, dikarenakan pilkades ini dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19, sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri, Permendagri, dan surat edaran Menteri Dalam Negeri bahwa untuk pelaksanaan di TPS maksimal itu hanya 500 hak pilih yang boleh memilih di satu TPS, sehingga dalam pelaksanaan pilkades di setiap desa akan ada lebih dari 6 TPS (Tempat Pemungutan Suara).

    Sementara itu, Kapolres Garut yang di wakili oleh Kapolsek Garut Kota, Kompol Hermansyah, mengatakan pihaknya mengimbau untuk mengecek sarana prasana pada pelaksanaan pilkades agar mematuhi protokol kesehatan. “Dari aspek preventif, diharapkan sudah dilakukan pengecekan sarana prasarana protokol kesehatan pada pelaksanaan pilkades nanti, artinya dalam satu TPS semestinya dilengkapi dengan protokol kesehatan yang sesuai,” ucap Kompol Hermansyah.

    Selain itu, ia menuturkan pelaksanaan pilkades ini harus dibarengi dengan sinergitas dan netralitas dari unsur pemerintah daerah, TNI, termasuk Polri. “Himbauan ini disertai dengan pakta integritas terkait siap menang siap kalah, jadi tidak hanya siap menang tapi tidak siap kalah, kemudian harus ada sinergitas dan netralitas dari unsur pemerintah daerah, TNI, termasuk Polri nanti dalam pelaksanaannya,” tuturnya.

    Selain itu, Dandim 0611/Garut yang di wakili oleh Danramil 1101/GK, Kapten Arh Edi Waryanto mengatakan pihaknya mendukung penuh dalam pelaksanaan pilkades yang akan dilaksanakan pada tahun 2021 ini.
    “Pelaksanaan tahapan pilkades gelombang satu tahun 2021, kami berdasarkan Undang-Undang Nomor. 34 tahun 2004 siap mendukung pemerintah daerah dan Kepolisian Republik Indonesia khususnya Pemerintah Kabupaten Garut dan Polres Garut untuk mem-backup seluruh kegiatan perhelatan daripada pilkades inimulai dari tahap persiapan, pencalonan, pemungutan suara dan penetapan,” ucapnya.

    Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri Garut yang diwakili oleh Kasi (Kepala Seksi) Intel mengungkapkan pihaknya siap berkontribusi apabila terjadi sengketa dalam pilkades 2021.

    Ia juga mengingatkan kepada siapapun yang melakukan tindakan yang akan menganggu perhelatan pilkades akan dipidana. “Karena kita dari segi perangkat hukum mengingatkan pihak-pihak yang melakukan tindak mengganggu jalannya pilkades dapat dipidana, itu kata-kata yang harus diingatkan,” pungkasnya.**Wahyu

  • Kabupaten Garut akan Menjadi Percontohan Sekolah Penggerak di Indonesia

    Kabupaten Garut akan Menjadi Percontohan Sekolah Penggerak di Indonesia

    GARUT,koran-samudra.com – Kabupten Garut ditunjuk untuk menjadi percontohan Sekolah Penggerak di Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan, saat melakukan video telekonferensi bersama dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, di Command Center, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (11/2/2021).

    Kabupaten Garut akan Menjadi Percontohan dl Penggerak di Indonesia

    Rudy menyatakan, pihaknya akan memberikan perhatian khusus untuk mendukung dan menyukseskan Sekolah Penggerak ini. “Kami tentunya berterima kasih sekali Kabupaten Garut bisa dijadikan sebagai percontohan pertama sekolah penggerak. Sekali lagi, kami, saya terutama mempunyai atensi perhatian khusus setiap ada zoom meeting atau arahan-arahan dari Bapak Menteri (Kemendikbud, Nadiem Makarim) melalui Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan kepada saya, saya pasti hadir untuk mendengarkan karena Kabupaten Garut serius ingin menyukseskan sekolah penggerak dan tentu menjadi contoh karena ini adalah sekolah yang akan dijadikan dasar untuk melaksanakan atau mencapai tujuan daripada visi pendidikan Indonesia,” ujar Rudy.

    Kabupaten Garut akan Menjadi Percontohan dl Penggerak di Indonesia

    Ia menyebutkan, bahwa Sekolah Penggerak penting karena nilai-nilai Pancasila teraplikasi dalam pendidikan di Sekolah Penggerak ini. “Sekolah penggerak ini penting bagaimana dijelaskan oleh Bapak Menteri pada zoom meeting yang saya ikuti adalah bagaimana 5 unsur yang ada di dalam Pancasila ini bisa teraplikasi di dalam pendidikan bergotong royong, pendidikan yang berkolaboratif, pendidikan yang didasarkan kepada profesionalisme dan teknologi tentunya ini akan menjadikan murid-murid kita menjadi murid-murid yang cerdas, murid-murid juga selain cerdas mempunyai jiwa-jiwa empati jiwa, gotong royong dan tentu berakhlakul karimah,” ungkapnya.

    Rudy mengatakan, pihaknya akan melaksanakan kewajiban pemerintah daerah untuk mendukung program ini salah satuna dengan memberikan politik anggaran. “Dan bagi kami di daerah ini akan kami laksanakan, apa yang menjadi kewajiban daerah kami akan laksanakan dengan memberikan politik anggaran, kami mensupport dengan anggaran dan tentunya di Kabupaten Garut dalam rangka pelaksanaan Sekolah Penggerak ini saya akan memimpin langsung supaya kesulitan-kesulitan yang terjadi di lapangan ini bisa dapat diatasi kepala daerah dan juga Dinas Pendidikan,” tutur Rudy.

    Ia berharap dengan program ini bisa meningkatkan kualitas generasi muda di Indonesia menghadapi era serba digital yang saat ini banyak ditemui. “Kami berharap bahwa apa yang menjadi bagian harapan untuk mempercepat bagaimana generasi muda Indonesia mempunyai level baik dari level yang berhubungan dengan kecerdasan, level dari keahlian, level yang berhubungan dengan wawasan yang bersifat internasional yang mempunyai wawasan dengan teknologi bukan saja 4.0, tapi 5.0, atau 6.0 atau seterusnya.” pungkasnya.

    Dalam kegiatan yang diselenggarakan secara virtual ini turut dihadiri juga oleh Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat, Gusmayadi Muharmansyah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Garut, Totong, dan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, serta unsur pimpinan lainnya.** wahyu