Blog

  • Bupati Garut Hadiri Pelantikan MUI Masa Khidmat 2021-2025

    Bupati Garut Hadiri Pelantikan MUI Masa Khidmat 2021-2025

    GARUT,koran-samudra.com – Bupati Garut, Rudy Gunawan menghadiri kegiatan Pelantikan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut Masa Khidmat 2021-2025 yang diselenggarakan di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut (10/2/2021).

    Bupati Garut Hadiri Pelantikan MUI Masa Khidmat 2021-2025

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut mengucapkan selamat kepada para pengurus MUI Kabupaten Garut yang sudah dilantik. “Saya selaku Bupati Garut mengucapkan selamat kepada K.H.Sirojul Munir beserta seluruh pengurus yang hari ini dilantik dan tentu kami berterimakasih atas kerja sama selama ini,” ucap Bupati.

    Selain itu, Bupati Garut juga mengucapkan terimakasih atas dedikasi dari para alim ulama dalam membantu memberikan nasihat di lingkungan masyarakat. “Saya selaku Bupati Garut juga berterimakasih kepada para alim ulama, yang mana pemerintahan memiliki keterbatasan berhubungan dengan masyarakat akan tetapi para ulama membantu memberikan nasihat dan menjadi imam di masyarakat,” kata Rudy.

    Dalam sambutannya, Bupati juga mengatakan meskipun berada dalam situasi pandemi dan mengalami efisiensi lebih dari 250 miliar (rupiah), bantuan keagamaan pada anggaran tahun 2021 berjumlah lebih dari 30 miliar rupiah. “Tentu adalah kewajiban kita semua demi dakwah bagaimana kita mewujudkan masyarakat Garut yang bertaqwa, maju, dan sejahtera. Alhamdulillah, meskipun ada di dalam keadaan ada efisiensi lebih dari 250 Milyar, tetapi anggaran tahun 2021 untuk bantuan keagamaan lebih daripada 30 miliar rupiah, selalu meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya.

    Bupati juga mengajak para ulama untuk menyosialisasikan vaksin Covid-19, agar masyarakat Kabupaten Garut turut melakukan vaksinasi.
    “Dalam suasana pandemi Covid-19 kami mohon kepada para ulama yang ada di kabupaten untuk membantu mensosialisasikan tentang vaksin Covid-19 sambil berdakwah di lingkungan masyarakat Garut,” ucapnya. Selain itu, Bupati Garut meminta kepada MUI untuk membuat edaran mengenai sosialisasi vaksin sampai ke tingkat desa.

    Ketua Umum MUI Kabupaten Garut, KH. Sirojul Munir, mengucapkan selamat kepada para pengurus MUI Garut yang baru serta berharap ke depannya bisa bekerja sesuai dengan harapan. “Kepengurusan masa hidmat 2020-2025 yang barusan dibacakan, saya ucapkan selamat kepada para pengurus MUI 6arut yang baru, semoga kedepan bisa bekerja seauai dengan harapan, oleh karena itu mari kita jalin kerjasama, tanpa kerjasama mustahil suatu organisasi akan berkembang,” ucapnya.

    Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan MUI, Aas Kosasih mengatakan MUI merupakan lembaga yang strategis dan refresentatif dalam mengakomodir kepentingan umat. “Musyawarah Daerah (MUI) merupakan mekanisme baku dari sebuah organisasi untuk melakukan evaluasi. MUI merupakan wadah dan lembaga yang strategis dan refresentatif dalam mengakomodir kepentingan umat,” ucapnya.**Wahyu

  • Menjaga Solidaritas Antar K-POPERS

    Menjaga Solidaritas Antar K-POPERS

    Bandung, koran-samudra.com – (9/02/2021). Fans KPOP atau yang biasa disebut K-Popers memang beda dari fans idol dari negara lain. Dibandingkan dengan fans artis Indonesia atau Hollywood, para fans K-Pop ini jauh lebih fanatik. Dunia K-Pop bukan hanya tentang musik tapi juga meliputi apa pun yang berhubungan dengan idola dan negara mereka termasuk beberapa istilah yang sering digunakan oleh para fans K-Pop.

    Memang tidak semua K-Popers se-fanatik itu namun tidak memungkiri juga dunia maya sempat beberapa kali di hebohkan oleh ke-fanatikan K-Popers tersebut, seperti diantaranya adalah pernah ada postingan di Twitter yang membuat postingan bahwasanya ada Agama baru yaitu Agama BTS yaitu salah satu Boy Band Korea yang sedang hits-hits nya pada saat itu. Mungkin kita semua bisa menyebut orang-orang yang terlalu fanatik itu dengan sebutan oknum karena tidak semua KPopers bertingkah laku seperti itu.

    Regia Aulia (20) merupakan salah satu K-Popers Bandung yang saat ini statusnya masih seorang mahasiswa di salah satu kampus swasta di Kota Bandung. Bagi Regia menjadi seorang K-Popers hanya sebatas hobi dan juga untuk menghilangkan stress saja tidak sampai terlalu fanatik bahkan sampai membuat suatu Agama baru.

    “Kegiatan nya koleksi merchansdise official, album, foto card, ada birthday event nya salah satu member juga terus nyanyi bareng serasa konser gitu lah tapi yang tampil nya itu anak-anak dance cover,” Ujarnya.

    Kenapa suka mengoleksi album sama foto card salah satu member kegemarannya itu Regia mengaku hanya untuk kesenangan pribadinya saja dan tidak terlalu berlebihan juga, ada juga beberapa foto yang limited item dan biasanya di lengkapi dengan tanda tangan langsung dari sang idololanya tersebut.

    “Ada beberapa yg fanatik seperti slogan ‘oppa is mine’, kita sebagai fans harusnya mendukung saja, kalau idol kita di hate dukung saja jangan gasuka gitu, di postingan si idol nya komen-komen gak baik, idol sama fans jauh lah jangan terlalu bertindak berlebihan, membatasi sebagai idol saja jangan terlalu halu,” Ujarnya.**M.Riza Firdaus

  • Bola Dunia Yang Menjadi Spot Selfie Wisatawan di Tengah Kota

    Bola Dunia Yang Menjadi Spot Selfie Wisatawan di Tengah Kota

    Bandung, koran-samudra.com – (9/02/2021). Bola dunia tersebut tentunya tidak asing lagi bagi masyarakat Kota Bandung yang sering atau pernah mengunjungi alun-alun kota, karena sering menjadi spot untuk selfie para wisatawan menyebabkan bola dunia tersebut sering ter-ekspos di dunia maya sehingga meningkatkan ketertarikan bagi wisatawan yang belum pernah mengunjungi Bandung khususnya alun-alun yang terdapat bola dunia tersebut.

    Bola Dunia Asia Afrika sering kali menarik perhatian para wisatawan untuk berfoto di tugu tersebut. Terbuat dari sebuah tembaga, ditambah dengan adanya nama–nama negara yang ikut terlibat dalam Konferensi Asia Afrika, membuat tugu tersebut memiliki sebuah sejarah yang dapat di ingat oleh masyarakat Indonesia khususnya yang ada di Kota Bandung.

    Tugu Bola Dunia Asia Afrika ini, dibangun pada saat masa pemerintahan Ridwan Kamil sebagai Wali Kota Bandung sekaligus orang yang mendesain langsung tempat sejarah tersebut. Ditambah dengan adanya sebuah kutipan yang diucapkan oleh Presiden pertama yaitu Soekarno yang bertuliskan “Let a New Asia and New Africa be born”.

    Tugu tersebut diresmikan Presiden Joko Widodo pada tanggal 24 April 2015 di Kota Bandung, dan didampingi sejumlah pemimpin Asia Afrika yang lainnya. Tugu dibuat sebagai lambang persatuan dan persaudaraan kebangkitan globalisasi antara Asia dan Afrika, serta untuk memperingati Konferensi Asia Afrika ke-60 tahun.

    Tugu ini menjadi salah satu ikon yang identik dengan Kota Bandung, dan sebagai sebuah tempat yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan.

    “Kalau ditanya soal sejarah saya kurang paham juga, tapi memang kalau lagi main di alun-alun bawa keluarga sama anak suka mau foto di globe ini ya. Unik saja gitu desain nya terus memang dulu waktu konferensi Asia-Afrika ada sejarah juga kan disini tuh, yahh lumayan buat konten di sosial media sama anak saya,” Ucap Dani (35) yang sedang berkunjung di sana.****M.Riza Firdaus

  • Patung Sepatu Cibaduyut

    Patung Sepatu Cibaduyut

    Bandung, koran-samudra.com – (9/02/2021). Cibaduyut merupakan kawasan yang menjadi salah satu ikonik di Kota Bandung, karena Kawasan tersebut adalah tempat dimana kita bisa mencari dan berbelanja sepatu apa yang kita inginkan dengan mudah. Segala jenis sepatu tersedia dan toko-toko yang berjejeran dari sepanjang jalan Cibaduyut hampir 80% nya adalah toko yang menjual sepatu. Kebanyakan warga Bandung jika ingin membeli sepatu sering kali menjadikan Cibaduyut sebagai destinasi mereka karena selain banyak pilihan dan harga yang bisa di bilang cukup terjangkau untuk kualitas pun masih bisa di adu dengan brand-brand luar.

    Dikutip dari teamtouring.net sejarah Cibaduyut Bandung sebagai sentra kerajinan sepatu dimulai pada tahun 1920 dimana sebagian warga setempat merupakan pekerja pada pabrik sepatu di Bandung. Namun akhirnya mereka memutuskan untuk berhenti bekerja dari pabrik tersebut. Berbekal dari penggalaman mereka bekerja pada pabrik sepatu, mereka mulai merintis usaha pembuatan dan penjualan produk alas kaki sederhana di lingkungan rumah dengan melibatkan anggota keluarga sebagai tenaga kerjanya. Semakin lama pesanan akan sepatupun semakin berkembang. Hal ini menyebabkan mereka kewalahan dalam memenuhi permintaan pelanggan dan mulai merekrut karyawan yang merupakan tetangga atau warga sekitar dalam pembuatan usaha sepatu atau alas kaki tersebut. Situasi ini menyebabkan keterampilan dalam membuat sepatu menyebar pesat di lingkungan masyarakat di Bandung khususnya masyarakat Cibaduyut.

    Sejarah mencatat pengrajin sepatu yang ada di Cibaduyut pada tahun 1940 ada sebanyak 89 orang. Ini merupakan dampak dari meningkatnya jumlah pesanan yang disebabkan oleh kualitas yang sangat baik dari sepatu Cibaduyut yang sangat sesuai dengan selera pembeli dimasa itu. Sekitar tahun 1950, jumlah usaha sepatu pun semakin bertambah menjadi 250 unit usaha sepatu. Banyaknya jumlah unit usaha sepatu inilah yang menyebabkan Cibaduyut dikenal sebagai sentra pembuatan sepatu terbesar di Bandung pada tahun 1978.

    Pusat perbelanjaan sepatu Cibaduyut Bandung menjadi pasar penjualan sepatu terpanjang di dunia dan tahun 1989 Pemerintah Republik Indonesia meresmikan cibaduyut ini sebagai daerah tujuan wisata. Di Cibaduyut terdapat berbagai macam barang tidak hanya sepatu tapi juga tas, jaket, aksesoris dan berbagai barang souvenir lainnya yang terbuat dari bahan kulit asli.

    Sentra kerajinan sepatu Cibaduyut Bandung mulai meredup setelah terjadi krisis moneter tahun 1998 dan memasuki era milenium tahun 2000. Banyaknya produk sepatu impor yang masuk ke dalam negeri dan menurunnya pamor menggunakan produk dalam negeri menjadi alasan utama. Namun perlahan-lahan industri sepatu Cibaduyut kembali bangkit kembali dan hal tersebut berkat eksistensi para pengrajin yang mempertahankan warisan leluhur mereka. Puncaknya ketika Presiden RI Joko Widodo dan Wakilnya Jusuf Kalla menggunakan sepatu dari Cibaduyut. Saat ini setiap liburan sekolah, kawasan Cibaduyut kembali dilirik menjadi wisata belanja di sekitar Bandung Jawa Barat.

    “Biasanya patung sepatu itu jadi patokan kita kalau mau ke Cibaduyut beli sepatu gitu ya, lucu juga patung nya sepatu nya sebelah-sebelah yang laki sama perempuan, pantesan nggak ada yang ngambil dari dulu karena sepatunya cuma sebelah”. Ujar Ahmad (29) Supir Angkot.***M.Riza Firdaus

  • Oleh-Oleh Bandung

    Oleh-Oleh Bandung

    Bandung, koran-samudra.com – (8/02/2021). Sudah lama Kota Bandung ditetapkan sebagai kota destinasi wisata kuliner nasional oleh Kementerian Pariwisata bersama kota lainnya yakni Bali, Solo, Semarang dan Yogyakarta. Tidak aneh rasanya jika Kota Bandung juga mendapat julukan kota destinasi wisata kuliner karena banyak tempat yang memang terdapat keanekaragaman kuliner dan juga spot view pemandangan yang memanjakan mata dari tempat tersebut.

    Kriteria-kriteria tersebut antara lain komitmen kuat dari pemerintah daerahnya untuk mengembangkan potensi wisata kuliner, memenuhi aspek bisnis serta higienis dalam penyajiannya. Menurut Menteri Pariwisata, sektor kuliner merupakan salah satu sektor penunjang pariwisata lantaran setiap wisatawan yang datang ke Indonesia rata-rata menghabiskan 30 persen dananya untuk kuliner dan belanja.

    Jika wisatawan mengunjungi kota Bandung tentunya mereka akan pulang Kembali dengan membawa oleh-oleh yang mereka inginkan, berbicara tentang oleh-oleh di Bandung sendiri banyak toko yang menjual berbagai macam oleh-oleh atau souvenir untuk hadiah orang di rumah. Rasanya kurang lengkap kalau berpergian keluar kota khususnya Ketika kita akan pamit kepada orang rumah seringkali terdengar ucapan salam “jangan lupa oleh-olehnya ya” hal tersebut lah yang membuat budaya bagi Sebagian besar orang jika berpergian ke luar kota maka kurang lengkap rasanya jika Ketika pulang tidak membawa oleh-oleh.
    Mulai dari aksesoris sampai makanan banyak pilihan bagi kita untuk menjadikannya oleh-oleh kepada orang di rumah, kecuali jika kita sudah mendapat request oleh-oleh apa yang harus di bawa tentunya kita harus mencarinya sampai ketemu.

    “Saya sudah lama jualan disini karena nerusin usaha dari orang tua, biasanya yang paling laku itu peuyeum Bandung ini ya banyak yang beli mau itu orang Bandung nya sendiri atau juga yang sengaja datang dari luar kota buat dibawa pulang gitu”. Ucap Dadang pemilik toko Oleh-oleh di kawasan Terminal Leuwi Panjang.***M.Riza Firdaus

  • Melatih Kesabaran dan Kegigihan Dengan Membuat Nirmana

    Melatih Kesabaran dan Kegigihan Dengan Membuat Nirmana

    Bandung, koran-samudra.com – (8/02/2021). Kesenian merupakan hal yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman seni dan budaya sehingga tidak sedikit warga asing dari luar yang tertarik ingin belajar kesenian di Indonesia. Namun tidak banyak orang yang ingin lebih mendalami tentang kesenian tersebut dan hanya memposisikan diri sebagai seorang penikmat saja bukan sebagai seorang pencipta.

    Di kota Bandung sendiri salah satu kampus yang berlatar belakang seni adalah Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) yang terdapat banyak sekali jurusan yang berhubungan dengan seni mulai dari teater, musik, sampai tari tradisional pun ada jurusannya disana.

    Inten Mayang Sari (20) merupakan salah satu Mahasiswa ISBI jurusan Tata Rias dan Busana Fakultas Seni Rupa dan Desain. Alasan Inten mengambil jurusan tersebut adalah karena sedari SMK dia sudah mengambil jurusan tata busana sehingga sudah menemukan passion nya dan ingin mempelajari lebih dalam di jenjang yang lebih tinggi.

    Salah satu mata kuliah yang paling berkesan bagi Inten adalah Nirmana, mungkin bagi sebagian orang ketika mendengar Nirmana adalah suatu hal yang asing, Nirmana adalah sebuah keilmuan yang mempelajari prinsip dasar dari pribadi seseorang dalam membuat karya seni, proses yang berupaya menghadirkan yang semula tidak ada menjadi ada.

    “Nirmana berasal dari Bahasa Sansekerta yaitu ‘Nir’ yang artinya ‘tidak’ dan ‘Mana’ yang artinya ‘makna’, sehingga jika di gabungkan maka artinya ‘tidak bermakna’, namun bukan itu maksud yang sesungguhnya, filosofisnya adalah menghadirkan yang tidak ada menjadi ada menghadirkan sesuatu yang indah dari tidak bermakna tersebut,” Ucap Inten.

    Gedung Bandung Creative Hub (BCH) adalah salah satu bangunan yang konsep bangunannya menggunakan desain Nirmana. Dengan membuat Nirmana dapat memberikan pengalaman seni yang bermakna selain itu dapat membuat kita belajar tentang kesabaran, ketabahan, kegigihan dan bisa lebih mengeksplor tentang seni.

    “Untuk mahasiswa atau yang mau belajar tentang Nirmana harus banyak-banyak sabar dan berlatih, karena ini karya kita jangan sampai meniru karya orang lain apalagi menjiplak. Menurut aku Nirmana ini bukan hanya sekedar tugas mata kuliah saja karena banyak banget mahasiswa lain yang di buat nangis karena Nirmana,” Ucap Inten.**M.Riza Fidaus

  • Pemdes Tanjungsari Barat Berikan Donasi Untuk Korban Banjir Pamanukan

    Pemdes Tanjungsari Barat Berikan Donasi Untuk Korban Banjir Pamanukan

    SUBANG,koran-samudra.com – Pemerintah Desa Tanjungsari Barat Kecamatan Cikaum Kab.Subang berikan bantuan korban banjir Pantura Pulau Jawa tepatnya di Kec.Pamanukan dan sekitarnya Kab.Subang berupa barang seperti 100 Dus Sarimi . 5 Buah Kasur Lantai berikut bantal nya . 3 Buah Selimut tidur . Dan Akua Gelas 50 dus serta yang lainya , selasa (9/2/21)

    Pemdes Tanjungsari Barat Berikan Donasi Untuk Korban Banjir Pamanukan

    Kepala Desa Tanjungsari Barat Kecamatan Cikaum , Jaenal Mutakim Ketika dikonfirmasi terkait donasi yang akan disumbangkan kepada korban yang terdampak banjir menerangkan . Alhamdulillah dari mulai hari minggu sampai hari selasa tanggal 9 bantuan masyarakat desa tanjungsari barat yang akan mendonasikan barang – barang pakean dan kasur serta yang lainya terus berdatangan ke desa , sekarang sudah terkumpul agua 100 dus . Sarimi 100 dus dan 5 buah kasur lantai serta pakean dan selimut dan yang lainya ,” ujar kades

    Kami selaku kepala desa tanjungsari barat , Lanjut Kades mengucapkan terima kasih kepada warga tanjungsari barat yang sudah peduli terhadap korban yang terdampak banjir diwilayah pamanukan , Kami merasa bersyukur dan alhamduliah masyarakat desa tanjungsari barat sudah menyisihkan sebagian rizkinya untuk didonasikan kepada korban terdampak banjir diwilayah pamanukan dan sekitarnya ,” pungkas kades

    Ditempat yang sama Ketua BPD Desa Tanjungsari Barat , Aep Tohir saat diminta pendapatnya menjelaskan . Alhamdulillah kami merasa bersyukur dan tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat tanjungsari barat yang sudah menyisihkan sebagian rizkinya berupa barang untuk korban banjiir diwilayah pamanukan dan sekitarnya , semoga amal kebaikan bapak dan ibu dibalas oleh Allah swt ,”… (Herdi-Heri)

  • Peduli Kemanusiaan, Bhabinkamtibmas Roa Malaka Bantu Tunawisma Yang Pingsan

    Peduli Kemanusiaan, Bhabinkamtibmas Roa Malaka Bantu Tunawisma Yang Pingsan

    Jakarta, koran-samudra.com- Polisi adalah pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat sehingga harus senantiasa peduli dan mau serta mampu untuk membantu warga masyarakat yang sedang mengalami permasalahan, sehingga dapat diantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

    Seperti halnya yang dilakukan anggota Bhabinkamtibmas kelurahan Roa Malaka Polsek Tambora, Aiptu Cecep Supriadi yang membantu warga yang pingsan di Jalan Pintu kecil Tambora Jakarta Barat, Senin (08/02/2021).

    Dengan sigapnya, Aiptu Cecep memberikan minyak kayu putih sehingga warga yang pingsan diketahui bernama Sugianto (54) sadar.

    “Setelah sadar ternyata dia seorang tuna wisma. Kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk dilakukan pertolongan dibawa ke rumah sakit terdekat,” kata Aiptu Cecep.

    Sementara, Kapolsek Tambora Kompol M Faruk Rozi mengatakan menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas kepedulian serta jiwa sosial tulus ikhlas anggotanya yang membantu warga mengalami permasalahan.

    “Untuk kedepannya kepedulian tersebut harus terus ditingkatkan sehingga semakin tercipta kedekatan antara Polisi dan masyarakat karena Polisi adalah abdi masyarakat,” pungkasnya.***Editor

     

    sumber : ( Humas Polres Metro Jakarta Barat )

  • Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyambangi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta

    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyambangi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta

    Jakarta, koran-samudra.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyambangi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Menpora bersama Kopolri membahas bagaimana kegiatan-kegiatan olahraga dan yang bersifat kepemudaan tetap bisa terselenggara ditengah pandemi Covid-19 saat ini.

    “Bagaimanapun kegiatan-kegiatan itu tetap harus kami komunikasikan dan koordinasikan dengan pihak Mabes Polri. Karena sekarang kita sadari bahwa situasi kita masih posisi menyatasi pandemi Covid-19,” kata Zainudin Amali di Mabes Polri, Jakarta, Senin (8/2).

    Zainudin mengatakan, dirinya meminta saran dan masukan kepada Kapolri lantaran Polri dalam masa pandemi Covid-19 ini sebagai salah satu institusi yang jadi garda terdepan menghadapi, menurunkan sekaligus memutus rantai penularan Covid-19.

    “Maka saya sampaikan ke pak Kapolri untuk cari jalan keluar yang terbaik. Penerapan prokes secara disiplin dan ketat dan kegiatan masyarakat khususnya di bidang pemuda dan olahraga itu tetep bisa berjalan,” tandas Zainudin.

    Sementara itu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menambahkan, Polri selalu telibat dalam upaya-upaya yang diambil pemerintah dalam rangka menurunkan Covid-19 mulai dari penerapan PSBB, PPKM hingga PPKM Mikro memiliki kewajiban untuk mendisiplinkan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

    “Kami dari kepolisian membuka ruang untuk dibicarakan lebih lanjut terkait dengan hal-hal yang perlu disiapkan baik yang bersifat administrasi mengutamakan penegakan aturan terkait dengan protokol kesehatan namun demikian juga kegiatan yang terkait dengan kepemudaan dan olahraga bisa dilaksanakan,” tandas Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

    Dalam hal ini tentunya, kata Sigit, diperlukan adanya kesepakatan-kesepakatan. Jika dalam kegiatan olahraga maupun kepemudaan yang dilaksanakan melanggar ketentuan protokol kesehatan, maka berdampak kepada pelaksanaan acara alias diberikan sanksi. Hal ini penting, sehingga fokus pemerintah dalam menurunkanv Covid-19 dan melakukan pemulihan ekonomi bisa berhasil.

    “Ini yang nanti tentunya akan kita bicarakan secara detil dan intensif. Jadi itu tentunya yang ke depan kita akan laksanakan dan nanti akan diinformasikan lebih lanjut Bagaimana aturan mainnya,” pungkas Sigit.**Editor

  • Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 100/PS Hadiri Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Keerom

    Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 100/PS Hadiri Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Keerom

    Keerom, koran-samudra.com – Satgas RI-PNG Yonif Raider 100/PS turut hadir dan berkomitmen dalam upaya memberantas Covid-19, dalam acara Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Keerom yang bertempat di Puskesmas Arso Kota, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Senin,(08/02/2021)

    Demikian disampaikan Dansatgas Yonif Raider 100/PS Mayor Inf M. Zia Ulhaq, S.Sos, mengatakan bahwa pada hari Senin pagi pelaksanaan Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Keerom berlangsung dengan lancar, “Dengan adanya pencanangan vaksinasi Covid-19 tersebut diharapkan dapat mensitimulus kepada masyarakat bahwa Vaksin Covid-19 sudah diteliti dan aman untuk digunakan, serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar memiliki kesadaran melaksanakan protokol kesehatan, bagaimana masyarakat selalu menggunakan masker, mencuci tangan serta menjaga jarak,” jelasnya.

    Sementara itu, Kegiatan pencanangan tersebut dihadiri oleh Bapak Bupati Kab. Keerom terpilih Tn. Piter Gusbager, S.Hut. dan Bapak Kadinkes Keerom Tn. Yulian Franklin Uriyager, SKM, M.Kes serta unsur Forkopimda lainnya.

    Dalam sambutannya, Bapak Bupati Kab. Keerom Tn. Piter Gusbager, S.Hut. menyampaikan bahwa dalam pencanangan Vaksin Covid-19 diharapkan dapat mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa vaksin tersebut sudah diteliti dan diuji ratusan bahkan ribuan kali sehingga meminimalisir efek samping dan memperkebal tubuh sehingga terhindar dari Covid-19.

    Tambahnya, pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 dilaksanakan secara 2 tahap, tahap 1 untuk Tenaga Kesehatan (Nakes) dan tahap 2 untuk masyarakat. “Diharapkan kegiatan ini dapat dicanangkan oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan bisa menjadi suatu kebutuhan sehari-hari, serta memberikan pengertian agar tidak takut untuk divaksin. Dengan demikian apabila ini sudah tercapai, otomatis adaptasi kebiasaan baru akan terwujud. Kalau ini semua sudah terwujud kita aman dari Covid- 19 pasti akan produktif masyarakatnya,” tandasnya.(Pen Satgas Yonif Raider 100/PS)***Editor