Blog

  • Pengurus KONI Kota Tasikmalaya Masa Bakti 2021-2025 Dilantik Drs H. Muhammad Yusuf, Plt. Wali Kota Tasikmalaya

    Pengurus KONI Kota Tasikmalaya Masa Bakti 2021-2025 Dilantik Drs H. Muhammad Yusuf, Plt. Wali Kota Tasikmalaya

    Tasikmalaya.koran-samudra.com –
    Pelantikan Pengurus Koni Kota Tasikmalaya Masa Bakti 2021-2025 oleh Wakil Wali Kota Drs. H. Muhammad Yusuf selaku Plt. Wali Kota Tasikmalaya serta disaksikan Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Unsur Forkopimda, Ketua Koni Jawa Barat, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Tasikmalaya dan Tamu Undangan. Sabtu, 6 Februari 2021.

    Pengurus KONI Kota Tasikmalaya Masa Bakti 2021-2025 Dilantik Drs H. Muhammad Yusuf, Plt. Wali Kota Tasikmalaya

    Plt. Wali Kota Tasikmalaya berharap para pengurus Koni kota Tasikmalaya yang baru diharapkan dapat meningkatkan prestasi Kota Tasikmalaya yang lebih baik.
    ” Bangun kebersamaan dalam KONI dan bangun kebersamaan dengan cabang olahraga sehingga dapat Terjalin kekeluargaan dengan baik “. Ujarnya.

    Selain itu, mengucapkan selamat kepada pengurus KONI Kota Tasikmalaya masa bakti 2021-2025 semoga dapat menjalankan amanat dengan baik.** Hendra

  • Drs.H.Muhammad Yusuf  PLT. Wali Kota Tasikmalaya memberikan bantuan berupa paket sembako kepada 100 orang jompo dan yatim

    Drs.H.Muhammad Yusuf PLT. Wali Kota Tasikmalaya memberikan bantuan berupa paket sembako kepada 100 orang jompo dan yatim

    Tasikmalaya.koran-samudra.com –
    Wakil Wali Kota Drs. H. Muhammad Yusuf selaku PLT. Wali Kota Tasikmalaya memberikan bantuan berupa paket sembako kepada 100 orang jompo dan yatim bertempat di Aula Kelurahan Kersanegara didampingi Unsur Forkopimda, Sekertaris Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Lurah Kersanegara, Ketua Karangtaruna Cibeureum dan Tamu Undangan. Kamis, 4 Februari 2021.

    Drs.H.Muhammad Yusuf PLT. Wali Kota Tasikmalaya memberikan bantuan berupa paket sembako kepada 100 orang jompo dan yatim

    Plt Wali Kota mengatakan Pemberian bantuan ini diharapkan masyarakat yang mampu untuk selalu saling bergotong royong dalam memberikan bantuan kepada yatim dan jompo sehingga akan terciptanya masyarakst yang peduli dengan sesama.

    Di saat pandemi Covid-19 yang masih belum tahu sampai kapan akhirnya dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu menjaga protokol kesehatan seperti selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat serta melakukan 5M Mencuci Tangan Dengan Sabun, Menggunakan Masker, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas.**Hendra

  • MUSRENBANG Tingkat Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya “Memacu Pertumbuhan dan Pemerataan Pembangunan Menuju Masyarakat Maju dan Madani”

    MUSRENBANG Tingkat Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya “Memacu Pertumbuhan dan Pemerataan Pembangunan Menuju Masyarakat Maju dan Madani”

    Tasikmalaya.koran-samudra.com –
    Musrenbang Tingkat Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya dengan tema “Memacu Pertumbuhandan Pemerataan Pembangunan Menuju Masyarakat Maju dan Madani”
    Bertempat di Aula Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Kamis, 4 Februari 2021.

    Acara tersebut dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis kursi roda sebanyak 5 kursi roda untuk masyarakat disabilitas yang berada di Kecamatan Cibeureum,Wakil Wali Kota Drs. H. Muhammad Yusuf selaku PLT. Wali Kota Tasikmalaya ikut menghadiri kegiatan musrembang tingkat kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya.

    Dalam kegiatan tersebut plt walikota di dampingi oleh Unsur DPRD Kota Tasikmalaya, Unsur Forkopimda, Kepala Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Asisten 2 Kota Tasikmalaya, Plt Kepala Kesbangpol Kota Tasikmalaya, Camat Kecamatan Cibeureum, Lurah Se Kelurahan Kecamatan Cibeureum, Ketua Karangtaruna Kecamatan Cibeureum dan beberapa Tamu undangan lainnya.**Hendra

  • Terwujudnya Bangunan PAUD Ceria2, Adakan Syukuran Bersama Yudha Puja Turnawan

    Terwujudnya Bangunan PAUD Ceria2, Adakan Syukuran Bersama Yudha Puja Turnawan

    GARUT,koran-samudra.com –  Penantian dari dulu para Guru Didik dan masyarakat akan terciptanya bangunan Sekolah PAUD di Kampung Babakan RT 01 RW 08 Desa Karang Pawitan terbukti, dengan diadakan syukuran sabtu (06/02/2021),Kisah yang dulunya Anak Didik PAUD bangunannya ikut milik Madrasah Diniah yang paginya dipakai sama Murid dari PAUD dan siangnya oleh Madrasah, Alhamdulillah ter wujud,ungkap salah satu perwakilan Pembina Dinas Kabupaten yang hadir dalam acara syukuran.

    Terwujudnya Bangunan PAUD Ceria 2, Adakan Syukuran Bersama Yudha Puja Turnawan

    Dalam kesempatan acara tersebut sebagai RW 08 sahril mengatakan tidak menyangka ketika Pak Dewan Yudha Turnawan lagi bansos di Kampungnya ,Sahril berbincang dan mengajukan aspirasi agar tempat sekolah di daerahnya sungguh memperhatinkan.Dikatakan Sahril banyak terima kasih ke Pak Dewan Yudha dari PDIP Perjuangan sehingga terwujud banguan ini, Dan mudah mudahan pak Dewan Yudha diberi kesehatan serta kelancaran dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat lain nya.

    Yudha Puja Turnawan dalam sambutan nya mengatakan untuk kedepan nya agar enak dan nyaman bangunan PAUD ini maksimal dan ada tempat MCK nya bisa lewat bantuan keuangan Desa serbuk terpisah dengan bantuanya berbentuk uang nah ketika berupa uang tentu Yayasan lebih leluasa dalam kontek pengembangan sarana pisik,insya Alloh di katakan Yudha akan di masukan lagi SPD yang kemarin hanya mendadak dan sangat terbatas dari perubahan anggaranya,walau di usia PAUD harus serius untuk memperjuangkan nya perkembangan di usia emas,makanya untuk kontek pengembangan nya,untuk MCK akan di bangun dengan uang pribadi karena ini urjen, kasian kalau anak kecil tidak ada tempat untuk buang air kecil atau buang air besar.
    Yudha bersama jajarannya dalam pantauan koran samudra setelah acara memotong tumpeng atas kebahagian terwujudnya ruang belajar PAUD Ceria 2,Juga memberikan sembako dan uang tunai bagi Guru PAUD sebagai bentuk kepedulianya serta bagi bagi sembako ke janda tua dan jompo di sekitar RW 08 sebagi bentuk kepedulian yang terus di galakan sebagai misi dimasa sulit sekarang ini**Wawan S

  • Pak Juhara Yang Kedua Kakinya diamputasi Dan Rumah yang nyaris Rubuh Dapat Bantuan Dari ACT Garut

    Pak Juhara Yang Kedua Kakinya diamputasi Dan Rumah yang nyaris Rubuh Dapat Bantuan Dari ACT Garut

    Garut, koran-samudra.com – Kehidupan yang di alami pak Juhara sungguh memprihatinkan, Pak Juhara mengidap penyakit selama 10 taun sampai kedua kakinya membus dan sekarang walau ke hilangan kedua kakinya tapi tersenyum bahagia karena terlaksan amputasi kedua kaki yang mengalami pembusuka, Juhara yang sebulan yang lalu tinggal di Kampung Ciharus RT 03 RW 06 Desa Sindangpalay Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut kini menempati rumah saudarnya di Kampung Lampuyang.

    Selain kakinya yang diamputasi pak juhara juga tinggal di rumah yang hampir roboh sendirian, tidak ada istri atau anak yang menemaninya dikarenakan sudah berpisah. Warga sekitar pun merasa kasihan kepada pak juhara dikarenakan rumahnya mengkhawatirkan ambruk dan sudah tidak layak huni, pak juhara pindahkan ke rumah kakaknya di Kampung Lampuyang RT 02 RW 12 Desa Karangpawitan Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut, Di sebabkan rumah yang Pak Juhara tempati mau rubuh, Pak Juhara kini hanya bisa berbaring ditempat tidur karena kakinya sudah tidak ada, hanya bisa dilayani oleh kakak dan saudaranya.

    Kabar ini tentunya terdengar Tim ACT Kab Garut dan langsung perwakial datang untuk menjenguk keadaan pak juhara, pada kesempatan ini Tim ACT Garut memberikan bantuan berupa paket pangan dan Beras Wakaf. Sabtu (06/02/2021)

    Menurut Program ACT Garut Acep Yahya bahwa tim ACT garut mendapatkan informasi ini dari awak media. Dan pada jumat 05 Februari siang tim ACT langsung menuju ke lokasi untuk melihat kondisi pak juhara serta rumahnya.

    Acep juga menambahkan bahwa tim ACT insya Alloh akan ikut ikhtiar Membantu biaya perawatan untuk kakinya dan juga memperbaiki rumahnya yang hampir Ambruk. Dirinya menekankan bahwa tim ACT hanyalah penghubung antara donatur dan penerima manfaat. Mudah-mudahan dana yang di Galang oleh tim ACT bisa secepatnya terkumpul untuk membantu juhara.

    Sementara itu Kepala Cabang ACT Garut mengatakan bahwa bagi warga Garut yang ingin memberikan donasi untuk pak juhara bisa datang langsung ke Kantor ACT Garut Jl Suherman No 44 Ruko Diamond Dream Land Blok B5 Tarogong Kidul Garut.**Wawan S

  • Pusat Dakwah Islam Di Kota Bandung

    Pusat Dakwah Islam Di Kota Bandung

    Bandung, koran-samudra.com – (05/02/2021). Pada belakangan ini khususnya generasi muda sedang gemar-gemarnya mengikuti kajian di masjid-mesjid besar yang ada di Kota Bandung, kajian tersebut juga seringkali dihadiri oleh ustadz-ustadz yang satu frekuensi atau bisa menarik minat para generasi muda dengan pembawaan dakwahnya yang friendly atau cocok dengan pergaulan anak muda saat ini. Salah satu masjid besar yang sering mengadakan kajian tersebut adalah masjid PUSDAI (Pusat Dakwah Islam) yang terdapat di jalan Supratman.

    Lokasinya berdiri memang tak seberapa jauh dari Gedung Sate, yang menjadi pusat pemerintahan provinsi Jawa Barat sekaligus landmark kota Bandung. Komplek yang berdiri di atas lahan seluas 4,5 hektar ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung untuk menjalankan dua fungsi utamanya sebagai sarana pengembangan dan penyebaran Islam serta kebudayaan Islam di Jawa Barat dan sebagai pusat penggodokan sumber daya manusia umat Islam yang berdaya cipta dan berdaya pembaharuan yang beriman, bertakwa, serta berilmu pengetahuan.

    Dalam kawasan Islamic Center terdapat beberapa bangunan yang menarik dan layak untuk disinggahi karena memiliki keistimewaan dan manfaatnya tersendiri. Salah satu yang menjadi daya tarik utamanya ialah sebuah bangunan mesjid yang megah dan mewah yang terdiri dari dua lantai dengan menaranya tinggi menjulang. Masjid Pusdai dibangun dalam arsitektur asli Indonesia dengan bentuk bentuk atap limas yang diaplikasikan di semua atap bangunannya di padu dengan berbagai gaya arsitektur masjid masjid dunia Islam. Keunikan lainnya terdapat di bagian kubah atau atap mesjid yang terbuat dari kayu. Sebagian besar ornamen yang ada di mesjid inipun terbuat dari kayu sehingga kesan alami begitu kuat. Batu marmer juga ikut mendominasi bangunan mesjid yang terdapat pula beberapa hiasan motif etnis dalam kaligrafinya.

    Mesjid ini dinamakan Mesjid Pusdai yang merupakan mesjid terpopuler setelah Mesjid Raya Bandung yang berada di Alun-Alun Bandung. Selain mesjid megah nan mewah yang sanggup menampung sampai 4000 jamaah ini, di kawasan ini ada bangunan lainnya yakni ruang seminar yang terdiri dari dua bentuk, besar dan kecil. Ada juga Bale Asri yang biasanya digunakan untuk menggelar pameran, pertemuan ataupun hal lainnya karena Bale Asri semacam gedung serbagunanya di lokasi ini.

    Karena merupakan masjid terbesar kedua setelah masjid raya Bandung dan terletak di area pusat dakwah islam masjid ini menjadi center berbagai kegiatan ramadhan . yang tak ketinggalan masjid ini juga menyediakan 1000 porsi makan buka puasa beserta takjil setiap harinya. Pada hari-hari biasa pun masjid ini ramai dipadati jama’ah, terlebih saat bulan ramadhan saat ini semakin banyak jama’ah yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan di PUSDAI.

    “Saya senang datang kesini karena memang sudah dari kecil sering di ajak sama ayah sama ibu kalau hari libur suka ikut kegiatan disini kaya kajian atau lomba-lomba saya sering ikut pas waktu masih kecil”. Ujar Mila (28) salah satu pengunjung di mesjid Pusdai.***M. Riza Firdaus

  • Mengenal Lebih Dekat Dengan Lapang Gasibu

    Mengenal Lebih Dekat Dengan Lapang Gasibu

    Bandung, koran-samudra.com– (05/02/2021). Kebanyakan masyarakat yang mengunjungi Gasibu pasti bertujuan untuk berolahraga atau hanya sekedar mencari udara segar dan melihat pemandangan tengah kota yang dapat menyegarkan mata, hanya sedikit dari masyarakat yang penasaran dengan sejarah di balik lapangan Gasibu tersebut, mulai dari kapan dibangunnya, kenapa dinamakan Gasibu dan lain sebagainya yang berhubungan dengan sejarahnya.

    Berdasarkan buku Album Bandung Tempoe Doeloe karya Sudarsono Katam, pada zaman Belanda, lapangan itu awalnya bernama Wilhelmina Plein (lapangan Wilhelmina). Nama itu diambil dari Ratu Belanda. Sekitar tahun 1950-an, nama lapangan berganti menjadi lapangan Diponegoro. Namun, karena sering digunakan perkumpulan sepak bola Bandung Utara, masyarakat akhirnya mengenal lapangan itu sebagai Gasibu (Gabungan Sepak Bola Indonesia Bandung Utara).

    Untuk mengelolanya, saat itu dibentuk panitia kecil yang terdiri dari PORL (Persatuan Olahraga Rukun Luyu dari Balubur), PAKSI dari Sekeloa, PORAS dari Sadang Serang. Lapangan ini sempat menjadi kawasan tempat tinggal liar pada 1960-an. Lalu, pemerintah mengembalikan fungsinya sebagai tempat berlatih sepak bola.

    Posisi lapangan Gasibu merupakan penghubung Gedung Sate dengan taman yang membentang hingga Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad). Oleh karena itu, lapangan ini sering dijadikan sebagai tempat berkumpul masyarakat kota Bandung. Gasibu sempat menjadi ajang tempat berjualan para pedagang kaki lima. Namun saat ini, setelah revitalisasi, Pemerintah melarang berjualan atau menggelar acara-acara besar di lapangan Gasibu.

    Pelarangan itu tercantum dalam Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 5 Tahun 2011 tentang Kebersihan, Ketertiban, dan Keindahan (K3) Kota Bandung.

    “Sebelum pandemi kayak sekarang dulu sering olahraga di sini sih yah, kalau nggak hari Sabtu biasanya Minggu karena libur kerja saya ngambilnya. Kalau untuk sejarah Gasibu nya sendiri saya kurang tau betul sejarahnya seperti apa”. Ujar Resti salah satu pejalan kaki yang kebetulan sedang lewat. ***M.Riza Firdaus

  • Stadion Tua Saksi Perjuangan PERSIB Bandung

    Stadion Tua Saksi Perjuangan PERSIB Bandung

    Bandung, koran-samudra.com (06/02/2021). Stadion Sport in de Openlucht is Grind (SIDOLIG) merupakan salah satu stadion yang menjadi saksi perjuangan club sepak bola Persib Bandung. Merujuk pada sejarahnya stadion tersebut sudah ada sejak zaman kolonial Belanda Mr. Frans Sidolig adalah sosok sentral yang menginisiasi terbentuknya stadion Persib pada tahun 1903. Pada zaman dahulu stadion Persib merupakan markas dari klub bentukan Belanda , Voetbal Bond Bandoeng & Omstraken (VBBO).

    Seiring berjalannya waktu, VBBO kemudian membubarkan diri. Hal tersebut kemudian membuat sebagian klub anggota VBBO seperti Uits Spaning Na In Spaning / Usaha Nanti Istirahat (UNI) hingga Sidolig pun menginduk kepada Persib.

    Selain itu, Maung Bandung juga akhirnya mendapatkan hak penuh atas lapangan-lapangan milik Belanda seperti stadion Sidolig, lapangan UNI yang berada di jalan Karapitan, daerah alun-alun kota Bandung, serta lapangan sparta yang merupakan cikal bakal dari Stadion Siliwangi Bandung.

    Ketika hak penggunaan stadion Persib beralih kepada Maung Bandung, Persib kemudian menjadikan stadion tersebut sebagai home base mereka. Di stadion itu pula pertandingan uji coba internasional Persib untuk kali pertama di gelar melawan club asal India bernama Aryan Gymkhana.

    Meski begitu Persib sendiri jarang menggunakan stadion tersebut untuk berlatih. Maung Bandung lebih memilih lapang Lodaya, Progresif, Football Plus, Pusdikpom atau lapangan Sesko AD untuk berlatih. Padahal dulu Persib sering kali menggunakan sarana tersebut untuk latihan.

    “Iya katanya sih dulu memang peninggalan Belanda stadion ini tuh, tapi saya kurang tau sejarah detailnya seperti apa cuma sering dengar sedikit dari tukang angkot, tukang Beca sama yang dulu jualan disini memang sejarahnya peninggalan Belanda,” Ujar Maman salah satu penjaga disana.****M.Riza Firdaus

  • Ternyata Kota Bandung Memiliki 25 Kota Saudara!

    Ternyata Kota Bandung Memiliki 25 Kota Saudara!

    Bandung, koransamudra,com –  (06/02/2021), Seperti yang kita ketahui saudara adalah kerabat keluarga laki-laki maupun perempuan yang lebih muda ataupun lebih tua. Hubungan ini mencakup yang berstatus anak kandung dari orang tua maupun sepupu dan anak angkat. Secara tradisi, panggilan saudara juga berlaku untuk panggilan seseorang yang dihormati secara formal. Namun apa yang akan terjadi jika objek saudara disini di tujukan kepada Kota? Ternyata kota Bandung juga memiliki kota saudara atau yang biasa di kenal dengan “Sister City”.

    Mengutip Wikipedia, sister city adalah konsep penggandengan dua kota yang berbeda lokasi dan administrasi politik dengan tujuan menjalin hubungan budaya dan kontak sosial antar penduduk. Kota kembar umumnya memiliki persamaan keadaan demografi dan masalah-masalah yang dihadapi. Konsep kota kembar bisa diumpamakan sebagai sahabat pena antara dua kota.

    Hubungan kota kembar sangat bermanfaat bagi program pertukaran pelajar dan kerjasama di bidang budaya dan perdagangan. Lalu mengapa sih memakai kata sister city dan bukan brother city? Entahlah, yang jelas, dalam bahasa Inggris, ada banyak benda mati yang diberi sifat atau konotasi feminin, seperti perahu, kota, dan benda-benda kerajinan tangan yang indah seperti pedang.

    Sister City adalah sebuah konsep kerjasama atau penggandengan antar dua kota yang berbeda, baik berbeda lokasi maupun administrasi politik. Tujuan dari sister city atau kota kembar sendiri adalah untuk menjalin kontrak sosial, atau hubungan budaya antar penduduk kota. Konsep sister city ini sangat bermanfaat bagi program kerjasama di bidang budaya, perdagangan dan bidang lainnya secara erat. Umumnya dua kota tersebut mempunyai persamaan keadaan demografi dan masalah – masalah yang dihadapinya.

    Belum banyak orang yang mengetahui bahwa Bandung adalah kota dengan sister city terbanyak ke dua di Indonesia setelah Jakarta. Untuk peringkat pertama yaitu Jakarta memiliki total 49 sister city, sedangkan Bandung memiliki total 25 sister city. Kota yang menjadi sister city Kota Bandung berada hampir di setiap benua diantaranya, Asia, Afrika, Amerika, dan Eropa.

    Namun dari total 25 sister city, hanya terdapat 4 monumen yang menjadi simbol kerjasama Kota Bandung dengan mitra kotanya. Ke empat monumen sister city diantaranya adalah Monumen Sister City Braunschweig yang terletak di Jalan Wastukencana, Monumen Sister City Liuzhou yang letaknya tak jauh dari Monumen Sister City Braunschweig. Tepatnya berada di simpang Jalan Wastukencana dan Jalan Tamansari, Monumen Sister City Forth Worth yang terletak di simpang Jalan Wastukencana dan Jalan Purnawarman dan yang terakhir adalah Monumen Sister City Suwon monumen ini terletak di persimpangan Jalan Merdeka dan Jalan Jawa, tepatnya di dekat Taman Vanda.

    “Di sekolah aku juga pas masih kelas 10 ada siswa pertukaran pelajar dari Texas yang sekolah di sini, gatau lebih detail nya sih karena jarang ngobrol sama orangnya juga karena masih bingung kalau ngobrol pakai bahasa Inggris. Cuma kalau aku dapat info dari wali kelas katanya dia itu pertukaran pelajar dari Texas gitu, terus buat Sister City sendiri belum terlalu paham tapi pernah sempat baca juga di artikel google kalau Bandung itu punya banyak kota saudaranya gitu,” Ujar Agisha (17) siswi SMA Negeri 3 Bandung.***M.Riza Firdaus

  • Patung Husein Sastranegara Bandung

    Patung Husein Sastranegara Bandung

    Bandung, koran-samudra.com –  (06/02/2021), Jika kita sedang ke Bandara Husein Sastranegara Bandung atau hanya sekedar lewat jalan Pajajaran saja, sering kali tanpa kita sadari di salah satu persimpangan disana ada patung tokok pahlawan Indonesia yang bernama Husein Sastranegara. Tidak aneh jika nama bandara dan tempat landasan udara disana di beria nama beliau yang membela perjuangan Indonesia dimasa lalu.

    Husein Sastranegara adalah salah seorang di antara tokoh-tokoh yang ikut serta mengabdikan dirinya dalam pembinaan perjuangan bersenjata pada masa-masa revolusi fisik, khususmya dibidang pertahanan udara. Disayangkan bahwa semangat pengabdian dan kesediaan berkorban sebagai patriot Tanah Air tidak bisa dilaksanakan lebih lama. Almarhum hanya dapat menyumbangkan tenaganya bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia dalam waktu setahun lebih sedikit dan hanya dalam waktu lima bulan saja setelah Angkatan Udara RI resmi didirkan. Meskipun kesempatan untuk berbakti kepada tanah air yang dcintainya begitu pendek, tidaklah menghilangkan sama sekali nilai-nilai jasa perjuangannya, terutama dalam masa-masa berkecamuknya perjuangan fisik mati-matian menghadapi agres Belanda.

    Semasa hidupnya Husein Sastranegara telah memberikan teladan yang tak ternilai kepada generasi penerus, baik dibidang kejuangan, kemauan yang keras dalam menggapai cita-cita, maupun tekadnya yang kuat untuk mengetahui dan menguasai teknologi penerbangan pada masanya. Kekerasan kemauan dan tekadnya serta kerelaan berkorban demi perjuangan telah tercermin dalam dri Husein Sastranegara. Pandangan-pandangannya yang jauh kedepan ikut meletakan pondasi yang penting bagi pembangunan TNI Angkatan Udara, yang kelak menjadi pancangan kaki yang kokoh bagi pengembangan suatu kekuatan Angkatan Udara yang modern d kemudian hari. Siapa sebenarnya Husein Sastranegra.

    Dilihat dari latar belakang keluarga, Husein Sastranegara adalah keturunan ningrat Priangan dan golongan menengah Bumiputera. Baik dari pihak ayah maupun ibu, darah biru mengalir dalam diri Husein Sasatranegara dan 13 saudaranya yang lain. Ayah Husein, Rd. Demang Ishak Sastranegara adalah seorang Pangreh peraja (Demang) jaman Belanda dan pernah menjabat sebagai wedana Ujung berung Pejabat bupati di Tasikmalaya selama 17 bulan dan patih Tasikmalaya. Sang ayah adalah putera tunggal Rd. Askad Sastranegara, seorang Onder Collecteur Pensiun Sumedang. Sedangkan ibunya Rd Katjh Lasminngroem, putri Rd. Wiranata, Onder Collecteur Pensiun Cicalengka. Mereka menikah di Kadungora Garut pada tanggal 16 Oktober 1907.

    “Kalau saya pribadi tidak terlalu tau jelas tentang seperti apa sejarah patung Husein ini dulunya seperti apa, cuma yang saya tau beliau dulu adalah seorang pahlawan angkatan udara yang karena perjuangannya melawan penjajah walaupun perjuangannya tidak terlalu lama kurang lebih hanya satu tahun tapi bisa memberikan dampak besar bagi perjuangan rakyat Indonesia pada saat itu”. Ujar Agus (20) salah satu alumni SMA Angkasa Lanud Husein.***M.Riza Fidaus