Blog

  • ACT Garut Santuni Lansia,Janda serta Kaum Duafa di Tarogong Kidul Kab Garut

    ACT Garut Santuni Lansia,Janda serta Kaum Duafa di Tarogong Kidul Kab Garut

    GARUT,koransamudra-ACT Kabupaten Garut mengadakan bantuan Cepat Tanggap sebagi jati dirinya yaitu Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan,kembali di lakukan jumat(05-02/21) di kantor ACT Garut, Jl Suherman No 44 Ruko Diamond Dream Land Blok B5 Tarogong Kidul.

    Sebanyak 30 paket yang di salurkan tim ACT untuk Penerima Manfaat dari wilayah Tarogong Kidul,seperti biasanya agar tidak berkerumun sebekum nya telah mendapatkan kupon dari relawan MRI. Untuk jenis pangan yang disalurkan untuk hari ini adalah Beras, minyak goreng, sayuran, gula pasir, kecap, saus, garam dan Sarden.

    Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08:30 sampai selesai ,adapun yang hadir dibagi-shift ,untuk shift pertama di buka dari pukul 08:30-09:30 WIB dengan 20 penerima manfaat ,adapun sesi kedua sebanyak 10 penerima manfaat di mulai pukul 13:00-selesai.

    Menurut salah seorang penerima manfaat dari sukapadang Tarogong kidul yaitu ibu Dedeh seorang janda yang tinggal sendiri dan hanya mengandalkan belas kasihan tetangga untuk makan sehari-hari mengucapkan terima kasih atas bantuan pangan yang diberikan, karena sangat membantu untuk makan hari ini. Mudah-mudahan program ini bisa berlanjut dan rutin dilakukan.

    Penerimaa manfaat lainnya yaitu seorang nenek tua yang berasal dari Sukagalih Tarogong , yaitu nenek amas . Nek amas sudah tidak kuat berdiri dan berjalan sehingga diantar oleh salah seorang relawan MRI Kecamatan Tarogong Kidul. Nenek amas juga sangat berterima kasih kepada ACT-MRI Garut atas bantuan nya , mudah-mudahan tim ACT-MRI Garut sehat selalu dan program ini bisa berjalan terus, Tutur Nek amas.

    Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap Garut Mochamad Dani Ramdani mengatakan bahwa pangan yang dibagikan ini adalah hasil donasi dari sahabat dermawan di seluruh Indonesia. Insya Alloh mudah-mudahan kedepannya banyak juga warga Garut yang berpartisipasi ikut menyumbangkan sedekah terbaiknya bisa berupa uang ataupun bahan-bahan pangan yang nantinya langsung di salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bagi yang ingin menyumbangkan berupa paket pangan bisa datang langsung ke Kantor ACT Garut Jl Suherman No 44 Ruko Diamond Dream Land Blok B5 Tarogong Kidul Garut.**Wawan S

  • Kemendikbud Tiadakan Ujian Nasional 2021

    Kemendikbud Tiadakan Ujian Nasional 2021

    Jakarta,koran-samudra.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan untuk meniadakan ujian nasional (UN) dan ujian kesetaraan di tahun 2021. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). SE tersebut ditandatangani Mendikbud Nadiem Anwar Makarim pada 1 Februari 2021 dan ditujukan kepada gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia.

    Dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tercantum keputusan meniadakan UN dan ujian kesetaraan tersebut berkenaan dengan penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat sehingga perlu dilakukan langkah responsif yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan lahir dan batin peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Dengan ditiadakannya UN dan ujian kesetaraan tahun 2021, maka UN dan ujian kesetaraan tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

    Sementara itu ada tiga hal yang menjadi persyaratan kelulusan peserta didik dari satuan/program pendidikan.  Pertama, peserta didik menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemic Covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester. Kedua, peserta didik memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik. Ketiga, mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan Pendidikan.

    Ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan (ujian sekolah) sebagai penentu kelulusan peserta didik bisa dilaksanakan dalam bentuk portofolio, penugasan, tes luring atau daring, dan/atau bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan. Portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, misalnya penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya.

    Ketentuan tersebut berlaku juga untuk ujian sekolah yang berfungsi sebagai ujian kenaikan kelas. Sekolah dapat menyelenggarakan ujian akhir semester yang dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.

    Kemudian khusus untuk jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK), peserta didik SMK dapat mengikuti uji kompetensi keahlian (UKK) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Semua ketentuan dalam SE tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

    Editor ; Red

    Penulis :(Desliana Maulipaksi – Pengelola web Kemdikbud)
    Sumber :https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2021/02/kemendikbud-tiadakan-ujian-nasional-2021

    Unduh disini Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease /Covid-19 (https://www.kemdikbud.go.id/main/files/download/818bafb3587d2a7)

  • Yudha Fraksi PDIP  ” Di Musrenbang Kec. Karang Pawitan Agar Yang Diusulkan Itu Betul- betul  Prioritas Sesuai Dengan Visi Misi Bupati Garut

    Yudha Fraksi PDIP ” Di Musrenbang Kec. Karang Pawitan Agar Yang Diusulkan Itu Betul- betul Prioritas Sesuai Dengan Visi Misi Bupati Garut

    Yudha Puja Turnawan Fraksi PDIP ” Di Musrenbang Kec. Karang Pawitan Agar Yang Diusulkan Itu Betul- betul Prioritas Sesuai Dengan Visi Misi Bupati Garut

    GARUT.koran-samudra.com-Dalam rangka Penyusunan RKPD Kabupaten Garut 2022 Kec Karangpawitan Kab Garut Kamis(4/02/21) melaksanakan Musrenbang di Aula Kantor Kecamatan Karang Pawitan Garut.

    Acara musrenbang dipimpin Camat Karang Pawitan yang dihadiri oleh delapan anggota DPRD Dapil 1 kabupaten Garut,Perwakilan Bappeda,Danramil 1102 Karang Pawitan,Kapolsek Karang Pawitan,MUI,UPT,Para Kepala Desa,tokoh Masyarakat dan Tamu undangan lainnya.

    Dalam sambutanya,Camat Karang Pawitan Saefurohman mengatakan terima kasih terhadap  tamu undangan yang hadir. Dengan tema percepatan pemulihan ekonomi dan pembangunan infrastuktur serta pengutamaan pelayanan publik untuk kesejahteraan masyarakat di harapkan usulan usulan dari Kepala Desa terealisasikan di tahun 2022.

    Dalam Musrenbang di Kecamatan Karang Pawitan Garut, DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI perjuangan Dapil 1,Yudha Puja Turnawan ketika diwawancarai mengatakan, Agar yang di usulkan itu betul- betul prioritas sesuai dengan visi misi Bupati Garut serta mendapatkan dukungan dari berbagai pihak termasuk dari Kepala Desa,Camat dan DPRD Dapil 1.

    Lanjut Yudha,berharap di masa pandemi Covid’19 ini tidak bisa kita pungkiri imbasnya luar biasa terhadap bidang Pendidikan dan Ekonomi,saya berharap menjadi solusi agar peningkatan perekonomian di dalam musrenbang ini.**Wawan S

  • Sunarkawan”Rencana Program Internet Desa Wanakerta Kecamatan Cibatu mulai Dibangun Bulan Depan

    Sunarkawan”Rencana Program Internet Desa Wanakerta Kecamatan Cibatu mulai Dibangun Bulan Depan

    GARUT,koran-samudra.com – Program internet desa yang sedang digadang-gadangkan oleh pemerintah melalui Kemenkominfo akan berjalan di Desa Wanakerta mulai bulan depan. Sebagaimana apa yang disampaikan oleh Sunarkawan (03/02/21) Kepala Desa Wanakerta, di Kantor Desa Wanakerta bahwa pembangunan tower sebagai penangkap sinyal akan segera dibangun.

    Sunarkawan”Rencana Program Internet Desa Wanakerta Kecamatan Cibatu mulai Dibangun Bulan Depan

    “Sekarang itu sebenarnya internet Desanya belum berjalan ya karena memang wanakerta direncanakan bulan depan itu akan dibangun satu tower. Nanti Wanakerta itu akan di bangun (tower) untuk masyarakat agar dapat mengakses internet”, ungkapnya.

    Rencana ini sudah direncanakan sejak tahun lalu tetapi untuk tahap awal Kades Wanakerta berinisiatif untuk melakukan pembelajaran terlebih dahulu kepada masyarakat agar ketika pada saatnya nanti internet desa ini dapat berjalan sebagai mana mestinya.

    “Untuk desa wanakerta memang sudah direncanakan sejak tahun kemarin ya, nah untuk tahap awal itu memang masyarakat sedang pembelajaran menguasai IT yah, sebab jangan sampai kalau masyarakat desa tidak menguasai IT sama sekali, internet desa pun tidak akan berjalan sebagai mana yang kita harapkan,” terangnya

    Desa Wanakerta yang berpenduduk 8.900 jiwa ini dari tahun lalu telah memprograman kepada 16 RW mendapatkan satu komputer per RW serta memberikan pelatihan agar mereka mahir dalam menggunakan komputer. “Makanya memang dari tahun kemarin kita punya program semua RW mendapatkan satu komputer yah, itu untuk pembelajaran mereka termasuk di desa sendiri ada PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), di situ ada pelatihan, tahap awal itu RT, RW, Kader itu mereka belajar komputer”, terangnya.

    Kades juga berharap agar semua orang masyararakat di desanya dapat mengerti IT (Informasi dan Teknologi), karena, menurutnya, kunci dari ilmu untuk sekarang itu adalah IT. Dengan pengetahuan IT tanpa keluar rumah pun bisa belajar. “Harapan kami itu semua masyarakat desa mengenal IT, sekarang ilmu itu memang kuncinya yang paling utama ya masyarakat mengetahui atau menguasai IT, insyaallah masayarakat itu akan menjadi lebih maju, karena tidak keluar rumah pun masyarakat bisa belajar,” ungkapnya.

    Kades juga berharap kepada Diskominfo Kabupaten Garut untuk membantu memantau dan memberikan edukasi terhadap masyarakat agar bisa memilih informasi yang baik. Sebab yang paling riskan adalah ketika masyarakat menelan mentah-mentah informasi yang di dapat terutama anak-anak yang masih dalam masa pembelajaran. “Saya berharap dari dinas terkait memberikan pemantauan atau pembelajaran kepada masyarakat bagaimana meng-counter konten-konten negatif, ya yang paling riskan, ketika internet sudah terakses oleh masyarakat informasi itu ditelan telanjang bulat oleh masyarakat, apalagi anak-anak kan itu yang paling bahaya,” ungkap Sunarkawan.**Wahyu/Wawan S

  • Guna Cegah Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Pemerintah Desa Cibatu Bagikan Masker Untuk Warga

    Guna Cegah Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Pemerintah Desa Cibatu Bagikan Masker Untuk Warga

    GARUT,koran-samudra.com – Berbagai upaya pemerintah telah dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona yang mewabah di masyarakat khususnya di Kabupaten Garut. Kepala Desa (Kades) Cibatu Dadang S . Yasin Ori, selaku Ketua Satgas Covid-19 Desa Cibatu, beserta tim membagikan masker untuk para warga yang melewati di sekitar Kantor Desa, Rabu (03/02/21).

    Cegah Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Pemerintah Desa Cibatu Bagikan Masker Untuk Warga

    Kades Cibatu Dadang S . Yasin Ori, mengatakan, dengan kesadaran masyarakat di Desa Cibatu dalam memakai masker sudah bagus. “Alhamdulillah kami karena disini sudah terbentuk satgas covid desa yang kebetulan diketuai saya sendiri, dan senantiasa intens Satgas Covid tingkat RT (Rukun Tetangga), RW (Rukun Warga) dan alhamdulillah sampai sekarang masih berjalan dan barusan pun sudah kegiatan dalam rangka pelaksanaan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) perpanjangan yaitu barusan mengadakan pembagian dengan cara mencegat masyarakat yang lewat, alahamdulillah dari yang tersedia ratusan masker kami lihat dengan tim di sana yang tidak memakai masker hanya sedikit sekali dan Alhamdulillah kesadaran masyarakat Desa Cibatu sudah bagus,” ungkap Dadang.

    Dadang menambahkan, pembagian masker ini dilakukan setiap ada kesempatan seperti saat diindikasikan ada kegiatan yang menimbulkan kerumunan seperti pengajian, shalat Jumat, dan kegiatan-kegiatan lain termasuk rapat di desa. “Yang rutin itu jika ada kegiatan yang menimbulkan kerumunan agak banyaklah, seperti ada pengajian, shalat Jumat, terus ada kegiatan-kegiatan lain termasuk rapat di desa itu dibagilah,” tambah Dadang.

    Desa Cibatu juga, imbuh dia, menerapkan program 3M (Mencuci tangan, Memakai masker, Manjaga Jarak), hal ini dilakukan untuk memberi contoh kepada warga untuk menerapkan program tersebut. “Adapun kebiasaan di kami termasuk di desa sendiri dicontohkan dengan adanya program 3M itu sudah dlaksanakan di setiap RT, RW, dan tempat ibadah sudah dipasang sebagai percontohan di desa,” imbuhnya.

    Di Desa Cibatu sendiri menurut Dadang, sampai saat ini sudah ada 9 orang yang terkonfirmasi positif namun sudah dinyatakan sembuh, dan tidak ada warga yang meninggal karena Covid-19. “Sampai saat ini di Desa Cibatu yang sudah, yang terkena bukan sudah ya, terpapar sampai saat ini ada sekitar ada sekitar 9 orang tapi alhamdulillah sampai saat ini sembuh semua dan sementara data untuk Desa Cibatu tidak ada yang meninggal,” ucapnya.

    Dadang juga mengimbau kepada warga untuk selalu selalu menerapkan protokol kesehatan yaitu 3M. Selain itu, ia juga menerapkan kebijakan untuk membuat sekat-sekat di kantor desa dan senantiasa memakai masker saat di kantor. “Himbauan seperti yang umum saja seperti satgas-satgas lain kecamatan, kabupaten, provinsi, maupun tingkat pusat jangan di lupakan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, malah di (Kantor) Desa pun sudah memakai sekat-sekat dan senantiasa memakai masker dan alhamdulillah untuk saat ini stok masker kalo 1000 masih ada,” pungkasnya.**Wahyu/Wawan S

  • Sekda Garut Hadiri Musrenbang Tingkat Kec Banyuresmi” Perencanaannya harus berkualitas, transparan,dan akuntabel.

    Sekda Garut Hadiri Musrenbang Tingkat Kec Banyuresmi” Perencanaannya harus berkualitas, transparan,dan akuntabel.

    GARUT,koran-samudra.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, Nurdin Yana, menghadiri acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Banyuresmi yang digelar di Aula Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Kamis (4/2/2021).

    Sekda Garut Hadiri Musrenbang Tingkat Kec Banyuresmi” Perencanaannya harus berkualitas, transparan,dan akuntabel.

    Dalam kesempatan ini, Nurdin Yana mengungkapkan bahwa perencanaan pembangunan itu harus berkualitas, transparan, dan akuntabel. “Tentunya perencanaan pembangunan yang berkualitas, transparan, dan akuntabel menjadi tolok ukur bagi akuntabilitas, profesionalisme, dan bobot pelayanan publik dewasa ini. Sebab perencanaan pembangunan yang tidak transparan dilakukan, akan menimbulkan citra atau pencitraan yang negatif terhadap kualitas pelayanan aparatur pemerintah maka disinilah hakekat dan arti penting dari sebuah musyawarah perencanaan pembangunan,” ujar Nurdin dalam sambutannya.

    Nurdin mengatakan, tema pembangunan untuk tahun 2021 itu ada tiga yakni percepatan pemulihan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan penguatan pelayan publik. “Tema pembangunan perlu bapa ibu ketahui bahwa tema pembangunan untuk tahun 2021 yaitu percepatan pemulihan ekonomi, pembangunan infrastruktur tetap dominan, dan penguatan pelayanan publik untuk kesejahteraan masyarakat, inilah barang kali temanya. Sehingga semua SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) nanti akan ngiblat dalam rangka menerjemahkan apa yang menjadi tema pembangunan ini,” ucapnya.

    Ia mengajak seluruh pihak untuk merapatkan barisan menciptakan kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Garut. “Kita sadar betul bahwa keberhasilan pembangunan Kabupaten Garut merupakan keberhasilan kolektif, dan peran aktif seluruh stakeholder pembangunan di Kabupaten Garut, serta dukungan dari Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Pusat. Oleh karena itu mari kita rapatkan barisan bekerjaber sama secara sinergi untuk dapat menciptakan kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Garut sesuai visi terwujudnya Kabupaten Garut yang bertaqwa, maju dan sejahtera,” tutur Sekda yang baru dilantik tanggal 1 Februari lalu.

    Ia juga berharap Musrenbang ini mampu mencurahkan segela potensi yang dimiliki oleh setiap daerah yang menggelar musyawarah ini. “Kami sangat berharap melalui forum musyawarah tingkat kecamatan ini segenap potensi dapat dicurahkan untuk membangun kerangka pikir, orientasi, dan persepsi yang sama.” pungkasnya.

    Dalam acara yang juga dihadiri oleh 3 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut yakni Iden Sambas dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ade Rizal dari Fraksi Partai Gerindra, dan Hasan Basri dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, Sekda Garut diterima secara langsung oleh Camat Banyuresmi, Jujun Juhana.** Wahyu

  • Cegah Covid-19 dan Tumbuhkan Kesadaran, Forkompimcam Karangpawitan menggelar Operasi Yustisi

    Cegah Covid-19 dan Tumbuhkan Kesadaran, Forkompimcam Karangpawitan menggelar Operasi Yustisi

    GARUT,koran-samudra.com-Dalam meningkatkan kesadaran masyarakat serta mencegah penyebaran Covid 19 Forkompimcam yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Karangpawitan Rabu (03/02/21) di jalan Raya Karangpawitan Garut.

    Cegah Covid-19 dan Tumbuhkan Kesadaran,Forkompimcam Karangpawitan menggelar Operasi Yustisi

    Dalam Operasi Yustisi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap masyarakat tentang betapa pentingnya melaksanakan protokol kesehatan dalam pencegahan sekaligus memutuskan mata rantai penyebaran Covid -19.Selain menegur para pengguna jalan baik pejalan kaki atau peguna roda dua dan empat kegiatan ini disertai pembagian masker.
    Dikatakan Kapolsek Karangpawitan Kompol Saepuloh SH,Kami tidak akan merasa pernah lelah atau berhenti untuk terus menyampaikan sosialisasi pencegahan Covid-19 dengan cara sederhana yaitu mematuhi Protokol kesehatan dengan 5M,memakai masker,mencuci tangan pakai sabun di air yang mengalir,menjaga jarak,menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas.
    Saepuloh juga berharap dengan adanya operasi yustisi yang tiap hari gencar dilaksanakan bisa terus mengingatkan masyarakat untuk menjaga dirinya dan keluarga dari penyebaran virus Covid-19.** Wawan S

  • Wujud Patuhi Protokol Kesehatan, Musrenbang di Kecamatan Pasirwangi Gunakan Metaplan Digital

    Wujud Patuhi Protokol Kesehatan, Musrenbang di Kecamatan Pasirwangi Gunakan Metaplan Digital

    GARUT,koransamdra.com- Kabupaten Garut telah resmi memulai kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di setiap kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Garut.
    Kecamatan Pasirwangi merupakan salah satu kecamatan yang menyelenggarakan Musrenbang dengan memunculkan inovasi, dimana penentuan kegiatan prioritas cukup dengan mengisi google form yang sudah disediakan oleh pihak kecamatan.
    Inisiasi ini dihadirkan oleh Camat Pasirwangi, Saeful Hidayat, guna mewujudkan protokol kesehatan khususnya menghindari kerumunan jika musrenbang dilakukan secara tatap muka.

    “Musrenbang kecamatan dan desa dilakukan dengan metode metaplanning, metode ini tentunya harus menghadirkan banyak orang dan untuk terlibat di dalam menentukan prioritas kegiatan sesuai dengan dimensi yang telah ditentukan dan hal ini tidak memungkinkan dimasa pandemi,” ujar Saeful saat ditemui di Kantor Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Selasa (2/2/2021).

    Penggunaan media digital dengan mengisi Google Form ini, lanjut Saeful, sangat mudah, efektif, dan rekap penetuan nilai pringkatnya bisa langsung diketahui oleh pihak desa.
    “Kita lakukan penentuan kegiatan prioritas melalui media digital yaitu dengan googleform yang sangat mudah tapi efektif dan rekap penentuan nilai peringkat dapat diketahui langsung secara update karena metode penghitungannya dilalukan secara otomatis melalui sistem yang ditampilkan secara grafis,” tuturnya.

    Saeful mengungkapkan, melalui metaplan digital ini antusias warga yang mengisi Google Form diapresiasi warga, di mana dalam musrenbang ini sebanyak 551 responden mengisi google form untuk menyampaikan harapan dan usulan mereka tanpa harus ada tatap muka. “Ide ini digunakan dalam rangka bagaimana dimasa pandemi ini masyarakat tetap tidak kehilangan haknya dalam menyampaikan harapan dan usulan mereka tapi menghindari terjadinya kerumunan dan alhamdulilah justru lebih antusias dimasa normal saja belum tentu bisa melibatkan 551 orang tapi dengan media ini jauh lebih banyak tingkat partisipasinya,” pungkasnya.**ws/wawan s

  • Kolaborasi Disdamkar Garut dan PLN dalam Sosialisasi Pembentukan dan Pembinaan Redkar di Desa Samarang

    Kolaborasi Disdamkar Garut dan PLN dalam Sosialisasi Pembentukan dan Pembinaan Redkar di Desa Samarang

    GARUT,koran-samudra.com – Bencana kebakaran tidak mengenal waktu dan tempat sehingga menuntut masyarakat untuk selalu waspada. Berdasarkan data 4 tahun kebelakang Kabupaten Garut memiliki statistik kejadian kebakaran yang cukup tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi dengan penyebab yang paling banyak adalah konsleting listrik.

    Fakta ini membuat edukasi dan sosialisasi oleh Disdamkar (Dinas Pemadam Kebakaran) Garut gencar dilakukan. Salah satunya kegiatan ini dilakukan di Aula Desa Samarang, Selasa (02/02/21). Turut hadir dalam kegiatan edukasi dan sosialisasi ini Kepala Desa Samarang, Dede Juhana.

    Kepala Dinas Kebakaran Kabupaten Garut, Aah Anwar Saepulloh, menyampaikan materi mengenai beberapa Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang menjadi tugas Damkar.

    Selain itu, ia juga menyampaikan rencana penambahan pos sebagai sebuah usaha untuk mencapai salah satu poin SPM, yaitu Layanan Respon Time 15 menit.

    “Tahun 2020 kami baru memiliki 4 pos, tahun 2021 ini akan dilakukan penambahan 3 pos dan di tahun-tahun selanjutnya diharapkan bisa mencapai target dengan memiliki satu pos di setiap kecamatan” ujarnya.

    Aah menuturkan, peranan penting juga harus dilakukan oleh masyarakat sekitar, dengan dibentuknya Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di setiap wilayah dengan berpedoman dari Permendagri No. 364.1-306 tahun 2020.

    “Redkar ini dibentuk dengan tujuan sebagai agen terdepan dalam penanggulangan awal ketika terjadi kebakaran, baik dalam pelaporan ke Disdamkar, maupun penanganan dengan cara yang sederhana sebagai upaya pencegahan dini” tutur Aah.

    Untuk itu, Aah berharap keberadaan Redkar ini mampu meminimalisir kerugian yang lebih besar dari bencana kebakaran.

    Selain itu, pada kesempatan ini juga PLN Garut, Husnul Yaqin memaparkan mengenai bahaya penggunaan beban listrik yang kurang tepat. Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab dari kebakaran.

    “Banyak sekali bencana kebakaran yang bersumber dari konsleting listrik” ucapnya.

    Maka dari itu, itu pihak PLN sangat berharap masyarakat dapat meminimalisir terjadinya hal tersebut dengan menghindari beberapa hal yang bisa memicunya, misalnya penggunaan sumber listrik dengan beban yang bertumpuk-tumpuk.

    Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi pencegahan dini yang dilakukan oleh Bidang Pencegahan. Peserta yang mayoritas diisi oleh Ibu Rumah Tangga menjadi sasaran yang tepat dalam kegiatan ini.

    Kepala Bidang Pencegahan, Syam Sumaryana turut menyampaikan bagaimana pentingnya kegiatan ini.

    “Ibu-ibu yang mayoritas bertugas di dapur untuk memasak tentunya langsung berhadapan dengan kompor dan tabung gas, sehingga pemahaman mengenai solusi apabila gas bocor bisa langsung ditangani sendiri,” ungkap Syam.

    Simulasi ini mempraktekkan pemadaman api dengan cara tradisional seperti penggunaan handuk basah hingga cara yang modern dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Ketenangan juga menjadi kunci ketika munculnya api dari gas yang bocor.

    Para peserta juga bergiliran mencoba melakukan pemadaman api dengan dua cara tersebut.

    Bidang Pencegahan menekankan kepada masyarakat untuk segera melapor ke Disdamkar jika ada sumber penyebab kebakaran agar bisa segera ditangani.*** wahyu

  • Bank Indonesia Regional Jabar Dukung Digitalisasi Ekonomi di Kabupaten Garut

    Bank Indonesia Regional Jabar Dukung Digitalisasi Ekonomi di Kabupaten Garut

    Garut, koran samudra – Bupati Garut, Rudy Gunawan menerima kunjungan kerja dari Bank Indonesia Regional Jawa Barat. Kunjungan itu dalam rangka meningkatkan sinergitas pengendalian inflasi dan akselerasi implementasi digitalisasi di daerah, dilaksanakan di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (2/2/2021).

    Bank Indonesia menawarkan digitalisasi ekonomi kepada Pemkab Garut guna mempercepat terutama dalam bidang UMKM

    Bupati Garut, Rudy Gunawan menerima kunjungan dari Bank Indonesia Regional Jabar di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut
    Bupati Garut, Rudy Gunawan menerima kunjungan dari Bank Indonesia Regional Jabar di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut

    Bupati Rudy mengatakan, dalam kunjungan ini, Tim Pemantau Inflasi Daerah memberikan solusi kepada pemerintah daerah untuk mengatasi permasalahan ekonomi agar ekonomi dapat terus berjalan meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19. “Ini dari Bank Indonesia selaku tim pemantau inflasi daerah, ini memberikan solusi dan guidance pada pemerintah daerah bagaimana ekonomi tetap berjalan, kesehatan juga menjadi penting. Di masa pandemi ini langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah,” ucap Bupati.

    Ada beberapa saran dari Bank Indonesia, Imbuh Bupati Garut, terdiri dari lebih 5 poin yang harus dilaksanakan, mulai dari bidang ekonomi hingga berhubungan dengan pariwisata. “Ini bagus sekali saran-saran dari Bank Indonesia, ini kurang lebih ada 5 poin yang harus dilaksanakan. Diantarnya bagaimana ekonomi tetap bergerak, masyarakat daya belinya juga terjaga, investasi masih ada dan juga hal-hal yang berhubungan dengan pariwisata,” imbuhnya.

    Sementara itu, Deputi Direktur Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat, Taufik Saleh mengatakan, pihaknya sudah banyak melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Garut. “Selama ini kami sudah banyak melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah Garut. Klaster-klaster kami mulai dari peternakan, pertanian dan produk kreatif sudah kami jalankan. Dan ini menjadi poin untuk kita kembangkan lebih lanjut,” kata Taufik.

    Salah satu poin yang disampaikan oleh pihak Bank Indonesia adalah mengenai digitalisasi ekonomi. Taufik menuturkan digitalisasi ekonomi harus dipercepat terutama dalam bidang UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).
    “Digitalisasi ekonomi harus dipercepat, digitalisasi ekonomi ini tentunya terutama UMKM untuk proses produksi maupun transaksi oleh karena itu ini nanti akan menjadi salah satu focus kami” tambahnya.

    Adanya digitalisasi adalah untuk menyambut dicanangkannya tim percepatan penguatan digitalisasi daerah, maka dari itu, lanjut Taufik, Bank Indonesia Regional Jabar akan mendukung pemerintah Garut untuk melaksanakan elektronifikasi transaksi. “Kami akan terus mendorong membantu mendukung pemerintah daerah Kabupaten Garut untuk melaksanakan elektronifikasi transaksi baik di keuangan pemerintah maupun di masyarakat,” pungkasnya.** ws/Wawan S