Blog

  • Bupati Garut Hadiri Kegiatan Wisuda Sekolah Tinggi Teknologi Garut Angkatan XX

    Bupati Garut Hadiri Kegiatan Wisuda Sekolah Tinggi Teknologi Garut Angkatan XX

    Garut.koran-samudra.com- Bupati Garut, Rudy Gunawan menghadiri kegiatan wisuda di Kampus STTG (Sekolah Tinggi Teknologi Garut) di Jl. Mayor Syamsu No. 1 Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (30/1/2021).

    Wisuda ini dihadiri oleh 215 orang wisudawan. Selain itu, wisuda juga dilakukan melalui aplikasi video telekonferensi zoom meeting mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19.

    Bupati Garut Hadiri Kegiatan Wisuda Sekolah Tinggi Teknologi Garut Angkatan XX

    Kegiatan wisuda ini turut dihadiri oleh Kepala BAPPEDA (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah) Kabupaten Garut, Agus Ismail dan Ketua Yayasan Al-Musadaddiyah Garut, Prof Ummu Salamah, MS.

    Bupati Garut, Rudy Gunawan dalam sambutannya mengatakan sampai hari ini tidak lebih dari 2,5 % penduduk di Garut yang mempunyai gelar sarjana. “Kabupaten Garut 2,7 juta jiwa, hari ini kami pada waktu itu menghitung tidak lebih dari 2,5 % penduduknya mempunyai gelar sarjana baik S1, S2, maupun S3 tentunya saya berharap bahwa kegiatan-kegiatan perguruan tinggi harus mendapatkan dukungan dari semua pihak,” ucap Rudy.

    Rudy Gunawan menuturkan bahwa ia bangga dengan STTG yang telah melahirkan sampai 20 angkatan wisudawan. “Saya juga bangga dengan STTG, karena hari ini STTG telah melahirkan sampai 20 angkatan di wisuda ini,” ujar Rudy.

    Bupati Garut berharap para wisudawan bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat agar bisa bermanfaat khususnya bagi masyarakat Garut.

    “Saya berharap saudara-saudara dapat mengaplikasikan pengetahuan, apalagi saudara-saudara itu di bidang engineer di bidang teknokratik, teknik yang dibutuhkan oleh masyarakat Garut,” tutur Bupati.**Wawan S

  • Wabup Garut Helmi Budiman Lolos Skrinning, Siap Divaksinasi

    Wabup Garut Helmi Budiman Lolos Skrinning, Siap Divaksinasi

    Garut,koran-samudra.com – Kabupaten Garut Senin nanti siap memulai vaksinasi bagi tenaga kesehatan, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), Perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), perwakilan ulama, dan influencer.

    Vaksinasi ini melalui beberapa tahapan dari mulai registrasi, verifikasi, skrining, hingga akhirnya melakukan proses vaksinasi, untuk memastikan penerima vaksin telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan.

    Sesuai dengan tahapan tadi, Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, melakukan proses skrining oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Pembangunan, di rumah kediamannya, Komplek Villa Intan, Tarogong Kidul. Hasilnya, dr. Helmi lolos untuk divaksinasi hari Senin nanti. “Dalam vaksin tahap pertama yang akan dilaksanakan pada awal Februari kali ini, Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, dinyatakan lolos skrining kesehatan, sama halnya dengan  Perwakilan DPRD dari komisi 4 Karnoto sama lolos,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Asep Surachman, saat ditemui seusai melakukan skrining, Sabtu (30/1/2021).

    Sementara itu Wabup Garut, dr. Helmi Budiman, mengatakan, kegiata vaksinasi akan dilakukan di beberapa titik di Kabupaten Garut. “Untuk proses vaksinasi dilakukan di beberapa titik, dan akan diberikan kepada tenaga kesehatan, TNI Polri, dan juga masyarakat yang memenuhi kriteria persyaratan vaksinasi,” ujar dr. Helmi.

    Meskipun vaksinasi sudah dimulai nanti, lanjut dr. Helmi, penerapan protokol kesehatan tetap harus dilakukan secara ketat. “Proses vaksinasi ini dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Namun, tetap protokol kesehatan harus tetap dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.” pungkasnya.Wawan S/Ws

  • Bupati Garut Resmikan Padepokan Pencak Silat di Kampung Papandak Wanaraja

    Bupati Garut Resmikan Padepokan Pencak Silat di Kampung Papandak Wanaraja

    Garut.koran-samudra.com – Bupati Garut, Rudy Gunawan, resmikan Padepokan p Pencak Silat Surya Sumirat yang berlokasi di Kampung Papandak, Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Sabtu (30/1/2021).

    Bupati Garut Resmikan Padepokan Pencak Silat di Kampung Papandak Wanaraja

    Rudy menagatakan padepokan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun karakter generasi muda. “Padepokan ini merupakan bagian yang penting dalam membangun karakter bagi generasi muda, generasi muda sekarang lebih tau tentang HP (Handphone), siapa yang menjadi pemain-pemain di HP, dari pada tentang budi pekerti yang dulu dimana-mana juga pesantren besar suka dihubungkan dengan bela diri yaitu Pencak Silat,” ujar Rudy.

    Bupati Garut Resmikan Padepokan Pencak Silat di Kampung Papandak Wanaraja

    Ia mengatakan pencak silat harus dilestarikan karena bisa membangun sifat ksatria, jujur, dan ksatria. Di sisi lain, saat ini keahlian bela diri bisa menghasilkan penghasilan yang besar, bagi siapaun yang menekuninya. “Berkelahi juga sekarang bisa menjadi uang (penghasilan) ratusan miliar, mau ke UFC (Ultimate Fighting Championship) silahkan, nanti lawan McGregor (salah seorang Atlet UFC), bayarannya ratusan miliar. Mau ke MMA (Mixed Martial Arts) silahkan tapi dasar ilmunya ada, mau di silat, taekwondo, karate, dan lain-lain,” ungkap Rudy.

    Ia menuturkan Kampung Papandak yang menjadi tempat Padepokan Surya Sumirat menjadi salah satu kampung bersejarah bagi Kabupaten Garut. “Kampung Papandak itu adalah salah satu kampung yang ada dalam sejarah Kabupaten Garut, dikarenakan rumahnya (memiliki) khas, papandak itu dijadikan ide untuk membangun ITB (Institut Teknologi Bandung) Tahun 1926, jadi jurang papandak itu merupakan salah satu peninggalan leluhur orang sunda asli, orang Garut asli, yaitu rumah papandak,” tutur Rudy.

    Dalam kesempatan ini, Bupati Garut sempat mengapresiasi anak-anak yang sedang memakai pangsi dan bermasker. “Saya merasa bahagia kalau ada anak kecil yang memakai pangsi (pakaian adat sunda), hebat, yang di masker (dikasih) hadiah 10 ribu dari Pak Bupati.” pungkasnya.**Wawan S

  • Mengabaikan Prokes’ Petugas Satgas COVID-19 Kab Garut,Tindak Pelanggar PSBB

    Mengabaikan Prokes’ Petugas Satgas COVID-19 Kab Garut,Tindak Pelanggar PSBB

    Garut.koran-samudra.com – Petugas yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut menindak warga yang tertangkap tangan melanggar protokol kesehatan saat dilaksanakan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalanan dan sejumlah tempat keramaian lainnya di Kabupaten Garut,, Jumat (29/1/2021).

    Mengabaikan Prokes’ Petugas Satgas COVID-19 Kab Garut,Tindak Pelanggar PSBB

    Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut, Hendra S. Gumilang, mengatakan, petugas di lapangan masih menemukan beberapa warga mengabaikan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah. “Di tempat transportasi dan terminal dengan target sasaran wilayah Kecamatan Samarang terdapat 16 pelanggaran prokes dari total jumlah orang yang melintas sebanyak 958 orang,” kata Hendra.

    Mengabaikan Prokes’ Petugas Satgas COVID-19 Kab Garut,Tindak Pelanggar PSBB

    Ia mengatakan operasi penerapan PPKM tahap dua itu melibatkan unsur Polri, TNI, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Garut yang disebar ke sejumlah tempat seperti di jalanan, pasar tradisional dan modern, perkantoran, serta tempat wisata. “Tempat lima titik lokasi Kabupaten Garut unsur personel yang dilibatkan Polri sebanyak 140 personel, TNI 100 personel, Satpol PP sebanyak 70 personel, Denpom 10, Dishub sebanyak 30 orang,” katanya

    Ia menyampaikan, petugas gabungan yang sudah terbagi lima tim itu melakukan operasi di perkantoran, perbankan, sekolah, dan pondok pesantren. Tim lainnya melaksanakan operasi di pasar tradisional dan modern, kemudian tempat hiburan, rumah makan dan kafe.

    Selain itu tim melakukan operasi di tempat keramaian lainnya yakni terminal dan transportasi umum, kegiatan sosial budaya, hotel, dan tempat wisata.

    Hendra menyebutkan, lokasi perkantoran maupun hotel yang didatangi petugas tidak menemukan pelanggaran protokol kesehatan, kecuali di pasar tradisional masih ada warga tidak memakai masker. “Di tempat pasar tradisional, pasar modern dan pasar tumpah dengan target Pasar Cisurupan dan Pasar Cikajang terdapat enam pelanggaran,” katanya.** Wahyu

  • Asosiasi Jurnalis Warga Indonesia Pertanyakan Izin Penggalian Proyek Pipa Pengembangan SPAM Pamanukan

    Asosiasi Jurnalis Warga Indonesia Pertanyakan Izin Penggalian Proyek Pipa Pengembangan SPAM Pamanukan

    Subang,koran-samudra.com – Asosiasi Jurnalis Warga Indonesia (AJWI) pertanyakan izin penggalian proyek pipanisasi pengembangan Stasion Pengelolaan Air Minum (SPAM) pamanukan binong yang saat ini sedang berjalan , sabtu (29/1/21)

    Sekjen AJWI – DPK Subang , Herdi, saat dikonfirmasi terkait penggalian dan pemasangan pipanisasi SPAM Pamanukan Binong menjelaskan , Proyek pipanisasi SPAM pamanukan binong sangat mengganggu aktifitas warga apa lagi dimusim hujan seperti sekarang jalanan jadi licin dampak dari penggalian pipa sehingga tanah berceceran dipinggir jalan masyarakat sangat kecewa dan dirugikan apa lagi kalau rumah dan toko dipinggir jalan kena debu dan lumpur , seharusnya pihak perusahaan PT , PUTRA KENCANA dan PT , SIDDIQ SARANA MULYA melakukan kordinasi dengan para kepala desa yang wilayahnya dilintasi penggalian dan pemasangan pipanisasi sepanjang jalan pamanukan binong , kepala desa sangat kecewa dengan adanya proyek tersebut tanpa ada kordinasi terlebih dulu , mestinya pihak pengusaha memanggil kepala desa dan masyarakat yang wilayahnya dilintasi pemasangan pipanisasi SPAM pamanukan binong ,” ujar herdi

    Proyek Pengembangan SPAM pamanukan binong . Lanjut herdi dikerjakan oleh KSO . PT . PUTRA KENCANA dan PT . SIDDIQ SARANA MULYA , Nilai Proyek Sebesar Rp , 52 , 344 , 000, 000 , Dengan No Kontrak , SP . UIN – 10 / PU . DPU / 10 / 2020 , sumber dana dari : RKAP – PJT II. 2020 , ironisnya pihak perusahan yang sedang mengerjakan proyek tersebut tidak ada kordinasi atau sosialisasi dengan para kepala desa dan masyarakat yang wilayahnya dilintasi pekerjaan penggalian dan pemasangan pipa tersebut , kami secara kelembagaan akan menyurati pihak yang terkait seperti (LKPP) Lembaga Kebijakan Barang / Jasa Pemerintah dan pihak PERUM JASA TIRTA II Purwakarta Jawa Barat , akan mempertanyakan terkait izin penggalian yang mungkin saja ada tanah warga yang tergali oleh proyek SPAM tersebut sehingga menimbulkan kerugian , atau tanah dipinggir jalan raya milik provinsi , ini izin penggalianya seperti apa , ini yang belum jelas ,” kata herdi

    Ditambahkan , Herdi selaku Sekjen Asosiasi Jurnalis Warga Indonesia (AJWI) DPK Kabupaten Subang , Mestinya pihak pengusaha sebelum proyek dimulai terlebih dulu mengadakan sosialisasi kepada kepala desa dan masyarakat yang wilayahnya dilintasi galian untuk pemasangan pipa pengembangan SPAM pamanukan binong agar tidak terjadi konflik , Pada prinsipnya mau proyek apapun itu , tentunya harus ada koordinasi perizinan dan komunikasi yang baik dulu ke pemerintah setempat yang kebetulan wilayah desanya dilintasi penggalian proyek pipa , sementara proyek tersebut anggaranya sangat besar tentu ini harus dipertanyakan tentang izin penggalian disepanjang jalan raya milik provinsi , karena jalan raya provinsi izininya harus di provinsi jawa barat , kalau tidak ada izinnya laporkan saja kepada pihak yang terkait dalam hal ini LKPP Provinsi Jawa Barat , patut diduga pekerjaan proyek tersebut terkesan asal jadi dan dikhawatirkan hasil pekerjaannya pun tidak maksimal ,” tegas herdi*** (Heri S – Reporter Koran Samudra Biro Kab. Subang)

  • Amirudin Latif “Wasit Sepak Bola Harus Punya Integritas dan Moral yang baik

    Amirudin Latif “Wasit Sepak Bola Harus Punya Integritas dan Moral yang baik

    Garut,koran-samudra.com – Ketua Askab PSSI Garut Amirudin Latif menekankan kepada seluruh wasit yang ada di Kabupaten Garut terlebih mereka yang telah mengikuti kursus ini bisa lebih instropeksi diri dan dapat meningkatkan kemampuan diri,sehingga pada saatnya diperlukan pada level- level yang lebih tinggi dan kita sudah siap
    ” jangan dijadikan momen ajang kerjasama dengan PSSI untuk mencari uang.seperti ketika saudara nantinya memimpin even ditingkat kabupaten itu hanyalah untuk mengasah keterampilan dan kemampuan diri.sehingga semakin levelnya tinggi,maka akan semakin mampu untuk memimpin sebuah pertandingan yang besar,baik di tingkat provinsi atau tingkat Nasional.bahkan bila perlu di tingkat internasional sekalipun.dan di situ kita akan mendapatkan uang sebagai penghasilan yang jelas jelas hasil dari kerja kita.tegas Amir dalam sambutannya pada penutupan Kursus Wasit C3 yang dilaksanakan di Hotel Famili Ayu Jln.Ranggalawe Kec Garut Kota Kabupaten Garut.Jumat 30/01/2021.

    Lanjut Amir dari itu semua tergantung pada wasit itu sendiri.kalau tidak ada kemauan untuk mengasah diri.dan moralnya jelek dan maka jangan harap kita ( wasit- red ) bisa memimpin dan menikmati hasilnya.
    ” maka mumpung masih ada kesempatan.mari kita tanamkan integritas kita.kedisiplinan dan kejujuran kita supaya apa yang diharapkan bisa tercapai dengan mengedepankan Profesionalisme dan Proporsionalisme.menempatkan profesinya dalam sebuah pekerjaan.Dan jika kita ( wasit) tidak menjalankan itu maka masyarakat tidak akan lagi percaya,dan kita akan dicelanya.ujar Amir

    Diakhir sambutannya Amir berharap bahwa Kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan lagi di Kabupaten Garut.dan terimakasih kepada para peserta kursus wasit C3 ini yang berasal dari luar kab garut seperti Jakarta,Bogor,Kab Ciamis,Kab Berebes,Bandung, Pangandaran,
    ,Cilacap,Cimahi,Dan Tasikmalaya yang telah mengenal kota garut dari dekat.semoga ilmu yang telah didapat dalam kursus ini dapat bermanfaat untuk semua pihak khususnya dalam sepak bola.

    Selain ketua Askab PSSI Garut H Amirudin Latif,hadir pula Sekjen Askab Garut Asep Angga. Bendahara Umum Restu MH , Direktur Organisasi H Gunawan, Direktur Media Officer Wahyudin S,Para istruktur Jajat Sudrajat Dan Oki Dwi Putra.

    Dalam Laporannya Panitia Pelaksana Rahmat Puspita yang juga menjabat Direktur Wasit Askab PSSI Garut, menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari ( 25-30 januari 2021) itu berjalan lancar ) dari mulai pemaparan materi ( materi clas – Red ) yang bertempat di Hotel dan Stadion jayaraga sebagai kegiatan perakteknya.dan semua peserta yang berjumlah 32 orang antusias mengikutinya.dan mereka menyatakan puas dalam pelaksanaannya.

    Hal senada disampaikan para instruktur Jajat Sudrajat Dan Oki Dwi Putra.bahwa dirinya merasa senang dan dapat memberikan ilmu perwasitan yang senantiasa bisa diimplementasikan pada setiap memimpin pertandingan nanti.dari keseluruhannya para peserta sangat baik.mereka mengikuti teori dan praktek dan sangat proaktif, komunikatif.yang lebih penting adaya presentasi perorangan, bahkan mereka sama sekali yang belum mengenal wasit sepakbola.tapi mereka sekarang paham dan siap menjadi wasit sepakbola yang profesional.dan dari 32 peserta yang mengikuti kursus ini semuaya dinyatakan lulus.ucap Oki Dwi Putra.

    Ketua Askab PSSI Garut H Amirudin Latif secara resmi menutup kursus Wasit C3 yang telah diselenggarakan selama lima hari itu.penutupan tersebut senantiasa tetap selalu mentaati dan menjalankan prokes covid-19.** Wawan S

  • KULIAH SAMBIL USAHA KENAPA TIDAK

    KULIAH SAMBIL USAHA KENAPA TIDAK

    Bandung,koran-samudra.com – Kuliah merupakan suatu hal yang di dambakan hampir oleh setiap orang, karena untuk mendapatkan jabatan tinggi disuatu perusahaan saat ini memandang gelar akademisi, semakin tinggi gelarnya maka akan semakin besar juga jabatan dan bayaran yang diterima oleh orang tersebut. Setiap melamar kerja pasti ada persyaratan jenjang tertinggi akademik saat ini apa. Hal tersebut lah yang menjadi triger untuk orang-orang supaya sekolah setinggi mungkin agar kehidupannya dimasa depan menjadi lebih terjamin.

    Disamping itu tentu ada juga biaya yang cukup besar harus kita keluarkan dalam menempuh Pendidikan sampai jenjang yang lebih tinggi itu, hal tersebut lah yang kadang kali membuat Sebagian orang langsung menyerah dan berpasrah kepada takdir karena tidak mempunyai biaya untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi.

    Namun bagaimana jadinya jika ada orang yang berusaha kuliah sambil membuka suatu usaha? Apakah hal tersebut tidak mungkin dilakukan dan hanya akan membuat salah satunya gagal? Jika pertanyaan semacam itu terlintas dipikiran maka sebaiknya kita berkenalan dengan salah satu anak muda yang satu ini yang sudah memulai usaha sambil kuliah juga. Rakhasela syam kautsar (18) mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati prodi Pendidikan Bahasa Arab yang saat ini adalah seorang mahasiwa baru di kampus tersebut.

    Rakha sudah memulai usahanya itu semenjak kelas 12 semester dua pada saat SMA nya dulu. Dari sanalah dia mulai terbuka pikirannya bahwa memulai usaha sambil belajar di sekolah itu bukan merupakan suatu hal yang tidak mungkin untuk dilakukan. Dia dengan seorang partnernya membuat suatu usaha makanan ringan seperti risol, keripik kaca dan lain sebagainya untuk dijual Kembali. Biasanya alat yang digunakan untuk memasarkan barang dagangannya itu adalah lewat story WhatsApp kadang juga langsung di share melalui grup yang dia masuki.

    Karena sering memasarkan barang dagangannya lewat media sosial tersebut maka teman-temannya yang satu kontak dengan dia jadi tau produk apa saja yang dijual oleh Rakha sehingga jika temannya ada yang ingin membeli cemilan sering kali menghubungi Rakha. Tentu saja hal tersebut bisa terbangun karena usaha dan ketekunan dia dalam memasarkan produknya lewat sosial media sehingga teman-temannya menjadi tau bahwa jika ingin membeli risol tinggal menghubungi Rakha di sosial media.

    “Saya memilih belajar sambil usaha dimulai dari kelas 12 semester 2 dan alhamdulilh hasilnya sudah mulai bisa dirasakan sampai sekarang, minimal kebutuhan sehari-hari bisa tercukupi. Karena faktor ekonomi dan supaya dari umur segini sudah lepas biaya dari orang tua ‘geus lain parabkenen kolot deui’ itu alasan saya kuliah sambil usaha. Manfaatnya saya harap lebih besar, disini saya sendiri karena ortu diluar kota. Kalo ortu nanya punya uang sering dijawab punya, supaya mereka tidak khawatir. Usaha yang saya jalani tidak mengganggu kuliah malah nambah semangat. Saya biasa promosi di WA dan banyak teman-teman yang respon. Untuk bisa membagi waktu sampai sekarang belum bisa saya kuasai ,selain usaha juga kerja jadi harus bagi-bagi waktunya nentuin prioritas kaya yang utama apa , tujuan-tujuannya di urutin jadi setelah tau tujuan bisa nyusun mana yg no 1 sampai akhir. Antara kuliah dan usaha yg lebih di prioritaskan kuliah dulu. Dan untuk teman-teman yang ‘sejalan’ seperti saya (kuliah sambil kerja), jangan pernah ngerasa iri dan minder, karena ini salah satu nikmat yang luar biasa jika kita bisa makan dari hasil keringat sendiri dengan begitu kita bisa lebih menghargai hasil karena kita yang mengalami manis pahit prosesnya”. Ujarnya.*** M.Riza Firdaus

  • KELUHAN BEBERAPA DRIVER OJOL DI MUSIM HUJAN DAN PANDEMI   

    KELUHAN BEBERAPA DRIVER OJOL DI MUSIM HUJAN DAN PANDEMI  

    Bandung,koran-samudra.com – Saat ini memang jenis-jenis Ojek Online (Ojol) sudah banyak sekali, sehingga memberikan kemudahan untuk para penumpang jika ingin berpergian keluar rumah tanpa mau ribet membawa kendaraan pribadi dan memarkirkan kendaraannya sendiri. Setiap teknologi yang diciptakan tentunya terlahir dari sebuah problematika masyarakat sehari-hari, sehingga membuat triger untuk para founder agar menciptakan suatu inovasi yang akan mengatasi problematika tersebut dan tentunya yang tidak kalah penting bisa menghasilkan untuk si founder itu sendiri.

    Namun jika kita berbicara tentang ojek tentu pekerjaan tersebut berkaitan dengan kontak sosial secara langsung antara driver dan juga penumpang yang dimana pada masa pandemi ini kita diminta oleh pemerintah untuk menghindari kontak langsung dengan orang-orang diluar rumah minimal jaga jarak satu meter. Pada awal mulanya pandemi memang aktifitas Ojol ini dibatasi dan tidak boleh menarik penumpang, syukurnya belakangan ini pada driver Ojol sudah bisa Kembali menarik penumpang namun dengan beberapa protokol kesehatan yang telah ditetapkan opel pemerintah.

    Untuk kendala dari driver Ojol saat ini tidak jauh dari kendala teknis seperti device yang digunakan, sinyal ataupun penumpang yang iseng seperti membatalkan pesanan secara sepihak tanpa konfirmasi terlebih dahulu dengan driver-nya. Hal tersebut tentunya sangat merugikan para driver Ojol karena seringkali pembatalan tersebut dilakukan pada saat driver sedang dalam perjalanan menjemput penumpang tersebut.

    Ervan Wahyu (18) merupakan seorang driver Ojol yang saat ini disamping statusnya sebagai Ojol dia juga merupakan seorang mahasiswa baru di Universitas Swasta yang ada di kota Bandung. Berangkat dari keinginan untuk tidak membebani orang tua dan ingin menjadi pribadi yang mandiri tidak selalu bergantung kepada orang tuanya. Ervan menyampaikan beberapa keluhannya selama dia menjadi Ojol dan di saat musim hujan saat ini.

    “Cuma ada beberapa kendala dan error sistem aplikasi, kendala terbesar adalah hujan karena saat hujan kita suka susah mendapatkan orderan karena tidak ada orderan yang masuk, kalaupun ada seringkali titik penjemputannya jauh. Membawa penumpang saat pandemi  aman karena kita selalu mengikuti protokol Kesehatan. Ojol adalah pekerjaan yang menyenangkan menurut saya, karena kita mendapatkan pengalaman dan cerita selain itu waktunya fleksibel tidak ada paksaan hanya kemauan diri sendiri dan menjadi Ojol kita bisa tau jalan yang sebelumnya kita tidak tau. Kesan pesan untuk rekan Ojol tetap semangat walau orderan sedikit mungkin itu rezeki kita. Untuk penumpang jika ingin order lalu membatalakan harap konfirmasi terlebih dahulu kepada driver jangan hanya sepihak apalagi niatnya nge-prank” Ujarnya.*** M.Riza Firdaus

  • JURUSAN PENDIDIKAN SASTRA DAN BAHASA INDONESIA ADALAH JURUSAN YANG MUDAH

    JURUSAN PENDIDIKAN SASTRA DAN BAHASA INDONESIA ADALAH JURUSAN YANG MUDAH

    Bandung,koran-samudra.com – Memang jika belum mencobanya secara langsung tentu orang tidak akan tau dengan rasa suatu makanan, jika ingin mengetahui rasa yang sebenarnya maka jalan satu-satunya adalah dengan mencicipi makanan tersebut, karena hanya dengan mendengar review dari orang lain seperti apa rasa dari makanan tersebut pasti kita tidak akan puas dan masih bertanya-tanya seperti apa sih rasa sebenarnya dari makanan tersebut.

    Sama seperti halnya dengan jurusan kuliah, banyak jurusan yang sering kali dianggap mudah atau bahkan meremehkan jurusan tersebut karena menyangka tidak mempunyai prospek kerja yang baik setelah lulus nanti. Namun perkataan tersebut tentunya keluar dali mulut orang yang belum kenal sama sekali dengan jurusan yang dia bicarakan itu, sama seperti halnya tentang pembahasan makanan pada paragraph ke satu.

    Mungkin salah satu jurusan yang seringkali diremehkan tersebut adalah jurusan Bahasa & Sastra Indonesia. Kebanyakan orang yang belum mengenal pasti berpikiran jurusan itu hanya mempelajari tentang cara berbahasa Indonesia yang baik dan benar, memang pemikiran tersebut tidaklah bisa dibilang salah, namun masih ada beberapa pendalaman Ketika kita berbicara tentang Pendidikan bahasa dan sastra tersebut.

    Diantaranya mempelajari tentang sejarah bahasa Indonesia dan sastra, aliran sastra berkolerasi untuk semester kedepannya yitu kajian sastra yang dikaji menggunakan aliran-aliran yang dipelajari pada semester satu, selain itu belajar menulis, menyimak, berbicara, termasuk keterampilan berbahasa dan masih banyak materi lainnya. Memang materi yang disebutkan terdengar sudah tidak asing lagi di telinga kita namun jika dipelajari lebih lanjut tentunya belum semua aspek bisa kita pahami terutama tugas menulis, seperti tulisan yang harus sesuai dengan pedoman umum,

    Adinda Nur Alfie (20) merupakan salah satu mahasiswa Pendidikan & Sastra Bahasa Indonesia di Universitas Pendidikan Indonesia yang saat ini sudah menginjak semester empat. Jika berbicara tentang materi tentunya sudah banyak sekali materi yang dia dapatkan dan aplikasikan pada kehidupan sehari-hari.

    “Kenapa memilih jurusan itu, sebenarnya banyak pertimbangan karena saya sangat berambisi untuk mendapatkan SNMPTN kebetulan di SMA mengambil jurusan bahasa, akhirnya saya mencari jurusan bahasa, dan akhirnya jurusan inilah yang terpilih, cita-cita saya dari kecil ingin menjadi guru akhirnya masuk UPI dan disana saya juga berpikir ketika saya pilih jurusan Indonesia saya bisa jadi guru SD, SMP bahkan SMA jadi bisa menjadi guru disekolah manapun gitu. Selain jadi guru masih ada hal lain yang bisa saya lakukan entah itu menjadi penulis atau hal lainnya yang masih di ranah sastra. Teruntuk teman-teman yang mau pilih jurusan bahasa, memang banyak orang yg ngeremehin, jangan fokus kepada orang yg remehin, ya kamu tunjukan bahwa jurusan inituh nggak semudah yang kamu kira”. Ujarnya.*** M. Riza Firdaus

  • MENGENAL SEKILAS TENTANG ESKPOR DAN IMPOR

    MENGENAL SEKILAS TENTANG ESKPOR DAN IMPOR

    Bandung,koran-samudra.com – Ekspor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain. Proses ini sering kali digunakan oleh perusahaan dengan skala bisnis kecil sampai menengah sebagai strategi utama untuk bersaing di tingkat internasional. Penjual atau pihak yang mengirim barang ke luar negeri disebut pengekspor atau eksportir sementara penerima barang dari luar negeri disebut importir, dan prosesnya disebut impor.

    Strategi ekspor digunakan karena risiko lebih rendah, modal lebih kecil dan lebih mudah bila dibandingkan dengan strategi lainnya. Strategi lainnya misalnya franchise dan akuisisi. Di Indonesia, kegiatan ekspor diatur dalam dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan atas UU No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dan UU No. 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas UU No. 11 tahun 1995 tentang Cukai.

    Jenis Kegiatan ekspor terbagi menjadi 2, yaitu:

    Ekspor langsung

    Ekspor langsung adalah cara menjual barang atau jasa melalui perantara/ eksportir yang bertempat di negara lain atau negara tujuan ekspor. Penjualan dilakukan melalui distributor dan perwakilan penjualan perusahaan. Keuntungannya, produksi terpusat di negara asal dan kontrol terhadap distribusi lebih baik. Kelemahannya, biaya transportasi lebih tinggi untuk produk dalam skala besar dan adanya hambatan perdagangan serta proteksionisme.

    Ekspor tidak langsung

    Ekspor tidak langsung adalah teknik di mana barang dijual melalui perantara/eksportir negara asal kemudian dijual oleh perantara tersebut. Melalui, perusahaan manajemen ekspor ( export management companies ) dan perusahaan pengekspor ( export trading companies ). Kelebihannya, sumber daya produksi terkonsentrasi dan tidak perlu menangani ekspor secara langsung. Kelemahannya, kontrol terhadap distribusi kurang dan pengetahuan terhadap operasi di negara lain kurang.

    Umumnya, industri jasa menggunakan ekspor langsung sedangkan industri manufaktur menggunakan keduanya.

    Tahap-tahap

    Dalam perencanaan ekspor perlu dilakukan berbagai persiapan, berikut ini 4 langkah persiapannya:

    1. Identifikasi pasar yang potensial

    2. Penyesuaian antara kebutuhan pasar dengan kemampuan, SWOT analisis

    3. Melakukan Pertemuan, dengan eksportir, agen, dll

    4. Alokasi sumber daya.

     
    Sedangkan itu pengertian Impor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain secara legal, umumnya dalam proses perdagangan. Proses impor umumnya adalah tindakan memasukan barang atau komoditas dari negara lain ke dalam negeri. Impor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. Impor adalah bagian penting dari perdagangan internasional, lawannya adalah ekspor.

    Kesalahan umum

    Ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan oleh perusahaan yang baru melakukan ekspor-impor, yaitu:

    1. Tidak melakukan penyelidikan yang lengkap sebelum melakukan ekspor.

    2. Tidak melakukan konsultasi terlebih dahulu.

    Istilah-istilah

    Berikut adalah istilah-istilah yang sering digunakan:

    Air waybill

    Suatu kontrak mutlak yang dikeluarkan perusahaan angkutan udara.

    Bill of lading (B/L)

    Surat tanda terima barang yang dimuat di atas kapal dan merupakan bukti kepemilikan atas barang serta perjanjian pengangkutan barang melalui laut.

    Invoice

    Faktur atau nota yang berisi harga dan jumlah barang serta total harga.

    C&F (Cost and Freight)

    Seluruh biaya produksi dan pengapalannya masuk dalam harga barang.

    Clearance

    1. hak kapal untuk meninggalkan pelabuhan.

    2. Izin berangkat kapal dari pelabuhan.

    3. Izin mengeluarkan barang dari pabean.

    Consignee

    Nama dan alamat penerima barang atau pembelinya.

    F. O. B (free on board)

    Suatu kewajiban penjual hanya sebatas sampai pelabuhan pengirim

    Packing list

    Faktur atau nota yang berisi jumlah dan berat barang (berat bersih dan berat kotor)

    Commodity

    Barang yang merupakan hasil pertanian, namun saat ini disebut produk.

    Health Certificate (HC) and Phytosanitary Certificate (PC)

    Sebuah sertifikat yang diterbitkan oleh lembaga atau pejabat karantina hewan dan tumbuhan berwenang di negara asal. Di Indonesia, HC dan PC diterbitkan oleh petugas Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kedua sertifikat ini merupakan salah satu Persyaratan Karantina yang wajib dipenuhi oleh setiap hewan, tumbuhan, dan produk turunannya yang diimpor. Pelanggaran terhadap persyaratan karantina memiliki konsekuensi hukum. Proses mendapatkannya melalui serangkaian prosedur dan tindakan karantina, termasuk uji laboratorium, agar tidak terjadi penyebaran penyakit hewan (HPHK) dan tumbuhan (OPTK) antarnegara maupun antararea di Indonesia.

    Weight

    Berat kotor suatu barang yang menyangkut isi dan pembungkusnya.

    Kegiatan ekspor dan impor ini memang sangat penting dalam menunjang perekonomian dalam negeri dan juga sekaligus untuk pendekatan diplomatik dengan negara luar yang akan melakukan kegiata ekspor impor dengan negara kita. Maka dari itu hal-hal kegiatan yang berbau ekspor impor akan diawasi langsung oleh Bea Cukai.

    Aldi Hidayat (18) merupakan pegawai di salah satu perusahaan ekspor impor, jobdesk pekerjaannya adalah sebagai Costumer Service (CS) di impor yang selalu menerima email, yang pertama mereka mengirimkan legalitasnya yang penting untuk impor atau eskpor. Fungsinya adalah jika nanti di bea cukai di cek itu sudah ada legalitas untuk impornya ataupun eskpornya

    “Kendala saya, bisa dibilang harus benar-benar fokus atau teliti dalam setiap surat yang masuk karena jika salah maka akan berurusan dengan cukai, misal saya sudah transfer Pemberitahuan Impor Barang (PIB) tapi salah, sehingga harus mengontak bea cukai untuk membenarkan, karena shipment tidak hanya import saja tapi juga eksportnya. Yang saya harap tambah karyawan karena masih kurang, ini shipment terlalu banyak sedangkan pekerja terlalu sedikit sehingga membuat karyawan yang ada jadi pusing.” Ujarnya.*** M.Riza Firdaus