Blog

  • SALAH SATU BENTUK PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MAHASISWA JURUSAN FISIOTERAPI

    SALAH SATU BENTUK PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MAHASISWA JURUSAN FISIOTERAPI

    Bandung,koran-samudra.com – salah satu mahasiwa jurusan Fisioterapi Universitas Piksi Ganesha Bandung melakukan kegiatan baby massage yang merupakan salah satu tugas mata kuliah Fisiotrapi Komunitas yang membahas mengenai beberapa teknik komunikasi kepada masyarakat sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang Fisiotrapi. Kegiatan tersebut bukan merupakan kegiatan yang rutin melainkan suatu tugas wajib yang harus dilakukan oleh setiap mahasiswa untuk memenuhi nilai mata kuliah Fisiotrapi Komunitas.

    Nadia Salsabila (20) menyampaikan biasanya mereka akan mengumpulkan masyarakat di Posyandu yang turut mengundang Lansia dan juga para orang tua yang mempunya bayi untuk datang. Jika untuk Lansia biasanya melakukan senam seperti pemanasan, namun karena kondisi saat ini sedang pandemi jadi tidak memungkinkan untuk mengumpulkan kerumunan.

    Nadia juga menyampaikan bahwasanya untuk kegiatan tersebut hanya melakukan kontrak dengan orang tua bayi yang berada di Cimahi dekat Wisma Sabar dekat kampus Dustira. Dia sangat menikmati tugas membuat video tersebut karena langsung terjun ke masyarakat, tapi karena kondisinya masih dalam keadaan pandemi kadang kali dia juga merasa takut karena kebanyakan tugas yang dia dapat bersentuhan langsung dengan bayi atau lansia yang notabene nya mudah terserang virus dan penyakit. Namun hal tersebut tentunya sudah dapat di cegah dengan menerapkan standar protokol Kesehatan.

    “Kegiatan ini bukan kegiatan yang rutin tapi menjadi tugas wajib kita di semester ini. Biasanya kita mengumpulkan masyarakat pada kegiatan posyandu dan mengundang lansia juga orang tua yang mempunyai bayi untuk mengedukasi orang tua untuk mengedukasi melakukan Baby Massage ini dirumah. Prospek kerja jurusan Fisiotrapi juga luas, karena orang jarang ada yg masuk jurusdan ini, jumlah lansia juga semakin meningkat kita belajar untuk pencegahan gangguan gerak. Saya menikmati tugas ini apalagi bikin vidio dan praktek dibanding makalah, Hanyas karena kondisi pandemi sangat riskan berkontak langsung dengan masyarakat kita hanya melakukan kontrak dengan orang tua supaya tidak menimbulkan kerumunan. Saran kalo ada kegiatan seperti diatas jika bermanfaat silahkan diikuti, kan anak sama lansia rentan terkena virus”. Ujarnya.*** M. Riza Firdaus

  • Ketua Askab PSSI Kabupaten Garut Menutup Kursus Wasit C3,Sebayak 32 Orang dinyatakan Lulus

    Ketua Askab PSSI Kabupaten Garut Menutup Kursus Wasit C3,Sebayak 32 Orang dinyatakan Lulus

    Garut,koran-samudra.com – Ketua Askab PSSI Garut H Amirudin Latif secara resmi menutup kursus Wasit C3 yang telah di selenggarakan selama lima hari itu.penutupan tersebut senantiasa tetap selalu mentaati dan menjalankan prokes covid-19.dan dilaksanakan di hotel Famili Ayu Jln.Ranggalawe Kec Garut Kota Kabupaten Garut. Jumat 30/01/2021.

    Ketua Askab PSSI Kabupaten Garut Menutup Kursus Wasit C3,Sebayak 32 Orang dinyatakan Lulus.

    Selain ketua Askab PSSI Garut H Amirudin Latif,hadir pula Sekjen Askab Garut Asep Angga. Bendahara Umum Restu MH , Direktur Organisasi H Gunawan, Direktur Media Officer Wahyudin S,Para istruktur Jajat Sudrajat Dan Oki Dwi Putra.

    Dalam Laporannya Panitia Pelaksana Rahmat Puspita yang juga menjabat Direktur Wasit Askab PSSI Garut, menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari ( 25-30 januari 2021) itu berjalan lancar ) dari mulai pemaparan materi ( materi clas – Red ) yang bertempat di Hotel dan Stadion jayaraga sebagai kegiatan perakteknya.dan semua peserta yang berjumlah 32 orang antusias mengikutinya.dan mereka menyatakan puas dalam pelaksanaannya.

    Ketua Askab PSSI Kabupaten Garut Menutup Kursus Wasit C3,Sebayak 32 Orang dinyatakan Lulus.

    Ketua Askab PSSI Garut dalam sambutan menyampaikan bahwa setelah mengikuti kursus ini bisa lebih instropeksi diri dan dapat meningkatkan kemampuan diri,sehingga pada saatnya diperlukan pada lepel – lepel yang lebih tinggi dan kita sudah siap
    ” jangan dijadikan momen ajang kerjasama dengan PSSI untuk mencari uang.seperti ketika saudara nantinya mempimpin epen ditingkat kabupaten itu hayalah untuk mengasah keterampilan dan kemampuan diri.sehingga semakin lepelnya tinggi,maka akan semakin mampu untuk memimpin sebuah pertandingan yang besar,baik di tingkat provinsi atau tingkat Nasional.bahkan bila perlu di tingkat internasional sekali pun.dan di situ kita akan mendapatkan uang sebagai penghasilan yang jelas jelas hasil dari kerja kita.”tegas Amir

    Lanjut Amir dari itu semua tergantung pada wasit itu sendiri.kalau tidak ada kemauan untuk mengasah diri.dan moralnya jelek dan maka jangan harap kita ( wasit- red ) bisa memimpin dan menikmati hasilnya.
    ” maka mungpun masih ada kesempatan.mari kita tanamkan integritas kita.kedisiplinan dan kejujuran kita supaya apa yang diharapkan bisa tercapai dengan mengedepankan Profesional dan Porfosional.menempatkan propesinya dalam sebuah pekerjaan.Dan jika kita ( wasit) tidak menjalankan itu maka masyarakat tidak akan lagi percaya,dan kita akan di celanya.ujar Amir

    Diahir sambutannya Amir berharap bahwa Kegiatan seperti ini bisa di laksakana lagi di Kabupaten Garut.dan terimakasih kepada para peserta kursus wasit C3 ini yang berasal dari luar kab garut seperti Jakarta,Bogor,Kab Ciamis,Kab Berebes,Bandung, Pangandaran,
    ,Cilacap,Cimahi,Dan Tasikmalaya yang telah menenal kota garut dari dekat.semoga ilmu yang telah didapat dalam kursus ini dapat bermampaat untuk semua pihak khususnya dalam sepak bola.

    Hal senada disampaikan para instruktur Jajat Sudrajat Dan Oki Dwi Putra.bahwa dirinya merasa senang dan dapat memberikan ilmu perwasitan yang senantiasa bisa inplementasikan pada setia memimpin pertandingan nanti.dari keseleruhannya para peserta sangat baik.mereka mengikuti tiori dan praktek dan sangat proaktip. komunikatif.yang lebih penting adaya persentasi perorangan, bahkan mereka sama sekali yang belum mengenal wasit sepakbola.tapi mereka sekarang paham dan siap menjadi wasit sepakbola yang propesional.dan dari 32 peserta yang mengikuti kursus ini semuaya dinyatakan lulus.ucap Oki Dwi Putra.** Wawan S

  • Bupati Garut Yakin Sekda Baru Bisa Atasi Ketertinggalan Kabupaten Garut

    Bupati Garut Yakin Sekda Baru Bisa Atasi Ketertinggalan Kabupaten Garut

    Garut, koran-samudra.com – Menjelang pelantikan Sekretaris Daerah Kabupaten Garut pada hai Senin, 1 Februari 2021 mendatang, Bupati Garut Rudy Gunawan meyakini Nurdin Yana bisa atasi permasalahan di Kabupaten Garut.

    Menurut Rudy Gunawan, pemilihan sekda sudah ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). “Sekda itu sudah ditetapkan sesuai Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 yang memutuskan itu adalah bupati berdasarkan rekomendasi pansel yang terdiri dari 3 orang dan berdasarkan persetujuan KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara),” ucap Bupati saat diwawancarai di Kantor Command Center, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jum’at (29/1/2021).

    Rudy menambahkan, dari hasil seleksi Calon Sekretaris Daerah, Nurdin Yana memiliki rekam jejak kewilayahan, salah satunya pernah menjabat sebagai camat, selain ia juga memiliki integritas yang baik. “Dari hasil seleksi kita dengan berbicara kalau kita ada nilai-nilai yang harus dilakukan dan dari wawancara dilakukan oleh Pak Eka dari pansel dan yang paling besar pak Nurdin Yana. Kami rekam jejak kewilayahan pun cukup banyak ya sebagai camat kewilayahan kecamatan dan dia juga mempunyai integritas yang baik,” tambah Rudy.

    Bupati Garut meyakini Nurdin Yana bisa membuat team work yang bisa memperbaiki ketertinggalan Kabupaten Garut dalam berbagai sektor. “Saya yakin pak Nurdin Yana bisa berkomunikasi dengan siapapun kerja sama team work ini penting dan kami beranggapan bahwa Pak Nurdin Yana bisa bekerja sama membuat team work memperbaiki ketertinggalan Garut,” ucapnya.

    Kabupaten Garut, lanjut Rudy, saat ini tertinggal dalam berbagai sektor seperti daya saing daerah, kesempatan berwirausaha, kesehatan dan yang lain sebagainya. “Saya tidak mengartikan adanya keberhasilan silahkan aja masyarakat, tetapi kita sudah lama tertinggal terutama dari sisi kesempatan kerja, daya saing daerah, kesempatan berwirusaha, kita memperbaiki masalah yang berhubungan dengan derajat pendidikan, derajat kesehatan, dan juga dalam permasalahan daya belinya,” pungkasnya.**wahyu

  • Kick Off Vaksinasi di Garut Akan Digelar Senin 1 Februari Nanti

    Kick Off Vaksinasi di Garut Akan Digelar Senin 1 Februari Nanti

    Garut, koran-samudra.com – Garut akan melakukan vaksinasi secara serentak di seluruh kecamatan di Kabupaten Garut pada hari Senin 1 Februari 2021 nanti.

    Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan, usai melakukan Zoom Meeting bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, beserta pimpinan daerah seluruh Indonesia, yang dilaksakanan di Command Center, Kompleks Pendopo, Kabupaten Garut, Jum’at (29/1/2021).

    “Nah vaksin ini kami barusan menerima arahan dari bapak Menteri Kesehatan dan Mendagri, pertama kita akan melakukan vaksinasi itu hari senin secara serentak di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Garut bagi nakes karena kami baru menerima vaksin secara terbatas yaitu 6000an,” ujar Rudy.

    Pelaksanaan vaksin setiap daerah, lanjut Rudy, menjadi sebuah tanggung jawab pemimpin daerah masing-masing sesuai dengan instruksi dari Mendagri. “Secara bertahap kami akan lakukan, kami akan melakukan secepat mungkin karena barusan Pak Mendagri menginstruksikan Bupati wajib mengendalikan masalah ini, ini tanggung jawab bupati tanggung jawab TNI, Polri, pimpinan daerah di depannya adalah Bapak Kadis (kepala dinas) kesehatan,” ucapnya.

    Rudy mengatakan, dirinya siap untuk divaksin, namun tetap memperhatikan hasil screening yang dilakukan oleh pihak tenaga kesehatan. “Kita siap yang pertama divaksin tapi nanti juga ada verifikasi screening misalkan nanti kalau tekanan darah saya waktu itu 180 saya gak bisa, 160 gak bisa atau saya punya gula, gula saya dicek dulu,” tutur Rudy.

    Selain tenaga kesehatan dan pimpinan daerah, imbuh Rudy, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), influencer, serta perwakilan tokoh agama juga akan di vaksin Senin nanti. “Yang pertama adalah Forkopimda dan influencer, perwakilan tokoh-tokoh dari masyarakat dan sebagainya tapi next besoknya langsung secara serentak itu untuk para nakes, saya kira kalau dasar perhitungan tadi dalam satu minggu 6000 sudah habis.” pungkasnya.

    Dinas Kesehatan Kabupaten Garut kini menyiapkan tempat pelaksanaan vaksinisasi Covid-19 di 67 puskesmas, 6 rumah sakit, dan 26 klinik. Dengan sasaran puskesmas 3.963 sasaran, rumah sakit 2.652 sasaran, dan klinik 963 sasaran.

    Dinas Kesehatan Kabupaten Garut juga menyiapkan sarana penyimpanan vaksin terdiri dari 80 refrigator dan 100 vaccine carrier, dan 12.200 single dose
    Vaksin COVID-19 beserta alat penunjang lainnya seperti APD (Alat Pelindung Diri).**Wawan S

  • ACT (Aksi Cepat Tanggap) Luncurkan Program GNLP(Gerakan Nasioal Lumbung Sedakah Pangan)

    ACT (Aksi Cepat Tanggap) Luncurkan Program GNLP(Gerakan Nasioal Lumbung Sedakah Pangan)

    Garut,koran-samudra.com-Sebanyak 25 Kepala Keluarga Desa Tarogong Kecamatan Tarogong Kabupaten Garut menerima bantuan program Gerakan Lumbung Sedekah,jumat (29/01/21) di Kantor ACT(Aksi Cepat Tanggap) Kabupaten Garut.

    Secara simbolis di serahkan ke warga oleh Kepala Desa Tarogong Endang Solih dengan memperhatikan prokes Covid-19

    Penerima manfaat yang terdiri dari warga sekitar kantor ACT yaitu RW 01 serta warga lainya yang sudah mendapatkan kupon dari ACT.

    Adapun item yang di berikan diantaranya Minyak goreng,Gula Pasir,TehCelup,Saus,Terasi,Garam,Mie Instan,Bumbu Masak,Sarden dan sayur sayuran lainya.

    Dituturkan Kepala Desa Tarogong ,Endang Solih,”Kami banyak terimakasih dan bersyukur bawa warganya telah di bantu lagi sulit  di masa covid -19,Dikatakan Endang berharap ACT terus bekerja sama membantu khususnya warganya  umumnya di Kab Garut lewat program Gerakan Lumbung Sedekah pangan,jujur urusan makan ga bisa di tunda isi perut harus sekarang apa lagi Desa Tarogong sebagai rengking kedua di covid-19 Kab Garut setelah Desa Suka galih.

    Mudah mudahan semuanya panjang umur pengurus yang ada di ACT agar kedepanya Desa Tarogong jyga bisa menisihkan dana untuk program program yang dilaksanakan oleh ACT kedepanya,ungkap Endang.

    Sementara itu Kepala Cabang ACT Kab Garut Dani Ramdani mengatakan bawa program Lumbung Sedekah Pangan ini semoga bermanfaat dan meringankan sedikit  beban bagi warga di sekitar kantornya umum nya yang ada di Kabupaten Garut

    Ditandaskan Dani bawa dirinya juga di berikan amanah dari para dermawan lewat ACT untuk membatu masyarakat yang berdampak covid -19 juga masyarakat yang terkena bencana.

    Di ungkapkan Dani gerakan kebaikan ini akan terus di lanjutkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan tentunya ACT Gatut telah memfasilitasi penyediaan rak besi untuk penaruh pangan dan sayuran yang dermawan sumbangkan.

    Dengan adanya penyediaan rak di ACT tersebut,para donatur dapat meletakan bantuan pangan yang di berikan dan tentunya penerima dapat mengambilnya

    ACT garut dikatakan Dani dalam program Gerakan Lumbung Pangan merupakan bentuk kepedulian ACT untuk mendukung ketahana pangan nasional.

    Program agar berlanjut dengan lancar, bagi warga yang ingin berpartisipasi dalam Gerakan Nasioal Lumbung Sedekah Pangan ini,sahabat dermawan bisa mengatarkanya ke Kantor ACT Garut Jl SuhermanNo 44 Ruko Diamond Drean Land Blok B5 Tarogong Kidul Garut,Atau bagi para dermawan yang ingin di jemput kata Dani bisa menghubungi via WA 085222814593, ungkap Dani *** Wawan S

  • Bolehkah Siswa Mencari Uang Sambil Sekolah??

    Bolehkah Siswa Mencari Uang Sambil Sekolah??

    Bandung, koran-samudra.com –  “SAYA TIDAK MELARANG SISWA UNTUK MENCARI UANG SAMBIL SEKOLAH”,Begitulah tanggapan dari salah satu guru MA Sirnamiskin terletak di Jl. Raya Kopo No. 429 yang juga menjabat sebagai Pembina OSIS. Asep Kurniawan Sidiq (25) yang juga merupakan seorang aktivis organisasi itu memang sudah mengenal organisasi sedari SMP dan tertarik untuk lebih mengeksplorasi dunia organisasi itu seperti apa. kamis (28/01/2021)

    Beliau memaparkan dengan tegas bahwasanya dia sangat mendukung jika ada anak di sekolahnya yang sekolah sambil bekerja atau usaha, karena kita tidak tau kondisi anak itu seperti apa khususnya dalam segi ekonomi. Jadi jangan pernah untuk membunuh karakter anak tersebut jika kita masih belum tau tentang cerita, latar belakang dan kondisi anak tersebut saat ini seperti apa .

    Beliau juga menanggapi hal tersebut dengan positif karena setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda, memiliki kreatifitas dan pola pikir yang berbeda juga, jika anak memutuskan untuk belajar sambil bekerja itu tidak jadi masalah selama dia sadar akan tanggung jawab dia, yang jadi masalah saat ini tidak sedikit siswa yang sekolah sukses bekerja juga sukses namun tidak sedikit juga yang karena keasyikan bekerja sehingga sekolahnya terbengkalai hal itu lah yang harus kita kaji lebih lanjut.

    Selain itu beliau juga menyampaikan harus ada tiga pola pelayanan yang harus dilakukan khusunya guru, yang pertama kita harus cross-check anak tersebut tau jadwal mata pelajaran atau tidak, karena permasalahan nya dimasa pandemi ini kita survey berapa anak sih yang tau mata pelajaran jika tidak bertanya kepada temannya? Yang kedua sejauh mana instensitas kita dengan orang tua karena walaupun sudah menginjak bangku SMA namun pihak sekolah khususnya guru masih harus sering berdiskusi tentang masalah yang dialami oleh anak tersebut baiknya seperti apa seperti melakukan konseling. Yang ketiga adalah kita pun harus ada toleransi bagi siswa yang notaben nya dia bekerja sambil belajar walaupun tentu ada batasnya, perlu adanya reward dan punishment kita tidak boleh membunuh karakter siswa dengan mengatakan hal-hal seperti ‘tidak boleh! Kamu tuh harus fokus belajar tidak boleh sambil bekerja.

    ” Untuk pesan saya kepada guru kita sebagai pendidik bagaimana cara kita mendidik anak itu tergantung dari kita, ketika anak memang tidak mengganggu waktu belajar tetapi dia meminta toleransi kenapa tidak di toleransi? Toh kita juga sama-sama manusia, kita juga harus tau kondisi anak jangan terlalu menuntut ke anak. Dan untuk pemerintah tolong buatlah aturan yang jelas untuk dunia pendidikan saat ini khusunya, karena banyak kebijakan-kebijakan yang tidak berdasarkan keadaan nyata dilapangan, seperti tidak boleh membebani anak tapi ternyata gurunya yang dibebani karena harus tetap mengisi laporan,”. Ujarnya. M.Riza Firdaus

  • TNI AU Bakorda Bandung Distribusikan Bantuan Kemanusiaan Ke Banjarmasin dan Mamuju

    TNI AU Bakorda Bandung Distribusikan Bantuan Kemanusiaan Ke Banjarmasin dan Mamuju

    Bandung, koran-samudra.com – “Pelaksanaan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) TNI salah satunya kita bersama membantu penanggulangan bencana alam”. Hal ini disampaikan Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Ali Gusman, S.T., M.M. pada acara pendistribusian logistik  bantuan sosial  kemanusiaan  dari TNI AU Bakorda Bandung menggunakan pesawat C-130 Herkules menuju Banjarmasin dan  Mamuju Sulawesi Barat, Bandung Kamis (28/1/2021).

    Bantuan kemanusian  diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Tegas Danlanud.

    Pesawat C-130 Hercules A-1355 Skadron Udara 32 Lanud Abdulrahman Saleh Malang yang diterbangkan Mayor Pnb Andang dari Lanud Husein Sastranegara  membawa 1.470 koli dengan total berat 10.557 kg  bantuan logistik tujuan Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Mamuju, Sulawesi Barat.

    Rincian bantuan yang diserahkan TNI AU Bakorda Bandung di Posko Lanud Husein Sastranegara  antara lain obat-obatan 19 koli, makanan siap saji 554 koli , pakaian dan selimut 166 koli, beras 461 koli ,sembako 150 koli pakaian dan kebutuhan wanita 42 koli serta air mineral 78 koli.***M.Riza Firdaus

  • Utamakan Bahasa Indonesia Lestarikan Bahasa Daerah dan Kuasai Bahasa Asing

    Utamakan Bahasa Indonesia Lestarikan Bahasa Daerah dan Kuasai Bahasa Asing

    Bandung, koran-samudra.com – kamis (28/01/2021). Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat kaya, baik itu dari Sumber Daya Alamnya, Budaya dan juga Bahasa. Hampir di setiap daerah mempunyai bahasa daerah masing-masing sehingga memperkaya dan juga membuat Indonesia menjadi lebih beragam. Namun jika kekayaan itu tidak bisa kita jaga dan kelola dengan baik tentunya akan menjadi hal yang sangat mubazir. Maka dari itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sejak dari dulu sudah memasukan bahasa Indonesia dan bahasa daerah kedalam kurikulum mulai dari sekolah Dasar sampai perguruan Tinggi.

    Selain upaya dari pemerintah juga banyak dari rekan-rekan komunitas bahasa yang suka berorganisasi membentuk suatu komunitas bahasa. Jika sebelum pandemi biasanya di Bandung Creative Hub sering diadakan pertemuan rutin komunitas FEALAC yaitu organisasi yang bergerak di bidang bahasa Indonesia – Amerika Latin . Selain FEALAC juga masih banyak komunitas atau organisasi lainnya yang bergerak di bidang bahasa dan masih sering mengadakan suatu event atau hanya sebatas pertemuan biasa baik itu online maupun offline.

    Ajeep Aqbar Qolby (17) merupakan salah satu diantara mereka, dia adalah salah satu Duta Bahasa Jawa Barat 2018 yang sudah mulai aktif mengkampanyekan berbahasa yang baik dan benar. Selain harus dapat berbahasa Indonesia yang baik dan benar para duta bahasa ini juga harus mampu mengajak rekan-rekan nya yang lain untuk melestarikan bahasa daerah dan menguasai bahasa asing. Selain bahasa Inggris mereka juga mempelajari bahasa internasional lainnya seperti bahasa Jepang , Jerman, Rusia dan lain sebagainya.

    “Pesan saya untuk rekan-rekan semua agar untuk melestarikan dan merasa bangga memakai bahasa kita sendiri yaitu bahasa Indonesia selain itu dapat berupaya agar melestarikan bahasa daerah dan juga untuk menghadapi globalisasi kita juga perlu untuk menguasai bahasa asing”. Ujarnya

    Maka dari itu pentingnya bagi kita semua untuk lebih mencintai lagi bahasa Indonesia karena bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang dipakai oleh bangsa ini selain itu kita juga memiliki bahasa daerah yang tentunya tidak kalah penting untuk bisa terus kita lestarikan dan jaga karena kita lahir di daerah masing-masing yang tentunya memiliki suatu bahasa daerah dan yang terakhir adalah kemauan untuk bisa menguasai bahasa asing supaya kita bisa bersaing di kanca internasional dan dapat mengharumkan negara kita tercinta yaitu negara Indonesia.**M.Riza Firdaus

  • Di Desa Wanaraja Kab Garut Gubernur Jabar Teken Kerjasama dengan NTB  di Sektor Peternakan

    Di Desa Wanaraja Kab Garut Gubernur Jabar Teken Kerjasama dengan NTB di Sektor Peternakan

    Garut,koran-samudra.com Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jabar PT. Agro Jabar menjalin kerja sama dengan BUMD Nusa Tenggara Barat (NTB) PT. Gerbang NTB Emas terkait pembelian sapi.

    Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan di Desa Wanajaya, Kabupaten Garut, Rabu (27/1/2021). Untuk tahap pertama, Jabar akan menerima 1.000 ekor sapi.

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, melalui kerja sama tersebut, Jabar mendapatkan suplai daging sapi dari NTB. Ia berharap dengan kerja sama tersebut kebutuhan daging Jabar dapat dipenuhi tanpa impor.

    “Kami dengan bangga mendapatkan suplai daging sapi secara antar provinsi yaitu dengan NTB. Di mana suplai kebutuhan daging Jabar mudah-mudahan tidak selalu mengandalkan impor,” kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil.

    “Bisa mandiri dengan suplai dan pasar dari dalam negeri khususnya NTB yang diproklamasikan sebagai provinsi sejuta sapi,” tambahnya.

    Kang Emil berharap dengan kerja sama tersebut, Jabar tidak bergantung kepada negara lain untuk memenuhi kebutuhan daging sapi. Apalagi, dalam kerja sama tersebut, bibit penggemukan sapi dikirim ke Jabar.

    “Idenya adalah suatu hari suplai daging sapi bisa disuplai oleh diri sendiri minimal dari pedagang antar provinsi, bukan lintas negara,” ujarnya.

    “Dimulai dulu dengan proyek penggemukan minimal dari dalam negeri sendiri yaitu dari NTB. Setelah itu suplai sapi buat Jabar terbagi dua, ada yang murni Jabar, maksimal antar provinsi bukan lintas negara,” imbuhnya.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB Lalu Gita Ariadi mengatakan, kedatangannya ke provinsi Jabar untuk menindaklanjuti kerja sama antara Pemda Provinsi Jabar dan Pemda Provinsi NTB.

    “Alhamdulillah pada Desember lalu, Kang Emil berkesempatan hadir di Mataram, sekaligus orasi kebangsaan. Dalam agenda tersebut selain kerja sama di bidang peternakan, kami akan belajar banyak bagaimana dengan mengelola potensi alam yang kami miliki,” kata Gita.

    Selain itu, kata Gita, Pemda Provinsi NTB akan mengadopsi program Petani Milenial yang digagas Pemda Provinsi Jabar untuk mengembangkan sektor pertanian di NTB.

    “Ini tentu menginspirasi kami karena kami di NTB tengah berjuang keras menyadarkan masyarakat muda yang lebih senang bekerja migran. Kami akan coba sosialisasikan potensi lahan untuk dimanfaatkan milenial,” katanya.

    “Sekarang kami berjodoh antara PT Agro Jabar dan PT. Gerbang NTB Emas di bidang peternakan, InsyaAllah dengan tersedianya pasar Jabar menggemukan sapi, dapat menginspirasi untuk kami terus kembangkan dan akan berlanjut terkait komoditi lainnya tahun depan yaitu lobster,” tambahnya.

    Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT. Agro Jabar Kurnia Fajar mengatakan, pihaknya dan PT. Gerbang NTB Emas berencana menjalin kerja sama terkait budidaya lobster selain kerja sama peternakan sapi.

    “Mudah-mudahan kerja sama tersebut bisa berjalan lancar untuk mengurangi pembelian sapi impor, dan rencananya tahun depan akan mulai menjajaki kerja sama terkait budidaya lobster,” ucap Kurnia.

    Menurut Kurnia, pihaknya akan berupaya memaksimalkan lahan milik Pemda Provinsi Jabar untuk meningkatkan hasil pangan dengan smart farming.

    “Kami melakukan smart farming dengan teknologi infus dan yang pertama kami membangun smart greenhouse 3.000 meter di Desa Wanaraja, Kabupaten Garut dan kami akan menanam tanaman yang lebih high value,” tuturnya.

    “Dipilihnya Kabupaten Garut karena merupakan wilayah yang paling hebat dalam menanam jagung. Adanya metode ini diharapkan dapat meningkatkan produksi panen jagung,” imbuhnya.

    *Resmikan Teknologi Smart Greenhouse*

    Dalam kunjungan tersebut, Kang Emil meresmikan teknologi smart greenhouse dengan metode pertanian sistem infus untuk bantu meningkatkan produktivitas panen jagung.

    Teknologi smart greenhouse ini bertujuan untuk memanipulasi kondisi lingkungan agar tanaman di dalamnya dapat berkembang optimal, serta metode sistem infusnya didesasin khusus, tandasnya. *** ws/wawan s

  • Bupati Garut Umumkan Nurdin Yana Sebagai Sekda Garut Baru

    Bupati Garut Umumkan Nurdin Yana Sebagai Sekda Garut Baru

    GARUT,koran-samudra.com – Bupati Garut, Rudy Gunawan, secara resmi mengumumkan Sekretaris Daerah Kabupaten Garut yang baru, yaitu Nurdin Yana (Asisten Pemerintahan Umum dan Kesra Setda Kabupaten Garut). Ditunjuknya Nurdin Yana sudah mendapatkan persetujuan dari Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Garut, Wakil Bupati Garut, dan Penjabat (Pj.) Sekda Garut.

    Bupati Rudy mengungkapkan, ia telah mengundang Ketua DPRD Kabupaten Garut, Wakil Bupati dan Pj. Sekda mendengar dan bertanya sebelum kemudian Senin sorenya diputuskan sekda yang telah ia ajukan, selanjutnya dikonsultasikan kepada Gubernur Jawa Barat. “Insya Allah akan dilantik. Di sini ada orangnya yaitu Bapak Nurdin Yana, Sekda kita yang akan dilantik pada Hari Senin (1/2/2021) yang akan datang, jadi resmi suratnya sudah sampai di Pak Gubernur hari Selasa, saya tandatangani itu karena sudah rapat sorenya, saya sudah mendengarkan, saya tanya Pak Wakil, semuanya tidak ada yang berbeda pendapat tentu yang punya kewenangan adalah saya secara absolut, sebagai pembina kepegawaian daerah,” ucapnya saat memberikan sambutan dalam acara Forum Konsultasi Publik Atas Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Garut tahun 2019-2024 yang digelar di Ballroom Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, KecamatanTarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (28/1).

    Tahapan seleksi Sekretaris Daerah (Sekda), terangnya, sudah selesai dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, bahkan sudah dilaporkan ke KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) dan tahap konsultasi dengan Gubernur Jabar. “Saya ingin sampaikan karena ini adalah forum yang cukup lengkap, bahwa Seleksi Sekretaris Daerah sudah selesai dilaksanakan kami sudah melaporkan ke KASN dan sekarang sudah tahap konsultasi dengan Gubernur, jadi saya telah memilih satu sekda yang saya akan umumkan sekarang dan sudah saya kirimkan ke Pak Gubernur pada hari Selasa kemarin (26/1), jadi berdasarkan pasal 115 Undang-Undang 5 tahun 2014, Bupati/ Wali Kota sebelum mengangkat pejabat tinggi pratama untuk sekretaris daerah wajib dikonsultasikan dulu pada Gubernur secara tertulis,” ujar Rudy.

    Sekda baru yang akan dilantik 1 Februari nanti, akan menggantikan Pj. Sekda, Benny Bachtiar, yang bertugas selama kurang lebih 1 bulan ini. “Saya sudah menyampaikan kepada Bapak Gubernur dan tentu karena Ketua Panselnya Kepala BKD (Badan Kepegawaian dan Diklat) Provinsi Jawa Barat, ini berjalan dengan lancar dan diperkirakan insya Allah pada hari Senin (1/2) sudah mempunyai sekretaris daerah yang baru menggantikan Pak Benny Bachtiar Pj. Sekda yang didrop dari provinsi,” pungkasnya.** Wahyu