Jakarta, koran-samudra.com – Mabes Polri menggelar acara proses Serah Terima Jabatan (Sertijab) Jenderal Idham Azis kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kegiatan itu adalah penyerahan Panji Polri Tribrata.
Penyerahan Panji Polri itu sekaligus melegitimasi bahwa Korps Bhayangkara resmi dibawah komando Jenderal Listyo Sigit sebagai Kapolri.
Panji Tribrata Polri itu diserahkan langsung oleh Jenderal Idham Azis kepada Jenderal Listyo Sigit. Acara berlangsung di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (27/1/2021).
Kegiatan ini menerapkan standar protokol kesehatan. Hanya sejumlah jenderal polisi yang hadir secara fisik di Rupatama Polri. Sementara, jajaran Polda mengikuti upacara ini secara virtual.
Setelah penyerahan Panji Tribrata, acara dilanjutkan dengan serah terima Ketua Umum Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari. Nantinya, istri dari Idham Azis, Fitri Idham Azis akan menyerahkan kepemimpinan organisasi itu kepada istri dari Listyo Sigit, Juliati Sigit Prabowo.
Kemudian, acara juga dilanjutkan dengan pengangkatan ibu asuh Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia.
Proses sertijab ini sendiri diatur oleh SDM Polri. Karena dilangsungkan di tengah Pandemi Covid-19, acara itupun akan berlangsung dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang ekstra ketat.
“Acara ini tentunya diselenggarakan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono.** wahyu
Bandung, Koransamudra.com – Rabu (27/01/2021) Semua kota tentunya mempunyai momen historikal yang jika dipelajari lebih dalam kita akan menemukan filosofi yang mendalam, di Kota Bandung salah satunya adalah Tugu Monumen Bandung Lautan Api yang terletak di TegalLega Jl. BKR no. 185.
Untuk dapat memasuki Tegallega kita cukup membayar Rp . 1.000 untuk tiket masuknya. Sebelum pandemi Tegallega telah beres melakukan renovasi dan sekarang telah bisa dinikmati oleh masyarakat walaupun pengunjung yang datang tidak sebanyak sebelum pandemi berlangsung.
Pada hari Sabtu dan Minggu biasanya Tegallega sangat ramai dikunjungi oleh para pedagang dan juga masyarakat yang beraktifitas, biasanya ada yang olahraga atau hanya sekedar menyegarkan mata dan membeli sesuatu disana.
Namun disamping itu tentunya ada sejarah yang tersimpan disana yang mempunyai momen historikal yang terjadi di Kota Bandung pada masa lampau. Peristiwa ini dimulai sejak kedatangan pasukan Inggris ke Bandung pada bulan Oktober 1945 yang dipimpin oleh Brigade MacDonald. Sejak saat itu sering terjadi bentrokan antara pasukan sekutu dengan TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Hingga akhirnya tentara sekutu mengeluarkan ultimatum pada TRI (Tentara Republik Indonesia yang saat ini menjadi TNI) untuk meninggalkan kota Bandung.
Para pejuang tidak rela jika harus meninggalkan Kota Bandung dan membiarkan kota ini diambil alih oleh penjajah. Kemudian diadakanlah pertemuan untuk membicarakan langkah yang harus diambil untuk menanggapi ultimatum tersebut, dan diputuskanlah untuk menjadikan Bandung sebagai lautan api.
Pada tanggal 23 Maret 1946 hasil keputusan rapat disampaikan pada seluruh masyarakat Bandung disampaikan dan proses membumi-hanguskan Bandung Selatan dimulai. Sebanyak ratusan ribu penduduk Bandung membakar rumah mereka dan kemudian semuanya mengungsi ke area pegunungan. Sekitar tengah malam, kota ini sudah kosong tetapi api masih membumbung tinggi sehingga membuatnya terlihat seperti lautan api.
Feidya Qurrata A’yun adalah salah satu pengunjung di TegalLega yang sedang mencari tanaman hias di sekitar sana yang akan kita tanya sedikit tentang sejarah Bandung Lautan Api.
“Sedikit aja paling ya, yang pasti Tegallega itu lapangan luas terus didalamnya ada monumen Bandung Lautan Api. Dulu Bandung dibumihanguskan agar tidak dimanfaatkan oleh tentara sekutu. Monumen Bandung Lautan Api itu dibuat untuk memperingati peristiwa Bandung lautan api. Aku ingin ngajak teman-teman semua buat jangan melupakan sejarah “. Ujarnya.***M.Riza Firdaus
Bagaimana dengan pengetahuanmu tentang peristiwa Bandung Lautan Api?
Bandung, koran-samudra.com – Rabu (27/01/2021) Hal yang membuat Taman Maluku terkenal adalah, kehadiran patung Pastor Henricus Christiaan Verbraak dan sejarah yang melingkupinya. Data yang dirangkum Humas Kota Bandung, penulis sejarah Kota Bandung Sudarsono Katam menyebutkan, patung tersebut merupakan satu-satunya patung yang tersisa peninggalan zaman kolonial di kota ini.
Taman Maluku yang terletak di Jalan Ambon Cibeunying ini, dibangun pada tahun 1919 oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan nama Molluken Park. Taman seluas 6.000 meter persegi tersebut berganti nama pada sekitar tahun 1950-an saat Presiden Sukarno melarang penggunaan Bahasa Belanda.
Sementara itu, patung Pastor Verbaak dibangun tahun 1922. Letaknya berada di sudut utara taman dan menghadap ke Jalan Seram.
Sejatinya, Pastor Verbraak tidak pernah menginjakkan kakinya di Bandung. Konon, Pastor Verbaak meninggal dalam kecelakaan pesawat yang jatuh tepat di taman tersebut. Namun, menurut tulisan Ridwan Hutagalung dalam mooibandoeng.com, tidak ada sejarah otentik yang menunjukkan keberadaan Pastor Verbaak di Bandung, termasuk yang menjelaskan tentang peristiwa kecelakaan pesawat.
Nabila Fitda (21) merupakan salah satu pengunjung disana yang sedang duduk santai di salah satu tempat duduk karena sedang jam istirahat di kantornya.
“Akusih seneng banget duduk, nongkrong disini yaa apalagi sebelum pandemi gitu soalnya tempatnya adem karena banyak pohon, view nya juga kaya lagi di hutan gitu kan jadi asyik aja kayak ada hutan di tengah kota. Biasanya disini duduk sambil liatin orang jajan aja sih sambil istirahat juga. Saran aja buat pemerintah diperbaiki lagi fasilitas nya kayak kursi sama kasih petunjuk pemahaman buat pengunjung biar nggak buang sampah sembarangan”. Ujarnya.***M.Riza Firdaus
Purwakarta, koran-samudra.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta belakangan ini memfasilitasi pelatihan ekologi yang salahsatu materinya adalah pembuatan “eco enzyme”. Peserta pelatihan tidak lain adalah para petugas kebersihan, lebih khusus yang terlibat aktif di lingkungan kantor Disdik Purwakarta. Tujuannya dari program ini agar para peserta lebih peka terhadap lingkungan sekitar. serta memiliki kemampuan teknis terkait isu lingkungan, seperti misalnya soal daur ulang sampah.
Dilansir dari disdik.purwakartakab.go.id, diantara produk daur ulang sampah yang diperkenalkan kepada para peserta adalah eco enzyme. Tahukah anda apa itu eco enzyme?….. ya eco enzyme Olahan Sampah Rumahan, berdasarkan sejumlah sumber, diketahui bahwa sejatinya eco enzyme adalah hasil fermentasi sampah rumahan. Bahan dasarnya adalah sampah-sampah organik, seperti kulit buah dan sayuran. Lantas, bahan dasar itu dipadu dengan gula dan air. Soal jenis gula apa yang digunakan bisa opsional ; boleh gula putih atau gula aren. Setelah itu, selebihnya adalah air yang disarankan ter-timbang secara proporsional. Tidak asal.
terkait berapa komposisi yang pas untuk kuantitas sampah-gula-air, sejumlah praktisi memiliki tawaran ukuran masing-masing. Diantaranya, ada yang menyarankan formula 3 (sampah rumahan) : 1 (gula) : 10 (air). Rasionya begitu. Jadi, pastikan ter-timbang dengan baik.
Bahan yang telah tercampur, lalu dimasukkan ke dalam wadah tertutup. Tapi, ingat, jangan sampai kedap. Berikan ruang untuk udara masuk di wadah tersebut. Karena, fermentasi menghasilkan gas. Sehingga, perlu cukup rongga agar gas bisa keluar dari wadah.
Proses fermentasi ideal berlangsung selama tiga bulan (90 hari). Karena waktu pemrosesannya cukup lama, maka pastikan wadah sudah diberi tanda tanggal. Sehingga, kita bisa tahun kapan persisnya fase awal dan akhir dari proses fermentasi eco enzyme tersebut.
Sambil menunggu, kita bisa melakukan hal lain yang produktif. Misal, mengumpulkan sampah-sampah rumahan sejenis, di tempatkan di tempat yang layak, lalu (kembali) ditimbang untuk proses pembuatan eco enzyme selanjutnya.
MAMPU MENGURAI LIMBAH
Jangan anggap sepele produk ini! Berdasarkan hasil penelitian, cairan eco enzyme bisa digunakan untuk menguraikan limbah. Diperkirakan, 1 liter cairan eco enzyme dapat mengurai limbah hingga 1000 liter.
Tidak mengherankan jika cairan ini sedang gencar-gencarnya digunakan untuk proses normalisasi sungai. Diharapkan, dengan penggunaan eco enzyme yang ‘dituang’ ke sungai, lama-kelamaan kondisi sungai bisa kembali normal—dan ekosistemnya menjadi ‘sehat’ kembali.
Bayangkan bila hal serupa juga dilakukan secara serempak dan skala luas. Ambil kata, perusahaan-perusahaan besar penghasil limbah melakukan hal yang sama. Atau, industri-industri rumahan yang juga memicu limbah bergerak dengan pola serupa. Rasa-rasanya, meski butuh waktu panjang, kondisi lingkungan akan mampu membaik.
Jadi, ada benarnya jika dikatakan bahwa perbaikan lingkungan dimulai dari hal-hal kecil. Bikin eco enzyme contohnya. Semua orang pastinya bisa, tanpa kecuali. Sebab, sangat mudah. Tidak butuh pemikiran rumit atau skill tertentu.***Editor
Bandung, koran-samudra.com – Program pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun 2021 ditetapkan sebesar Rp553,09 triliun. Jumlah tersebut hampir mendekati realisasi 2020 yang mencapai Rp579,8 triliun.
Dilansir dari jabarprov.go.id Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan peningkatan alokasi anggaran PEN tersebut merupakan upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19.
“Untuk diketahui, anggaran PEN tahun lalu mencapai Rp403,0 triliun,” ujarnya pada acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 secara daring, Selasa (26/1/2021).
Rinciannya adalah, anggaran PEN untuk pos kesehatan adalah sebesar Rp104,7 triliun. Anggaran ini ditujukan untuk pengadaan dan operasional vaksin Covid-19, sarana, prasarana, dan alat kesehatan, biaya klaim perawatan, insentif tenaga kesehatan, dan santunan kemarian, serta bantuan iuran BPJS.
Pos perlindungan sosial sebesar Rp150,96 triliun, di antaranya untuk PKH sepuluh juta KPM, kartu sembako, prakerja, BLT dana desa, bansos tunai bagi sepuluh juta KPM, subsidi kuota pembelajaran jarak jauh (PJJ), dan diskon listrik.
Program prioritas sebesar Rp141,36 triliun, yaitu dukungan untuk sektor pariwisata, ketahanan pangan, pengembangan ICT, pinjaman ke daerah dan subsidi ke daerah, padat karya K/L, kawasan industri, dan beberapa program prioritas lainnya.
Serta untuk UMKM dan pembiayaan korporasi sebesar Rp156,06 triliun dengan fokus pada subsidi bunga KUR dan non-KUR, IJP korporasi dan UMKM, penempatan dana, serta penjaminan loss limit dan korporasi.***Editor
Garut, koran-samudra.com – Bupati Garut, Rudy Gunawan terjun langsung mengecek pembangunan jalan yang menghubungkan 3 kecamatan yaitu Kecamatan Peundeuy, Kecamatan Cisompet dan Kecamatan Cibalong di Kampung Penclut, Desa Pangrumasan, Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut, Selasa (26/1/2021).
Bupati dalam kunjungan ini didampingi Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Garut, Bambang Hafidz, Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Garut, Firman Karyadin, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Kabupaten Garut serta jajaran camat dan kepala desa.
Bupati Garut mengatakan, kunjungan ini merupakan pengecekan persiapan terakhir dari pembangunan jalur yang menghubungan tiga kecamatan. “Ini program yang dulu oleh orang dikatakan tidak mungkin, sekarang 26 Januari 2021 saya akan mengecek persiapan terakhir jalur yang menghubungkan tiga kecamatan, Kecamatan Peundeuy, Kecamatan Cisompet dan Kecamatan Cibalong,” ucap Bupati Garut.
Ia menuturkan, untuk 2022 akan difokuskan di Kecamatan Garut Kota, Garut Utara, serta menyelesaikan program di wilayah selatan Garut . “Ini dulu mereka menganggap tidak mungkin, alhamdulillah kita konsisten membuka infastruktur selatan dan Insya Allah 2022 kita fokuskan di kota dan di Garut Utara dan menyelesaikan di Garut Selatan,” pungkasnya.**wawan s
Garut, koran-samudra.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Garut telah menerima sebanyak 12.200 dosis Vaksin Sinovac dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang akan digunakan sebagai upaya dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Garut.
Vaksin SARS-CoV-2 Vaccine (Vero cell), Inactivated dari Sinovac ini diterima secara simbolis oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Benny Bachtiar dan Kapolres Garut, AKBP Adi Benny Cahyono, pukul 12.21 WIB, di Gudang Dinas Kesehatan Unit Pelaksana Teknis Dinas Instalasi Farmasi, Jl. Terusan Pahlawan No. 20, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (26/1/2021), dengan menggunakan kendaraan roda empat jenis box warna hijau putih dengan Nopol B 9723 CXS.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Benny Bachtiar mengatakan, vaksinasi pertama di Kabupaten Garut akan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 1 Februari 2021 untuk pimpinan daerah seperti Bupati dan Wakil Bupati Garut. “ Insya Allah tanggal 1 (Februari) kita untuk pimpinan, bupati, forkopimda lalu tanggal 3 hari rabu itu tenaga kesehatan dan dilanjutkan yang lainnya. Hari ini dikirim 12.200 dosis,” kata Benny.
Benny menambahkan, persediaan vaksin saat dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi tenaga kesehatan dan kemungkinan akan ada pengiriman kedua untuk Vaksin Sinovac. “Mungkin nanti ada pengiriman kedua, kalau untuk ini nakes Insya Allah cukup karena diprioritaskan itu kan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani mengatakan untuk target vaksin di Kabupaten Garut adalah sebanyak 3,6 juta dosis. “Kalau di target itu 3,6 juta untuk dua kali putaran, itu kalau 100 % 3,6 juta. Ini menggunakan yang ada tapi kemudian untuk tahap berikutnya kami juga,” kata dr. Leli.
Untuk pemberian vaksin sendiri, lanjut dr. Leli, terdiri dari 6 tahap dan pengirimannya akan disesuaikan dengan ketersediaan vaksin yang ada. Vaksin Sinovac ini akan didistribusikan ke Puskesmas dan juga Rumah Sakit di Kabupaten Garut. “Ini kan sebetulnya kalau periode pemberian vaksinnya itu ada 6 tahap tapi untuk pengiriman kan nanti disesuaikan dengan ketersediaan dari sananya tersedianya berapa, jadi bisa beberapa tahap,” ujar dr. Leli.
Adapun jenis Vaksin Sinovac (SARS – COV – 2 Vaccine (Vero Cal)) Inactivated yang diterima oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Garut adalah 7 cool box sebanyak 12.200 Vial, 1 cool box besar berisi 1960 vial dan 1 dus kecil berisi 40 vial yang disimpan dengan mengunakan box chiller dengan suhu 2°-8° dan untuk suhu ruangan ber-ac dengan suhu 21°.** wahyu/wawan s
Garut, Koransamudra.com – Dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia ( SDM ) Wasit di Kabupaten Garut , Asosiasi Kabupaten (Askab ) PSSI Garut menyelenggarakan kursus Wasit C3.
Pembukaan kursus Wasit C3 ini dihadiri oleh ketua Askab Garut H.Amirudin Latif, Sekjen Askab Garut Asep Angga, Bendahara Umum Restu.M.H, Direktur Organisasi H.Gunawan , Direktur Media Officer Wahyudin.S, Koni Garut Rijal, Kabid Olahraga Dispora Garut Tito, Esco Asprov Jabar Heru Purwanto dan Jajaran Pengurus Askab Garut lainnya, kegiatan ini dilaksanakan bertempat di Hotel family ayu Jln. Ranggalawe Kec.Garut Kota, Senin (25/01/2021).
Panitia Pelaksana Rahmat Puspita yang juga menjabat Direktur Wasit Askab PSSI Garut, menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari ( 25-30 januari 2021), yang bertempat Hotel family Ayu sebagai tempat materi kelas dan Stadion Jayaraga sebagai kegiatan perakteknya, Dan dalam pelaksanaannya senantiasa tetap selalu mentaati dan menjalankan prokes covid-19.
Lanjut Rahmat total jumlah peserta yang mengikuti kursus wasit sepak bola C3 berjumlah 32 orang diantaranya, asal kab.Garut 13 Orang, Kab.Bogor 5 orang, Kab.Ciamis 3 orang, Kab.Berebes 2 orang, Bandung 4 orang, Kab.Pangandaran 1 orang, Jakarta 1 orang, Cilacap 1 orang, Cimahi 1 orang, dan asal Tasikmalaya 1 orang, ada pun instruktur yang memberikan materi Kursus adalah H.Mulyana, Jajat Sudrajat Dan Oki Dwi Putra.
Materi yang akan disampaikan diantaranya Laws of the game 20/21, Peraturan Pertandingan,
Ujian tertulis, Praktek meminpin Pertandingan, fitnes Protocol dan fitnes Test, ucap Rahmat.
Ketua ASKAB PSSI Garut Amirudin Latif mengatakan, kegiatan ini merupakan bagai bentuk peningkatan SDM Wasit khususnya yang ada di Kabupaten Garut.
“Pada dasarnya kursus ini sebagai bentuk peningkatan SDM Wasit yang ada di Kab Garut, Kegiatan ini adalah bentuk upaya peningkatan SDM perwasitan dan regenerasi keolahragaan, dan kepada para peserta kursus wasit ini, ikutilah dengan sungguh-sungguh, serap materi yang diberikan, mudah-mudahan dapat menjadi wasit yang jeli dan professional,” tegas Amir.
Heru Purwanto Esco PSSI Jawa Barat Dalam sambutannya yang sekaligus membuka secara resmi kegitan ini, merasa bangga atas diselenggarakan pelaksansan Kursus Wasit C3 di kabupaten Garut ini.
“Kami ingin mengembangkan Wasit di wilayah Jawabarat khususnya di Kab Garut ini sendiri. Kami ingin setiap Wasit di Kab Garut dan umummnya di jawabarat memiliki legalitas selayaknya wasit pada umumnya,” ucap.
dengan diselenggarakannya kursus wasit ini, dapat memunculkan wasit wasit yang berbakat dan berkualitas khususnya di Kabupaten Garut.
“Jadi kita menginginkan, melalui kursus ini, itu kemudian dapat memunculkanmu wasit-wasit muda yang berbakat dan berkualitas, sehingga dari adanya wasit tersebut itu bisa melahirkan permainan sepak bola yang handal, dan bisa diandalkan oleh masyarakat Kab.Garut , apalagi yang mengikuti kursus ini itu rata-rata masih muda,”ucapnya** Wawan S
Bandung, koran-samudra.com – Di sepanjang jalan Braga kerap kali kita dapat melihat lukisan-lukisan yang terpajang di pinggir jalan, namun mungkin sebagian orang tidak tahu siapa seniman dan apa maksud dari lukisan-lukisan tersebut. Apakah untuk dijual? Atau hanya menjadi sekedar pajangan untuk mempercantik Jalan Braga? Namun siapa sangka ternyata lukisan-lukisan tersebut mempunyai sejarah panjang dan dibuat oleh seniman handal bahkan tokoh-tokoh besar.
Salah satu seniman yang ada disana adalah Jitno Slamet yaitu seorang seniman lukis yang sudah terjun menjadi seorang seniman selama kurang lebih 40 tahun lamanya sampai sekarang masih tetap menggeluti dunia seni lukis. Sudah banyak sekali karya-karya yang beliau hasilkan dan terjual dengan harga yang tidak main-main. Kalimat ‘Hidup dari cat’ barangkali cocok untuk beliau yang sedari dulu terus konsisten menjadi seorang seniman lukis yang terus berinovasi menumbuhkan karya baru, Selasa (26/01/2021).
Jika kita adalah orang yang menekuni dunia seni lukis dan berjalan menyusuri Jalan Braga tentunya banyak sekali hal yang patut untuk dikagumi karena ternyata di sepanjang jalan tersebut kerap kali ada beberapa seniman lukis yang sedang duduk-duduk menikmati secangkir kopi atau jika sedang beruntung kita bisa melihat mereka sedang membuat suatu lukisan secara langsung.
Lukisan-lukisan yang dipajang itu kebanyakan di prioritaskan dijual oleh pedagang, lukisan tersebut ada yang berasal dari Jelekong, ada juga hasil dari seniman lukis di Braga, harga dari lukisan-lukisan itu berkisar mulai dari jutaan sampai belasan juta. Para pedagang biasanya mulai memajangkan lukisannya pada siang hari , selain itu banyak juga pengunjung yang melewati Jalan Braga tertarik dengan lukisan-lukisan tidak sedikit juga ada orang-orang yang ingin memfoto atau selfie dengan lukisan yang ada disana.
Jitno Slamet bersama rekan-rekannya sedang menyiapkan suatu pameran seni lukis khusus untuk Braga, beliau ingin membuat suatu pameran Seni Lukis Murni (FineArt) yang mengambil konsep Braga masa kini. Jadi yang akan menjadi objek dari lukisan-lukisan nya kelak adalah pengunjung atau model yang sedang berada di jalan Braga untuk kemudian beliau buat sketsanya yang akan di proses lebih lanjut menjadi suatu karya seni yang utuh dan memiliki filosofi mendalam. Seperti yang sudah beliau lakukan adalah melukis seorang anak yang sedang mengamen di Jalan Braga , tentunya lukisan tersebut banyak mengandung arti yang tersirat dan membuat siapapun yang melihatnya berpikir berulang kali dan dapat menikmati karya seninya.
“Dunia seni lukis berubah, banyak perubahan dulu kan ada naturalis, ekspresionis, realistis dan sekitar tahun 1990-an sudah terpenggal disebutnya kontemporer saya ingin generasi muda seni rupa Indonesia itu sebetulnya sudah ada nafas-nafas filosofi masing-masing daerah sudah ada. Tapi remaja anak muda sekarang apa iya masih punya perhatian terhadap hal itu? Mestinya Budaya kita yang begitu kaya Jadi grow up gitu tumbuh, itu sebenarnya yang saya ingin,” Ujarnya.***M.Riza Firdaus
Bandung, koran-samudra.com – Selasa (26/01/2021). Olahraga merupakan salah satu kebutuhan manusia yang harus terpenuhi, karena jika tubuh kita jarang olahraga maka akan menimbulkan tubuh mudah terjangkit penyakit karena sistem imun yang lemah. Maka dari itu pemerintah Kota Bandung menyediakan beberapa tempat untuk olahraga bagi masyarakat yang ingin mengisi akhir pekan atau hanya sekedar workout melepas penat ditengah sibuknya pekerjaan.
Salah satu tempat yang ramai dikunjungi oleh masyarakat adalah GOR Saparua Yang terletak di Jl. Ambon, biasanya tempat tersebut ramai dikunjungi pada akhir pekan hampir oleh semua kalangan dan dengan kepentingan yang berbeda-beda. Ada yang hanya sekedar untuk berolahraga, melakukan aktifitas bersama teman dan keluarga, bahkan ada juga beberapa pengunjung seperti sekolah terdekat atau mereka yang sedang berjuang untuk tes masuk seperti tentara dan polisi kerap kali dapat kita jumpai di situasi tertentu.
Namun sayangnya tempat-tempat tersebut saat ini masih ditutup dan dibatasi untuk umum karena guna untuk mengurangi penyebaran Virus Covid-19. Banyak masyarakat yang menyayangkan GOR Saparua masih ditutup karena mereka sudah ingin melakukan aktifitas olahraga seperti biasanya. Pada Minggu pagi sebelum pandemi trek lari yang ada di sana biasanya sudah dipenuhi oleh masyarakat yang sedang melakukan aktifitas olahraga, selain itu biasanya ada senam juga dan kegiatan olahraga lainnyayang biasa dilakukan oleh masyarakat.
Saat ini Saparua tidak seramai biasanya, di hari Minggu jumlah pengunjung sudah berkurang kurang lebihnya 70% dari jumlah pengunjung sebelum pandemi. Dan pihak pengelola belum mengijinkan masyarakat untuk lari didalam (trek) paling hanya diluar bunderan daerah Saparua untuk pengunjung bisa gunakan sebagai tempat olahraga supaya tidak terlalu menimbulkan kerumunan.
Dian Vanesa (19) adalah salah satu pengunjung yang kadang kali menjadikan Saparua sebagai tempat untuk berolahraga, disamping kehidupannya sebagai seorang mahasiswa tentunya dia juga membutuhkan olahraga untuk bisa menjaga kesehatan supaya tidak mudah terserang virus dan penyakit.
“Aku sih kadang-kadang nggak setiap Minggu datang kesini, cuma kalau lagi mau aja gitu. Biasanya lebih seneng dihari biasa sih soalnya sepi kan kaya sekarang ini, kalau dihari Minggu banyak orang apalagi sekarang lagi pandemi kan orang-orang sudah jarang olahraga diluar. Harapannya sih bisa dibuka lagi untuk umum karena kan di Saparua ada satpam jadi bisa melakukan cek protokol kesehatan dulu sebelum masuk,” Ujarnya.***M.Riza Firdaus