Blog

(Misteri) Sebuah Mimpi Anak Kecil
Bandung, koran-samudra.com – (EPISODE 2) Aku duduk di sofa, menenangkan diriku dan menata nafasku yang terengah. Hujan di luar semakin besar. Mengetuk kaca rumahku memunculkan alunan ritme membuatku merasakan bahwa aku tidak sendirian. Semakin ke sini aku merasakan ketakutan hanya karena sebuah mimpi.
Aku baringkan tubuhku. Menatap langit-langit rumah. Kesepian terlihat di sana. Hanya ada satu buah lampu tergantung di sana. Sepertiku yang kini juga sendiri. Aku nyalakan radio tip, memutar lagu kesukaanku.
Ah, aku hampir lupa. Hari ini hari Sabtu. Aku harus berlatih vokal untuk melakukan peribadatan besok. Satu hal yang aku benci. Aku harus tidur agar besok tidak terlambat.
KESUNYIAN malam kembali mendobrak. Aku yang berusaha agar tidak tertidur, melakukan berbagai aktivitas, menyibukkan diri. Duduk di atas kursi meja belajarku, mengambil kembali buku kumpulan cerpen semalam dan membacanya. Badanku lemas dan tak terasa aku pun tertidur di sana.
Mimpi itu kembali muncul, mimpi yang selama ini menggangguku. Persis seperti sebelumnya. Suatu hari ketika aku berkunjung ke Gereja untuk melakukan peribadatan. Aku duduk di dekat anak kecil yang sangat nakal. Dia selalu menggangguku, mengganggu semua orang yang ada di sana. Berlarian tanpa arah. Aku seret anak kecil itu keluar gereja, mengambil bensin di sakuku dan membakarnya. Kobaran api langsung menyala.
Entah kenapa tiba-tiba yang aku bakar bukanlah anak kecil, melainkan sebuah boneka. Boneka kecil sepelukan anak kecil. Persis seperti boneka Susan. Memiliki dot di mulutnya. Seorang laki-laki bertubuh besar, berkulit putih, berbadan besar, berotot, dan memiliki suara yang berat. Sedang mencari adiknya (anak kecil yang aku bakar tadi). Tiba-tiba di dalam api ditemukan tulang-belulang. Aku terkejut. Bingung. Sebenarnya apa yang terjadi?
Hendak menjernihkan pikiranku, aku pergi ke kamar mandi dan di sana, aku mendapati anak kecil yang aku bakar sambil memegang sebuah pisau di tangan kanannya hendak menusukkan kepadaku. Dan aku terbangun. Tapi ada yang berbeda dari biasanya. Kali ini anak itu membunuhku, menusukkan pisaunya tepat di jantungku. Darah mulai bercucuran keluar dari sana. Anak itu tersenyum kepadaku dan meruncingkan tatapan matanya. Tiba-tiba boneka itu berada di pelukannya. Lantas siapa yang aku bakar? Kenapa tiba-tiba berubah jadi boneka? Kenapa ada tulang-belulang setelah kobaran api padam? Dan kenapa sekarang aku merasakan sakit? kemudian aku mencekal dadaku. Pisau masih tertancap di sana. Satu kenyataan yang aku tahu bukan karena mimpi ini berbeda melainkan ini bukan sebuah mimpi…..selesai.****Editor
Gimana ceritanya??sereeeeemm? Jangan baca sendirian yaa dan jangan lupa like, share & komen!!!
Nantikan cerita mistis selanjutnya hanya di koran samudra.com
Tentang penulis:
Dinda Aina. Lahir di Bandung 16 April 2003. Seorang pustakawan Sarang Buku Ciwidey dan anggota Kawah Sastra Ciwidey dan Prosatujuh Dapat ditemukan di sosial medianya @dindaainaaa dan dindaainawordpress.com

Disdukcapil Garut Raih Penghargaan Penyelenggara Pelayanan Publik dari Kemen PAN-RB
Garut, koransamudra – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut meraih prestasi membanggakan berupa Penghargaan Penyelenggara Pelayanan Publik Kategori “Baik” tahun 2020 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-BB) Republik Indonesia, ditetapkan pada tanggal 9 Maret 2021, di Jakarta, di mana penerimaannya sendiri diwakili oleh Bagian Organisasi Setda Kabupaten Garut.

Menurut Kepala Disdukcapil Kabupaten Garut, Rina Siti Syabariah, seperti halnya Dinas Penanaman Modal dm Perizinan Terpadu (DPMPT), dalam kesempatan Upacara Pengibaran Bendera tanggal 17 Maret 2021, penghargaan tersebut diterimanya dari Bupati Garut, Rudy Gunawan. “Penghargaan ini diberikan sehubungan dengan terdapat peningkatan nilai pada indikator/aspek penilaian yang menyangkut kebijakan pelayanan, profesionalisme SDM, sarana prasarana, sistem informasi pelayanan publik, konsultasi dan pengaduan, dan inovasi,” tutur Rina didampingi Sekretaris Disdukcapil, Dadang Herawan Sugiarto, Kamis (18/3/2021), di kantornya, Jalan Patriot, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul.
Penghargaan untuk yang pertama kalinya ini, imbuh Rina menjadi tantangan tersendiri, apalagi pihaknya sentiasa harus menghadapi berbagai persoalan, di antaranya berkaitan dengan pelayanan konsultasi, pengaduan, dan inovasi, yang dalam hasil penilaiannya masih terdapat catatan-catatan, sehingga perlu upaya-upaya terukur dalam peningkatannya.
Ia berharap dengan kategori “Baik” yang dirainya menandakan masih belum optimalnya kualitas pemenuhan aspek-aspek yang dinilai, sehingga ke depannya pihaknya dapat meningkatkan kualitas seluruh aspek layanan, hingga bisa naik ke level yang lebih tinggi. “Ke depannya kita berharap dapat meningkatkan kualitas seluruh aspek layanan, supaya bisa naik ke katagori “sangat baik”, bahkan mampu menyandang katagori pelayanan prima,” harapnya.
Meski demikian, pihaknya membuka lebar kepada masyarakat untuk memberikan masukan.”Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak henti-hentinya memberikan masukan dan koreksi atas kekurangan-kekurangan yang masih dirasakan dalam pelayanan,” ucapnya.
Pihaknya juga berharap agar terus memberikan dukungan terhadap perubahan ke arah yang lebih baik yang sedang terus diupayakan, serta secara bersama-sama mengawal konsistensi perubahan dan peningkatan kualitas pelayanan.
Dalam hal meningkatkan kualitas pelayanan administrasi, Disdukcapil Kabupaten Garut kini telah memiliki inovasi, bertujuan agar masyarakat bisa cepat terlayani.
Sekretaris Disdukcapil Garut, Dadang Herawan Sugiarto, mengatakan ada beberapa pelayanan seperti jemput bola untuk masyarakat Kabupaten Garut yang memiliki kerentanan tinggi dalam administrasi kependudukannya.
“Jadi ada pelayanan-pelayanan yang bisa mempercepat warga masyarakat bisa dilayani, ada pelayanan-pelayanan semacam jemput bola ataupun hal-hal yang sifatnya online melalui web pasti oke, nah jemput bola juga dilaksanakan untuk warga masyarakat yang memiliki kerentanan tinggi dalam hal administrasi kependudukannya,” ucap Dadang menambahkan.**wawan s

Disdamkar Garut Gelar Sosialiasi Pembentukan dan Pembinaan Redkar untuk Warga Sirnagalih
Garut, koran-samudra.com – Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut, melaksanakan Sosialisasi Pembentukan dan Pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) kepada warga Desa Sirnagalih, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Kamis (18/3/2021). Dalam kegiatan ini, Disdamkar Garut berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Garut.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Disdamkar Garut, Syam Sumaryana, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran. “Antisipasi kebakaran bisa dilakukan ketika masyarakat telah siap dan memiliki kemampuan dalam menghadapi bahaya kebakaran tersebut. Oleh karena itu keberadaan Redkar di setiap desa menjadi hal yang begitu penting,” ucap Syam.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mewaspadai penyebab terjadinya kebakaran. “Mulai dari memperhatikan instalasi listrik di rumah yang harus sesuai dengan standar, jangan melakukan tindakan ilegal dalam penggunaannya, perhatikan juga penggunaan beban listrik, jangan sampai menumpuk sambungan listrik karena dapat memicu terjadinya korsleting listrik. Perhatikan pula kondisi dapur terutama saat hendak bepergian, pastikan kompor dalam kondisi mati,” jelasnya
Para peserta menerima beberapa materi dari Disdamkar Garut dan PMI Garut diantaranya Substansi Penyebab Kebakaran yang Terjadi Seiring dengan Pertumbuhan Ekonomi dan Perkembangan Zaman, kemudian materi tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dari PMI Kabupaten Garut, dan diakhiri simulasi lapangan.**wahyu

ACT Garut Distribusikan Program GSPN Santuni Anak Yatim di MDTA Ar-Rohmah
GARUT,koran-samudra.com-Gerakan Pangan Nasional(GSPN)yang merupakan sebuah program baru yang diluncurkan oleh ACT , saat ini terus digencarkan untuk disalurkan kepada yang berhak. Salah-satu penerima manfaat yang menjadi sasaran dalam program ini adalah anak yatim dan dhuafa.Hari kamis(18/03/21), Bertempat di Perumahan Abdi Negara1 Desa Sindanggalih Kecamatan Karangpawitan Garut.
Tim Program Aksi Cepat Tanggap Garut,Acep yahya mengatakan bahwa sebanyak 60 Kg beras dan air Minum Wakaf sebanyak 5 Karton diberikan untuk anak-anak yatim dan dhuafa yang belajar di MDTA Ar-Rohmah karena salah satu sasaran penerima manfaat dari program Gerakan Sedekah Pangan Nasional adalah anak-anak yatim dan dhuafa. Dirinya juga mengajak untuk memperbanyak sedekah di bulan sya’ban ini,karena Ramadhan tinggal beberapa pekan lagi. Insya Allah dengan sedekah terbaik sekarang Bisa bermanfaat di bulan Ramadhan ini karena akan banyak kegiatan kemanusiaan di bulan suci nanti.

Sementara itu Kepala Sekolah MDTA Ar-Rohmah ,Fitri yang mewakili guru,anak-anak ,warga & tokoh masyarakat Perum Abdi Negara Cidadap Karangpawitan Garut menghaturkan terima kasih atas sumbangan paket beras wakaf dan air Minum Wakaf. Meskipun ibu Fitri baru kenal dengan lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap tapi dirinya mengaku sangat senang dan mengapresiasi bantuan yang telah diberikan, apalagi menurut Fitri ACT juga mengedukasi anak-anak untuk membiasakan sedekah saat dini walaupun sedikit.
Dari penggalangan dana yang dilakukan saat acara,salah satu anak Reza Al Adia, begitu berani dan tidak menyangka hatinya terpangil untuk mebantu mengupulkan dari para warga sekitar yang hadir.Banyak anak-anak antusias yang Memberikan uang jajannya ke dalam kotak Donasi,sehingga apa yang diharapkan agar bingbingan dan binaan berjiwa sosial dari pihak ACT cukup kedepanya di turuti oleh semua kalangan.**wawan s

ACT Adakan Pelatihan Kepada 10 Pesantren Untuk Pendamping Ternak Wakaf Produktif
GARUT,koran-samudra.com – Agar program Wakaf Ternak ACT berjalan dan di pahami oleh pesantren untuk itu pihak ACT(Aksi Cepat Tanggap) mengadakan acara Pelatihan kepada 10 Perwakilan dari Pesantren yang ada di Kab Garut.Peserta yang merupakan pendamping Program Wakaf Ternak Produktif (WTP). Dilaksanakan kamis (17/03/21) bertempat di Situwangi Islamic Boarding School Cikajang Garut.

ACT Adakan Pelatihan Kepada 10 Pesantren Untuk Pendamping Ternak Wakaf Produktif Pesantren yang mengikuti kegiatan ini diantaranya Situwangi Islamic Boarding School Cikajang , Pesantren Al-Kautsar Cilawu, pesantren Miftahul Ulum Pakenjeng, Pesantren Al-Muawanah Cigedug, Pesantren Ansaru Sunnah Pangatikan, Ponpes Anwarul Huda Pasirwangi, Ponpes Darus Assyfa Pakenjeng, Ponpes al-Faruq Cisurupan, Ponpes Jalalen Sukaresmi, dan Ponpes As-Shidiqiyah Cilawu

ACT Adakan Pelatihan Kepada 10 Pesantren Untuk Pendamping Ternak Wakaf Produktif Tim Program ACT Garut Acep Yahya menjelaskan Acara ini merupakan acara pelatihan bagi pendamping wakaf ternak produktif,baik yang sudah menerima Hewan ternak ataupun yang belum menerima.Sedangkan materi yang disampaikan adalah seputar tentang program Wakaf Ternak Produktif, Pengelolaan hewan ternak dan praktek langsung pemberian vitamin dan lainnya.
Materi ini dilakukan pada hari pertama yaitu Selasa(16 Maret 2021).Sedangkan untuk agenda Hari ke dua praktek langsung ke kandang agar para pembimbing langsung agar faham.dan acara Wakaf Lumbung ternak yang dipimpin oleh Penanggung Jawab Lumbung Yaitu Risman Ismail dari Tasikmalaya.Disampaikan Risman Ismail bahwa simulasi ini diantaranya ada praktek pengobatan hewan ternak, penyuntikan vitamin, penanggulangan penyakit dan cara merawat hewan ternak agar tidak gampang sakit.
Salah seorang pendamping dari Situwangi Islamic Boarding School , Ramdhan mengaku baru pertama kali menyuntikan vitamin ke domba jadi sangat gerogi.”Tapi Alhamdulillah bisa menjadi pengalaman buat kedepannya semuga bisa dipraktekkan langsung setalah kegiatan ini.ucap Ramdhan
Sementara itu Senior Manager Global Wakaf ACT Muhammad Supriyadi mengtakan program wakaf ternak produktif ini ditujukan untuk menggerakkan kemandirian ekonomi pesantren melalui pengelolaan domba yang menjadi ternak wakaf. Sebanyak 50 ekor domba breeding di salurkan Per pesantren Di Garut dari mulai bulan Februari, insya Alloh akan disalurkan lagi bagi pesantren yang sudah siap kandang pada bulan selanjutnya. Sedangkan untuk hasil WTP ini nantinya akan di sandingkan dengan program global Qurban karena permintaan hewan Qurban sangat tinggi kepada ACT, harapannya mudah-mudahan kedepan Pesantren yang dititipkan hewan ternak bisa menjadi produsen domba.**wawan S

Bupati Garut Lepas 256 PNS yang Memasuki Masa Pensiun
GARUT,koran-samudra.com – Pemerintah Kabupaten Garut menggelar Upacara Pengibaran Bendera Tanggal 17 Maret 2021, di Lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Rabu (17/3/2021). Bertindak selaku Inspektur Upacara, Bupati Garut, Rudy Gunawan, ditandai dengan pengibaran bendera sang merah putih, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, dan pembacaan Teks Pancasila, Pembukaan Undang Undang Dasar 1945, dan Teks Panca Prasetya Korpri.

Bupati Garut Lepas 256 PNS yang Memasuki Masa Pensiun Dalam pidatonya Bupati Garut mengimbau kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Garut untuk saling mengingatkan mengenai tanggung jawabnya sesuai dalam sumpah jabatan. “Tentunya di hari kesadaran nasional ini, kita tetap saling mengingatkan bahwa kita adalah aparatur sipil negara atau pegawai negeri sipil yang mempunyai sesuatu yang harus diimplementasikan dari sumpah jabatan,” ucap Bupati.
Selain itu, bupati juga menuturkan bahwa salah satu tugas dari ASN adalah bekerja untuk negara dimana agar bisa mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. “Tujuan bernegara adalah mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, tentu kita melihat konsep itu ada dan bisa dilaksanakan oleh aparatur sipil negara di antaranya, karena kita bekerja untuk negara,” ujarnya.
Rudy Gunawan mengingatkan segenap ASN, bahwa hal ini harus menjadi kebanggaan ketika menjadi bagian yang bekerja untuk negara dan untuk rakyat. “Tentu ini yang harus menjadi kebanggaan, meskipun tadi ada bapak/ibu yang pensiun tetapi jangan khawatir karena negara akan memberikan uang pensiun sampai istri bapak itu meninggal dunia, ini adalah jaminan bagi mereka yang bekerja untuk negara, yang bekerja untuk rakyat,” katanya.
Pada kesempatan ini juga bupati atas nama pemeritah melepas pegawai negeri sipil yang memasuki masa pensiun periode bulan Januari – Maret 2021 sebanyak 256 orang serta penyerahan uang duka secara simbolis kepada keluarga PNS yang meninggal dunia sebanyak 28 orang.
Dalam kesempatan yang sama bupati juga menyerahkan penghargaan kepada Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Garut sebagai Penyelenggara Pelayanan Publik Kategori Sangat Baik dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk Kategori Baik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (Kemen PAN-RB).
Turut hadir, Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, Sekretaris Daerah, Nurdin Yana, para asisten setda, para kepala BUMD, dan pejabat lainnya.**Wahyu

Bupati Garut Apresiasi Kinerja Dinkes Terkait Pelaksanaan Vaksinasi di Kabupaten Garut
GARUT,koran-samudra.com – Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengapresiasi kinerja dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut terkait pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Garut.

Bupati Garut Apresiasi Kinerja Dinkes Terkait Pelaksanaan Vaksinasi di Kabupaten Garut
Rudy mengatakan pelaksanaan vaksinasi yang berada dibawah kendali Dinkes Garut sudah berjalan dengan baik dan bagus. “Masalah yang menyangkut kegiatan-kegiatan preventif, ditambah lagi dengan masalah yang berhubungan dengan sekarang vaksinasi itu sudah bagus, dibawah kendali Dinas Kesahatan, beserta anak buahnya di bawah,” ujar Rudy dalam pidato Upacara Pengibaran Bendera Tanggal 17 Maret 2021, di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (17/3/2021).Ia juga memuji ketepatan dan kedisiplinan waktu dari Dinkes Garut terkait pelaksanaan vaksinasi khususnya terhadap para pelayan publik. “Memang bagus memuji ketepatan dan kedisiplinan waktu dari Dinas Kesehatan,” ucapnya.
Meskipun demikian, Rudy mengimbau kepada para pelayan publik yang sudah melaksanakan vaksinasi, untuk tetap berhati-hati dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Soal maju dan tidak majunya itu hanya Allah SWT, jadi kita tetep hati-hati,” pungkasnya diplomatis.**Wahyu

Ratusan Prajurit Korem 062/Tarumanagara dan Kodim 0611/Garut Terima Vaksin Covid-19 Tahap 2
Garut,koran-samudra.com – Setelah dua minggu yang lalu menerima Vaksin Covid-19 tahap 1. Pagi ini, Ratusan Prajurit Korem 062/Tarumanagara dan Kodim 0611/Garut menerima vasinasi tahap 2, bertempat di Gg Graha Makodim 0611/Garut Jl. Veteran No.1 Kel. Pakuwon Kec. Garut Kota Kab. Garut, Rabu (17/03/2021).

Ratusan Prajurit Korem 062/Tarumanagara dan Kodim 0611/Garut Terima Vaksin Covid-19 Tahap 2
Adapun sasaran Vaksin Tahap 2 Gel 2 berjumlah 302 orang, diantarnya prajurit korem 062/Tn, jumlah :26 orang dan prajurit Kodim 0611 Garut, jumlah 276 orang, Yang divaksin 297 orang. Tidak di vaksin 9 orangHadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Kasrem 062/Tn (Letkol Arm Wahyu Jatmiko, S.Sos), Kasilog Rem 062/tn (Mayor Inf Sihono), Kasiren Rem 062/tn( Letkol Inf Sutarmin), Kasipers Rem 062/tn ( Letkol Inf Edi Rustriono), Kasi ter Rem 062/tn Mayor Inf Tirtona Arga), Danramil Pangandaran (Mayor Inf Nirca), Pasi Ops Rem( Kapten Inf Bandaniji), Kadiskes Kab Garut (Drs H Makut MM), Pasilat Rem 062/TN ( Mayor Inf Ahun), UPT Puskesmas Pasundan ( Doktor Ine), Kepala perawat RS Guntur ( Kapten Cpm Mulyana, S.Kep ) dan Para anggota Koramil & PNS Jajaran Kodim 0611/Garut.
Pemberian Vansin Sinovac itu dilakukan oleh para petugas medis ketua pelaksanan Peltu Rohmat Sopandi, Kepala Kaposkes 03.10.11 Garut penanggung jawab Dandim 0611/Garut (Letkol CZI Dr. Deni Iskandar, S.T., M.Han., M.D.M., CAN).
Ini adalah upaya untuk mendukung pemerintah guna mempercepat penanganan Covid-19 yang telah menjadi pandemi saat ini, melalui upaya vaksinasi tersebut, satuannya juga berupaya untuk melindungi anggotanya agar tidak tertular Covid-19.
Pemberian vaksin hari ini, merupakan bagian dari kegiatan Vaksinasi Covid-19 serentak di wilayah Kodim 0611/Garut**Wahyu

LSM Jihad GNPK RI Soroti Pendidikan SMA/SMK di Kabupaten Garut
Garut,koran-samudra.com –
Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) Jihad bersama Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonisai(GNPK RI) Kabupaten Garut Beraudiensi ke KCD Pendidikan Jabar Wilayah XI jln A Yani Garut. Rabu (17/03/21).
LSM Jihad GNPK RI Soroti Pendidikan SMA/SMK di Kabupaten Garut Hal tersebut untuk membahas berbagai permasalahan pendidikan tingkat SMA/SMK di Kabupaten Garut.Perwakilan Jihad, Ihin Solihin meminta kepada KCD Pendidikan Jabar Wilayah XI agar secara terbuka memberikan data siswa dan juga guru honorer yang ada di Kabupaten Garut.
“Kami melihat persoalan guru honorer ini menjadi persoalan prinsip yang harus dibenahi,” ujarnya.Menurut Ihin, para guru honorer yang ada di SMK dan SMA cenderung tidak jelas karena justru banyaknya menggarap tata usaha.
“Ditambah lagi kejelasan mereka baik dari sisi status ataupun gajinya, memakai aturan mana,” ungkapnya.Sementara dari GNPK RI yang diwakili Asep Yani mengungkapkan berbagai persoalan yang telah terjadi di SMA dan SMK yang ada di wilayah Kabupaten Garut.
“Di antaranya terkait dana PIP yang banyak penyiasatan, dugaan Ijazah Palsu, lahan negara yang dipakai sekolah swasta, PPDB dan yang paling prinsip penahanan ijazah karena nunggak keuangan,” ungkap Asep YaniAsep Yani mengatakan dalam persoalan ini,walau KCD sudah berganti ganti namun permasalahan-permasalahan belum selesai, bahkan seakan ada pembiaran sehingga permasalahan malah bertambah.
“Kami sudah membawa beberapa permasalahan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, namun belum ada tindak lanjut dan bahkan dikembalikan lagi ke KCD untuk diselesaikan,” tuturnya.Dalam audien tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jabar Wilayah XI tidak hadir dan mendelegasikan kepada pengawas dan sdr Ahmad sebagai Kasubag TU .Namun demikian pihak KCD Wilayah XI menampung segala persoalan yang disampaikan dan akan meneruskan kepada kepala untuk kemudian ditindaklanjuti.
“Kami berterima kasih atas masukannya, akan kami tampung dan selanjutnya akan disampaikan kepada kepala untuk ditindaklanjuti,” pungkas Kasubag TU** Wawan S


















