Blog

  • Marah Besar Terkait Jual Tanah Carik ‘BPD Mandalasari diduga di Suap 12 Juta Rupiah

    Marah Besar Terkait Jual Tanah Carik ‘BPD Mandalasari diduga di Suap 12 Juta Rupiah

    Garut,koran-samudra.com-
    Persoalan penjualan tanah carik desa mandalasari kecamatan kadungora kabupaten Garut,akan menjadi perdebatan serius antara Jajaran BPD versus kades dan perangkatnya, hal ini ditanggapi serius oleh Aktivis Pemerhati Kebijakan Publik dan Birokrasi Jawa Barat, Bambang Heryana SH, selasa (16/03/21)

    Marah Besar Terkait Jual Tanah Carik ‘BPD Mandalasari diduga di Suap 12 Juta Rupiah

    Seperti telah diberitakan sebelumnya, bahwa kasus penjualan tanah darat yang dikenal Carik desa, terjadi didesa mandalasari kecamatan kadungora kabupaten garut.Tanah darat yang letaknya sangat srategis di bahu jalan milik provinsi Jawa Barat ini, lebih di kenal dengan Jalan Cijapati, suatu jalan Alternatif yang menghubungkan, Kadungora Kabupaten Garut dan Majalaya Kabupaten Bandung.

    Dalan kaitan penjualan Aset Desa ini, pihak BPD terus di desak warganya, agar tanah yang dimaksud di kembalikan lagi ke pelukan Warga Desa Mandalasari, dan akan kami kelola untuk kesejahteraaan Warga Kami, Ucap salah seorang warga yang sudah berusia 78 tahun dan saksi hidup tau sejarah asal usul tanah Carik Desanya ini.

    Sudah dua hari Tim Awak media berkunjung ke kantor Desa Mandalasari dengan harapan untuk bisa bertemu Kades, namun sayang berjam jam menunggu tapi tetap tak berjumpa. Akhirnya Tim awak media menuju lokasi dimana, tanah carik ini berada dan dilokasi bertemu dengan bu Rw Udin, dengan singkat mengatakan bahwa Tanah carik yang 100.tumbak ini adanya di Blok Bangbara.

    Setelah dari lokasi Tim awak Media kembali ke kumpulan BPD bersama anggotanya yang berjumlah, enam orang dengan nada keras berucap ” kami tidak butuh Suap, 12 JUTA” tapi kembalikan tanah Carik Desa ini kepelukan Warga. Tidak putus asa Tim awak media menelusuri keberadaan orang yang telah membeli 100 Tumbak tanah Carik ini, dan penelusuran mencari alamat rupanya membuahkan hasil, pertemuan pun terjadi di rumah pa Adang Perum Pasir Lingga Blok B.7 Desa Jati Kecamatan Tarogong kaler Garut. Dalam keteranganya, Adang menyatakan,Benar telah membeli 100 tumbak tanah tersebut, dengan harga 1,5 juta/ tumbak namun kami tidak mengetahui bahwa, tanah tersebut adalah tanah Carik Desa yang kedua kami sebagai calon peminat waktu itu telah beberapa kali, sering bertemu dengan ketua BPD dan wakilya juga Kades itu sendiri, kenapa tidak bilang bahwa tanah carik di jln.cijapati tersebut tidak akan dijual, kan kami juga tidak maksa. Atas kejadian ini kami selaku pembeli, siap saja baiknya bagaimana, Toh surat atau Dokumen yang dijangjikan, oleh kadus Deden juga yaitu katanya Akta Jual Beli (AJB) juga tidak terbit pungkasnya.**wawan s

  • Rakor kedaruratan Subang Bersama Muspida di Jajaran FORKOPIMDA Membahas Penanggulangan Sampah di Kabupaten Subang

    Rakor kedaruratan Subang Bersama Muspida di Jajaran FORKOPIMDA Membahas Penanggulangan Sampah di Kabupaten Subang

    Subang, KoranSamudra.com – Muspida di jajaran Forkopimda lakukan Rapat Koordinasi dengan Bupati subang H. Ruhimat terkait penanggulangan Sampah di Kabupaten Subang, bertempat di Rumah Dinas Bupati subang, senin sore 15-3-2021.

    Pj. Sekda Asep Nuroni, S.Sos, M.Si dalam tugasnya sebagai moderator menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Subang telah menyiapkan berbagai Langkah baik Jangka Pendek, Menengah maupun Jangka Panjang dalam menanggulangan permasalahan Sampah yang sudah memasuki situasi darurat sampah tiap hari tidak kurang dari 100 sampai 150 ton sampah masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di panembong Kelurahan Parung Kec.Subang ujar Asep.

    Dalam Rakor tersebut Ketua Pengadilan Negeri Subang Agus Hamzah, SH, MH menyampaikan ” bahwa persoalan sampah di Kabupaten Subang merupakan kejadian yang luar biasa dan berharap selain langkah Jangka pendek, Langkah Jangka Panjangpun perlu dipersiapkan terkait pengolahan sampah diharapkan agar lebih baik ada komitemen yang jelas dalam pengelolaannya untuk jangka Panjang”, tutur Agus.

     

    Bupati Subang H. Ruhimat dalam arahannya meminta dukungan dari segenap Jajaran Forkopimda Subang dalam menyelesaikan kedaruratan tersebut yang salah satunya melalui pembukaan tempat Pengolahan Sampah yaitu TPA di Desa Jalupang Kec.Kalijati seluas 14,4 hektar imbuhnya.

    lanjut H. Ruhimat Melalui rakor tersebut berharap agar terwujud kesepahaman dan komitmen Bersama seluruh pihak dalam menanggulangi permasalahan sampah di Kabupaten Subang.

    H. Ruhimat mengajak kepada Dinas terkait untuk bersama-sama secepatnya merealisasikan apa yang sudah ditargetkan. Pada kesempatan tersebut disepakati pula komitmen Jajaran Forkopimda dalam mendukung pelaksanaan pemindahan TPA Panembong ke TPA Jalupang.

    Hadir dalam kegiatan rakor tersebut, Ketua DPRD Subang H. Narca sukanda S. Sos, Ketua PN Subang Agus Hamzah SH. MH, Kapolres Subang AKBP. Aries Kurniawan widiyanto . SH, dan Muspida Jajaran Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Subang di Ruangan Rumah Dinas (Rumdin) Bupati….
    ***Mris.Ah***

  • Kegiatan Belajar di Sekolah Akan Dimulai Kembali, Pemkab Garut Gelorakan Ayo Masuk Sekolah

    Kegiatan Belajar di Sekolah Akan Dimulai Kembali, Pemkab Garut Gelorakan Ayo Masuk Sekolah

    GARUT,koran-samudra.com –(16/3/2021).Setelah sekian lama melakukan kegiatan belajar di rumah, kini KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di sekolah menemukan titik terang. Bupati Garut, Rudy Gunawan menerangkan KBM di Kabupaten Garut akan segera dimulai kembali. Hal ini disampaikan bupati.

    Rudy Gunawan mengatakan, gerakan masuk sekolah akan segera mulai disiapkan di akhir bulan maret ini, seperti halnya membersihkan sekolah mengingat fasilitas ini sudah jarang digunakan kembali. “Setelah lebaran (sekolah dimulai) tapi gerakannya itu akan kita mulai dari sekarang. Ya mulai dari bisi aya rambat lancah di sakola (sarang laba-laba di sekolah). Anak-anak ini kita akan coba nah inilah Gerakan menuju ke sekolah ini dari tanggal 22-28 (maret) ini,” ucap Rudy.

    Rudy juga menyatakan dipertimbangkannya kembali dimulai kegiatan belajar di sekolah di Kabupaten Garut, karena sudah lebih dari 13 kecamatan yang termasuk kedalam zona hijau. “Berdasarkan kajian dari Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, bahwa ini adalah jalur (zona) hijau, statusnya hijau atau kuning itu bisa dilakukan sekolah dan itu benar-benar diperhatikan. Jadi dalam dua bulan ini ada yang sudah sekolah, bisa sekolah di zona-zona sekarang ini kecamatan yang zona hijau itu sudah lebih dari 13 kecamatan,” ujar Rudy.

    Karena akan dilakukan persiapan dalam dua bulan kedepan, Bupati Garut menuturkan akan menggelorakan Ayo Masuk Sekolah sebelum KBM di Kabupaten Garut dimulai kembali. “Karena di Garut ini akan dilakukan gerakan ayo ke sekolah, nah persiapan dalam dua bulan ini. Ada dalam dua bulan ini ada percobaan di zona yang kuning, di zona yang hijau,” katanya.

    Bupati Garut juga akan mengundang sekolah swasta untuk menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan menuju dilaksanakannya kembali kegiatan belajar di sekolah. “Nanti kita akan mengundang sekolah-sekolah swasta bagaimana langkah-langkah konkretnya karena kita tidak bisa untuk terus seperti ini,” kata Bupati Garut.

    Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong mengatakan pihaknya telah melakukan sterilisasi sekolah melalui program relaksasi BOS (Biaya Operasional Sekolah) selama dua tahun anggaran. “Kami sudah mensterilisasikan sekolah melalui program relaksasi BOS, jadi selama dua tahun anggaran BOS itu difokuskan untuk kesiapan protokol kesehatan jadi artinya maskernya juga termasuk sarana cuci tangan pakai sabun, termasuk juga disinfektan termasuk yang lainnya,” ucap Totong.

    Ia juga berterimakasih kepada Bupati Garut, Rudy Gunawan yang telah memberi dukungan dengan adanya Gerakan Ayo Masuk Sekolah di Kabupaten Garut. “Saya sangat berterimakasih kepada pak bupati yang sudah mensupport untuk ada Gerakan Ayo Masuk Sekolah dan ini akan menjadi motivasi bagi kami. Jadi pada prinsipnya sekolah, stakeholder pendidikan yang ada di kami itu sudah mempersiapkan diri,” jelasnya.**Wawan S/Wahyu

  • Pemkab Garut Akan Segera Bangun Galeri UMKM Berlantai Tiga

    Pemkab Garut Akan Segera Bangun Galeri UMKM Berlantai Tiga

    Garut, koran-samudra.com– Sebagai sarana untuk memperkenalkan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di Kabupaten Garut, Dinas Koperasi dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) Kabupaten Garut akan membangun sebuah gedung yang bernama Galeri UMKM. Galeri ini nantinya berguna untuk memasarkan produk UMKM di Kabupaten Garut.

    Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut, Suhartono dalam kegiatan Sosialisasi Fasilitasi Pemberian Sertifikasi Halal Bagi Pelaku Usaha Mikro yang digelar di Sabda Alam Hotel, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Selasa (16/3/2021).

    “Perlu kami sampaikan bahwa rencana Pak Bupati ini akan membangun satu bangunan yang dinamakan dengan Galeri UMKM, tapi di sisi lain kalau bangunan fisik ini targetnya bisa dikejar,” ucap Suhartono, di mana pada tahun 2024, bangunan dari Galeri UMKM ini selesai dibangun dan bisa segera digunakan.

    “Jadi tahun ini kami akan menyusun desainnya untuk pembangunan galeri tersebut. Kemudian tahun 2022 sudah mulai membangun fisiknya, nah kami ingin fisik ini dua tahap supaya tidak beresiko. Nah tahun 2024 ini sudah jadi,” ujarnya.

    Suhartono mengatakan untuk langkah awal, pihaknya akan mengumpulkan database dari para pelaku UMKM, setelah itu, akan dilakukan seleksi produk mana yang akan ditampilkan di Galeri UMKM. “Setelah itu kami akan melakukan kegiatan kurasi yaitu penelitian untuk menyeleksi kira-kira pelaku usaha mana yang memiliki daya saing memadai sehingga itu akan kita tampilkan di dalam suatu sarana gedung sarana pemasaran yaitu yang berbentuk Galeri UMKM,” katanya.

    Untuk anggarannya sendiri berjumlah 5 miliar yang berasal dari APBD Kabupaten Garut. “Galeri UMKM itu kurang lebih 5 miliar (anggarannya) karena kita akan membangun tiga lantai itu semua dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Garut,” ujar Suhartono.

    Suhartono berharap Galeri UMKM ini bisa dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM di Kabupaten Garut sehingga para konsumen bisa mengenal lebih dekat produk yang telah dihasilkannya.
    “Harapan kami dengan dibangunnya Galeri UMKM ini dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha di Kabupaten Garut dalam rangka mendekatkan hasil produk mereka kepada para konsumen dan tentu saja ini diharapkan seiring dengan kemajuan pengembangan pariwisata di Kabupaten Garut,” pungkasnya.** Wahyu/Wawan S

  • Rapat Para kepala sekolah SMP Negeri & SMP Swasta Se Kabupaten Subang Di Gedung PGRI

    Rapat Para kepala sekolah SMP Negeri & SMP Swasta Se Kabupaten Subang Di Gedung PGRI

    Subang, KoranSamudra.com – Sekertaris Dinas Pedidikan & Kebudayaan Kabupaten subang merangkap sebagai Ketua pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Subang Dr. H. Aep Saepudin m. pd. Saat dikonfirmasi Koran Samudra mengatakan dalam kegiatan Rapat yang di hadiri seluruh Kepala Sekolah Smp Negeri dan Swasta sekabupaten subang dalam rangka pembinaan kepala sekolah Tingkat SMP se Kabupaten subang, yang pembinaannya di laksanakan oleh kabid SMP baik negeri dan swasta.

    Lanjut Aep, “di karenakan seluruh kepala sekolah yang hadir hari ini sebagai anggota PGRI Kabupaten Subang, untuk kegiatannya bertempat di gedung PGRI subang, selasa 26-3-2021”.

    Aep Saepudin menjelaskan bahwa selama Covid 19 dalam melaksanakan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan persiapan penaikan kelas dengan pertimbanganya pembelajaran jarak jauh otomatis penilaian nya berbeda dengan Versi pembelajaran tatap muka, dalam kegiatan ini kita harus mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes) dengan tetap di terapkan dan perketat,dengan jaga jarak, pake masker dan cuci tangan, anak-anak yang kelas 9 untuk SMP akan menerima ijazah,serta persyaratan penggunaan ijasah yang telah di sampaikan oleh seksi kurikulum dan pembinaan dari segi disiplin ibu bapak guru dan kepala sekolah sehingga di masa pandemi ini walaupun tidak ada kegiatan tatap muka kegitan KBM PJJ tetap berjalan.

    mereka mengadakan kegiatan sesuai petunjuk dari Bupati, disiplin selama kegiatan KBM tidak tatap muka dan kehadiran guru harus di cek mengenai segala kegiatannya.

    Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdikbud Kab.Subang Ade Cece mengatakan, ” intinya kegiatan pembinaan kepada kepala satuan pendidikan, diantaranya pembelajaran jarak jauh (PJJ) , disiplin apartur negara, protokol kesehatan dan hal-hal lain sekitar kebijakan kementrian disdikbud kaitanya dengan pelaksanaan ujian dan pemberian akhir tahun”.

    Cece Berharap ketika mengambil sebuah kebijakan lokal kita mengacu kepada kebijakan yang ada di atasnya, dan kebijakan di ambil dari berbagai pertimbangan sehingga kita bisa mengeliminir terhadap dampak – dampak yang timbul dari apa yang tidak di harapkan mengenai seputar pendidikan, Bertempat di gedung Sekretariat PGRI Kabupaten Subang, selasa 16-3-2021.

    jumlah peserta yang hadir dalam daftar tamu 72, diantarnya terbagi dalam 2 tahap, tahap pertama jam 9.30 diantarnya Komisariat Jalan Cagak, Komisariat subang dan Komisariat Pagaden yang hadir 35 Kepala Sekolah, tahap 2 jam 13.30 di antaranya Komisariat Pamanukan, Komisariat Ciasem dan Komisariat Kalijati yang hadir 37 Kepala Sekolah dari seluruh Undangan SMP Negri dan SMP Swasta yang ada di Kabupaten Subang.
    ***MRis/Ah***

  • Wabup Garut Tinjau Langsung Vaksinasi Dosis Kedua di Disnakertrans Garut

    Wabup Garut Tinjau Langsung Vaksinasi Dosis Kedua di Disnakertrans Garut

    Garut, koran-samudra.com – Setelah pelaksanaan apel gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Wakil Bupati (Wabup) Garut, dr. Helmi Budiman, melakukan monitoring vaksinasi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut di Kantor Disnakertrans tepatnya di Kecamatan Trogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (15/3/2021).

    Dr. Helmi mengatakan,  vaksinasi dilakukan untuk mewujudkan masyarakat Garut yang sehat dan produktif, sehingga ia meminta kepada masyarakat untuk bersabar menunggu vaksinasi terhadap masyarakat umum. “Untuk masyarakat diharapkan agar bersabar terlebih dahulu, karena ditahap awal ini vaksin dikhususkan untuk tenaga kesehatan dan pelayan publik,’’ ujar dr. Helmi.

    Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut ketika disuntik vaksin, karena vaksin ini bagus untuk kekebalan imun tubuh agar terhindar dari penularan Covid-19. Ia juga menjelaskan, bahwa tidak ada yang perlu ditakuti, karena ia sendiri telah dilakukan penyuntikan vaksin dan tidak terjadi apa-apa. ‘’Insya Allah vaksin bisa menambah kekebalan tubuh kita, bukan untuk saat ini saja, tapi (juga untuk) satu sampai dua tahun mendatang,’’ ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Disnakertrans Garut, Erna Sugiarti, menyampaikan sebanyak 70 Pegawai yang ada di lingkungan dinasnya, mulai kepala dinas, sekretaris, para kepala bidang, para kepala seksi, Tenaga Kerja Kontrak (TKK), dan juga security semuanya sudah dilaksanakan  vaksin sebanyak 2 kali. “Alhamdulillah pelaksanaan vaksinasi dari mulai tahap pertama dan kedua berjalan dengan lancar tidak ada yang bergejala, mudah – mudahan dengan diadakannya vaksinasi ini kesehatan pulih, ekonomi bangkit dan tentunya dengan vaksin ini pula kita melindungi diri dan keluarga dari Covid 19 dan Covid ini segera berlalu.” Pungkasnya.**wawan s

  • Pemkab Garut Jalin Kerja Sama Dengan Lanud Husein Sastranegara Terkait Pariwisata Terpadu di Garut Selatan

    Pemkab Garut Jalin Kerja Sama Dengan Lanud Husein Sastranegara Terkait Pariwisata Terpadu di Garut Selatan

    GARUT,koran-samudra.com– Bupati Garut, Rudy Gunawan menerima kunjungan kerja Komandan Lanud (Pangkalan Udara) Husein Sastranegara 6 beserta tim rombongan, di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Senin (15/3/2021).

    Bupati Garut mengatakan, kunjungan kerja ini membahas terkait kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Garut bersama Lanud Husein Sastranegara mengenai pariwisata di Garut Selatan khususnya di Pantai Santolo dan Pantai Sayang Heulang. “Kami ada komitmen dengan Lanud Husein dan waktu itu juga ada komitmen dengan Pakop 1 bahwa TNI AU akan melakukan langkah-langkah penertiban aset yang ada di Santolo. Dan kami dengan Pak Gubernur merespon, karena Santolo itu adalah tempat bersejarah,” ucap Bupati Garut.

    Rudy menuturkan, pembangunan pariwisata di wilayah Garut Selatan masih terus berjalan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memberikan anggaran sebesar 15 miliar untuk Sayang Heulang. “Karena yang Santolo ini sekarang tidak bisa dikoreksi secara fisik, maka kami menganggarkan cukup besar. Sekitar 15 milyar dari Provinsi Jawa Barat untuk Sayang Heulang. Sebelumnya 5 milyar. Jadi tahun depan kita akan anggarkan kembali untuk pembuatan jalan sepanjang 5 km di dalam area Sayang Heulang,” tutur Rudy.

    Rudy menyatakan, pihaknya siap melakukan langkah untuk menata pariwisata di Santolo dan Sayang Heulang dengan bekerja sama dengan TNI AU. “Kami siapkan juga anggarannya bersama-sama dengan Provinsi Jawa Barat. Kami menyiapkan anggaran, dilaksanakan oleh TNI AU melakukan pendekatan dengan warga supaya mereka bisa pindah ke arah yang sana lah. Jadi pantai keliatan. Jadi bangunan-bangunannya itu dirobohkan dan akan kita bangun kembali,” kata Rudy Gunawan.

    Sementara itu, Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Kolonel Pnb. Ali Gusman mengatakan, ia mendapatkan penawaran dari komandan lama mengenai rencana pembangunan objek wisata terpadu di Garut Selatan. “Kami mendapatkan take offer (penawaran) dari komandan yang lama bahwa ada rencana pembangunan objek wisata terpadu. Yang akan didukung dari Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Garut sendiri,” ucap Kolonel Pnb Ali Gusman.

    Ia menambahkan, proyek ini sebelumnya telah tertunda karena adanya pandemi Covid-19, maka dari itu pihaknya berharap pandemi bisa cepat berakhir dan projeknya bisa cepat dilaksanakan kembali. “Kami berharap sekali karena kemarin kegiatan atau projek terkendala dengan suatu kejadian luar biasa dan tidak bisa kita hindari yaitu pandemi Covid tidak bisa kita lanjutkan. Dan harapan kami, setelah ini (pandemi) reda bisa kita garap (proyeknya),” pungkasnya.**Wahyu

  • Kabupaten Garut Menerima Bantuan Gubernur Untuk Perbaikan Rutilahu Sebanyak 1480 Rumah

    Kabupaten Garut Menerima Bantuan Gubernur Untuk Perbaikan Rutilahu Sebanyak 1480 Rumah

    GARUT,koran-samudra.com– Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Garut melaksanakan Sosialisasi Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Tahun Anggaran 2021, di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Senin (15/03/21). Para peserta sosialisasi ini adalah para pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa, Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Bina Keluarga Lansia (BKL) yang tersebar di beberapa desa di Kabupaten Garut.

    Bupati Garut, Rudy Gunawan, memaparkan, program rutilahu ini memberikan alokasi dana sebesar 17,5 juta rupiah untuk satu rumah, dengan sumber dana dari Bantuan Gubernur (Bangub). Dana tersebut akan diberikan dengan ditransfer secara langsung ke rekening penerima bantuan dan tidak boleh digunakan selain untuk pembangunan rumah.
    “Rutilahu ini adalah program yang diberikan kepada mereka dengan 17,5 juta (rupiah) dari Bantuan Gubernur, jadi uangnya di transfer ke rekening masing-masing,” papar Rudy.

    Rudy mengungkapkan, ia sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, karena telah mempercayakan bantuan kepada 1.480 rumah yang tidak layak huni untuk 99 Desa di Kabupaten Garut.
    “Program ini kan sangat membantu karena kita mengalami kesulitan ya. Banyak orang-orang yang karena pandemi ini aktivitasnya menjadi terganggu. Termasuk juga tidak ada hal yang bisa dilakukan dengan keuntungan pribadi. Jadi saya berterimakasih kepada Provinsi Jawa Barat memberikan kepada Kabupaten Garut (sebanyak) 1.400 lebih untuk 99 desa,” ungkap Bupati Garut.

    Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Disperkim Provinsi Jawa Barat, Eko Darmayanto mengatakan, Kabupaten Garut termasuk ke dalam 10 besar penerima bantuan tahun ini.
    “Untuk keseluruhan dari Jabar ini Kabupaten Garut termasuk 10 terbesar penerima bantuan tahun ini. Ini bisa membantu untuk mengurangi jumlah Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Garut. Pelaksanaan (sosialisasi) pada hari ini akan diselenggarakan dalam satu hari,” ucap Eko.

    Kepala Disperkim Garut, Eded Komara Nugraha, menyampaikan ada sekitar 32 ribu rutilahu di Kabupaten Garut yang belum tertangani. “Sampai saat ini kondisi rutilahu di Kabupaten Garut ini masih banyak, sekitar 32 ribu lebih lagi yang belum tertangani,” ungkap Eded.

    Eded melanjutkan, untuk tahun ini Kabupaten Garut dapat melewati target perbaikan per tahun, yaitu sekitar 3.200 lokasi yang akan tertangani, karena Disperkim Garut telah mengajukan 750 rumah, dan masih menunggu alokasi dari pusat untuk 2.440 rumah. “Tahun ini sesuai dengan di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) ini kita ini dibebani target sekitar 3.000 rumah per tahun. Alhamdulillah tahun sekarang ini, baru sekarang yang sudah benar-benar pasti ini sekitar 2.440 kita masih menunggu alokasi dari pusat dari BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) kita sudah ajukan 750. Tapi sampai saat ini SK nya belum turun. Tapi insyaallah tidak lama lagi turun. Kalau misalnya dengan 750 tambahan dari pusat dengan yang 2.440, jadi sekitar 3.200 lokasi yang tertangani. Jadi kita sudah lewat dari target yang biasa pertahun,” papar Eded.

    Eded berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat dalam kondisi terpuruk karena pandemi ini, sehingga rumah tidak layak huni dapat diperbaiki dan menjadi layak huni, hal ini juga akan terwujud dengan adanya gotong royong dari masyarakat.

    Sementara, salah seorang peserta sosialiasi yang juga menjabat sebagai Ketua LPM Kecamatan Cibatu, Apipudin (51), mengaku ini adalah tahun pertama desanya mendapatkan bantuan RUTILAHU, ia memaparkan mendapat kuota untuk 15 unit rumah, dan berharap program bantuan ini dapat terus berkelanjutan. “15 unit, mengenai rutilahu tahun anggaran 2021 kebetulan desa kami baru mendapatkan kuota sekarang, Alhamdulillah berkat kerja sama antara masyarakat dan mungkin juga pemerintahan desa, untuk harapan selanjutnya mungkin kami mengharapkan program ini berkelanjutan, sebab banyak masyarakat khususnya di Desa Karyamukti, umumnya di Kabupaten Garut, banyak keluarga yang mungkin juga belum mempunyai rumah ataupun walaupun mempunyai rumah tetapi tidak layak huni, mungkin harapannya (program ini) berkelanjutan dari pihak pemerintah terkait, baik dinas provinsi ataupun dinas Kabupaten Garut,” pungkas Apipudin.**wahyu/wawan s

  • Gotong Royong Bangun Rumah Korban Kebakaran,Ketua DPC PDI Perjuanagn Kab Garut Berikan Bantuan langsung

    Gotong Royong Bangun Rumah Korban Kebakaran,Ketua DPC PDI Perjuanagn Kab Garut Berikan Bantuan langsung

    Garut, koran-samudra.com – Sebagai ketua DPC PDI Perjuangan Garut,Yudha Puja Turnawan memberikan bantuan langsung hari ini minggu (14/03/21) di kp. Bojong Randu RT RW Desa Jatiwangi Kecamatan Pakenjeng Kab Garut bersama PAC PDI Perjuangan di dampingi Kepala Desa Jatiwangi yaitu lis Sustinawati,S.Ap.

    Korban kebakaran ini Kades dan Warga Akan secara Gotong Royong Bangun Rumah Rohanda.Dalam pantauan koran samudra, Yudha Puja Turnawan juga memberikan sejumlah bantuan kepada korban kebakaran yang di berikan langsung kepda Rohanda. Bantuan yang diberikan antara lain uang tunai sebesar Rp1 juta kemudian 10 bingkisan sembako untuk korban.

    Selain itu Yudha juga memberikan 25 bingkisan sembako kepada janda tua dan lansia miskin di Kampung Bojong Randu. Ke depan Yudha juga akan kembali melakukan gotong royong untuk membangun rumah Rohanda tersebut. Yudha menunggu gotong royong dari warga dan desa juga Dinas Perkim.lanjut Yudha Ketika terkumpul DPC PDI Perjuangan, akan kembali turun ke lokasi memberikan sejumlah bantuan lanjutan.

    Demikian Rencana lis sebagai Kepala Desa mau kordinasi dan akan mengadakan rapat terus agar tercapai rumah di bagun untuk di layak di huni kembali.lanjut Kepala Desa Jatiwangi Iis Sutisnawati, S.Ap mengungkapkan, trimakasih ke pak Dewan yang Alhamdulillah mau ngebantu warganya yang terkena musibah.**wawan S

  • Pemkab Garut Gelar Vaksinasi Massal di Dua Titik dengan Target 2500 Orang

    Pemkab Garut Gelar Vaksinasi Massal di Dua Titik dengan Target 2500 Orang

    GARUT,koran-samudra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut menggelar vaksinasi massal di dua titik yakni di Gedung Art Center dan Sarana Olah Raga (SOR) Ciateul, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (13/3/2021), dengan total target peserta sebanyak 2500 orang.

    Pemkab Garut Gelar Vaksinasi Massal di Dua Titik dengan Target 2500 Orang

    Bupati Garut, Rudy Gunawan, yang meninjau langsung proses vaksinasi massal, mengatakan, peserta vaksinasi ini adalah para pelayan publik khususnya dari pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di Kabupaten Garut.
    ‘Hari ini 13 Maret 2021, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut bagian dari Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Garut, menyelenggarakan vaksinasi untuk pelayan publik diantaranya pedagang pasar, pegawai bank, BUMN, dan pelayan publik lainnya,” ujar Rudy di sela-sela pelaksanaan vaksinasi massal di Gedung Art Center Garut.

    Pemkab Garut Gelar Vaksinasi Massal di Dua Titik dengan Target 2500 Orang

    Vaksinasi massal ini, imbuhnya, merupakan salah satu langkah proaktif yang dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 di Kabupaten Garut untuk menyukseskan vaksinasi di Garut. “Kami Satgas Covid-19 serta TNI Polri melakukan langkah-langkah proaktif dalam rangka mensukseskan (penanganan) Covid-19 di Garut di antarannya dengan vaksinasi, insya Allah kami semuanya, semangat masyarakat juga antusias bisa dilihat di sini semuanya antusias untuk divaksin,” ucapnya.

    Sementara itu, Kepala Dinkes Garut, Maskut Farid, menuturkan, vaksinasi massal ini, sementara akan difokuskan di zona merah yang ada di Kabupaten Garut.
    “Khusus di Garut kami coba karena vaksinnya belum semua datang kami fokuskan ke zona merah dulu, sehingga hari ini kita fokuskan di Garut Kota dengan kurang lebih 2500 orang 1 hari selesai, dan kami tunggu vaksin berikutnya untuk memenuhi target Garut melaksanakan vaksinasi sebanyak 3,6 juta penduduk” tutur Maskut.

    Disisi lain, Kepala Bidang Pengendalian Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Garut, Asep Surachman, menyampaikan, vaksinasi massal ini akan diagendakan setiap minggu dan secara berkala dengan sasaran para pelayan publik lainnya. “Kemungkinan ini akan di agendakan setiap minggu untuk sasaran pelayan publik, dan nanti juga akan bergeser ke pelayan publik yang lainnya selain nanti ada pedagang, ada karyawan, ada media, kemudian ada tokoh agama, ada dari pondok pesantren dan sebagainya, termasuk nanti juga ada guru di sini, dosen juga di sini, kita akan melaksanakan massal secara berkala,” ucapnya.

    Ia mengungkapkan untuk vaksinasi di Kabupaten Garut akan menargetkan 25 ribu orang selesai divaksinasi sebelum memasuki Bulan Ramadhan. “Mudah-mudahan sebelum puasa ini kita selesai di sasaran 25 ribu ya sekarang baru mencapai 17 ribu, insya Allah 8 ribu ini akan selesai dalam minggu minggu ini,” ungkap Asep.

    Sementara salah satu peserta vaksinasi massal, Delia (23) yang bekerja di salah satu bank di Kabupaten Garut, mengatakan, vaksinasi Covid-19 tidak jauh berbeda dengan disuntik seperti biasa. “Kayak disuntik biasa sih terus udah 5 sampai 10 menit mulai kerasa pegel, nggak ada (rasa takut) sih cuman emang ada gosip-gosip jadi panas lah atau gimana tapi asalkan udah diskrinning kan jadi kayak diwawancara dulu apakah udah sarapan apa kerasa demam atau enggak, harapannya semoga Covid-19 segera mereda dengan adanya vaksin,” pungkasnya. **wahyu/wawan s