

B a n d u n g koransamudra.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung memanfaatkan momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 pada 9 September 2026 untuk memperkuat budaya olahraga di lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Semangat tersebut berlanjut melalui Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten (PORPEMKAB) Bandung 2026 yang memperebutkan Piala Bupati Bandung.
PORPEMKAB Bandung 2026 tidak berlangsung pada hari Haornas. Pemkab Bandung membuka pendaftaran peserta mulai 3 hingga 15 September 2026. Setelah tahap pendaftaran selesai, pertandingan akan berlangsung pada 23–29 September 2026 di kawasan SOR Si Jalak Harupat.
Pemerintah Kabupaten Bandung menghadirkan lima cabang olahraga dalam PORPEMKAB tahun ini. Para ASN akan membawa nama perangkat daerah masing-masing dan bersaing untuk meraih Piala Bupati Bandung. Pemkab Bandung mengusung semangat “Bersama Olahraga, Wujudkan ASN Lebih BEDAS!” dalam penyelenggaraan PORPEMKAB 2026.
Ajang tersebut tidak sekadar menawarkan persaingan untuk memperoleh gelar juara. Pemkab Bandung juga ingin menjadikan olahraga sebagai bagian dari aktivitas aparatur. Melalui kompetisi antarsatuan kerja, ASN mendapat ruang untuk menjaga kebugaran, mempererat komunikasi, sekaligus membangun sportivitas.
Haornas Dorong Gaya Hidup Aktif
Momentum Haornas ke-43 memperkuat pesan Pemkab Bandung mengenai pentingnya aktivitas fisik. Pemerintah daerah dapat menggunakan peringatan tersebut untuk mendorong olahraga agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kebiasaan masyarakat dan aparatur.
Bupati Bandung Dadang Supriatna sebelumnya menegaskan pentingnya menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam rangkaian Bandung Bedas Run 2026.
“Kegiatan olahraga masyarakat tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup warga.”
Pernyataan itu relevan dengan semangat PORPEMKAB karena kompetisi antarsesama ASN dapat menjadi salah satu cara pemerintah membangun kebiasaan olahraga di lingkungan birokrasi.
Olahraga juga membawa sejumlah nilai yang berhubungan dengan kehidupan aparatur, seperti disiplin, kerja sama, sportivitas, dan daya juang. Nilai tersebut dapat memperkuat hubungan antarsatuan kerja sekaligus menciptakan suasana kerja yang lebih sehat.
PORPEMKAB 2026 dengan demikian tidak hanya menempatkan ASN sebagai peserta pertandingan. Ajang tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya aparatur yang aktif dan bugar.
Olahraga Bertemu Pariwisata
Selain mendorong kebugaran ASN, Pemkab Bandung juga melihat olahraga sebagai peluang untuk memperkuat citra daerah. Kabupaten Bandung memiliki sejumlah destinasi wisata alam, kawasan pegunungan, kuliner, produk UMKM, serta potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan melalui kegiatan olahraga.
Arah tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Bandung Bedas Run 2026 yang mulai pemerintah dorong sebagai bagian dari pengembangan sport tourism. Pemkab Bandung melihat kegiatan olahraga sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada peserta dari luar wilayah.
Dadang Supriatna menggambarkan hubungan tersebut dengan cukup jelas.
“Orang datang ke Kabupaten Bandung bukan hanya untuk berlari, tetapi juga untuk menikmati alam, mengenal budaya, mencicipi kopi dan kuliner, membeli produk UMKM, dan merasakan keramahan masyarakat Kabupaten Bandung.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak melihat olahraga secara terpisah dari sektor pariwisata. Kegiatan olahraga dapat mendatangkan orang ke suatu daerah, kemudian membuka kesempatan bagi sektor wisata, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif untuk ikut bergerak.
Konsep itu juga dapat menjadi bagian dari penguatan city branding Kabupaten Bandung sebagai wilayah olahraga dan wisata. Meskipun PORPEMKAB berfokus pada lingkungan ASN, penyelenggaraan kegiatan olahraga secara konsisten dapat memperkuat ekosistem olahraga daerah.
Pemilihan kawasan SOR Si Jalak Harupat sebagai lokasi pertandingan juga memperlihatkan keberadaan infrastruktur olahraga sebagai bagian dari identitas daerah. Kehadiran peserta dari berbagai perangkat daerah selama satu pekan dapat sekaligus memperkenalkan kawasan tersebut sebagai salah satu pusat aktivitas olahraga di Kabupaten Bandung.
Bangun Semangat Berprestasi
PORPEMKAB 2026 juga membawa semangat kompetisi yang dapat mendorong ASN untuk bergerak, berkarya, dan berprestasi. Semangat tersebut sejalan dengan pesan Ketua KORMI Kabupaten Bandung Emma Dety Permanawati dalam rangkaian Bandung Bedas Run 2026.
“Bandung Bedas Run ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk bergerak, berkarya dan juga berprestasi.”
Pesan tersebut dapat memperkuat makna Haornas tahun ini. Pemerintah tidak hanya mengajak masyarakat melakukan aktivitas fisik, tetapi juga mendorong olahraga menjadi ruang untuk membangun prestasi dan karakter.
Dalam konteks ASN, kompetisi olahraga dapat menghadirkan pola interaksi yang berbeda dari rutinitas pekerjaan. Aparatur dari berbagai perangkat daerah dapat bertemu, berkompetisi, dan membangun kerja sama dalam suasana yang lebih informal.
Perebutan Piala Bupati juga memberikan motivasi tambahan bagi peserta. Setiap perangkat daerah memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan sekaligus menjaga nama baik instansinya melalui pertandingan yang menjunjung sportivitas.
Menunggu Pertandingan Akhir September
Saat ini, PORPEMKAB Bandung 2026 masih berada dalam tahap persiapan. Pendaftaran peserta berlangsung hingga 15 September. Setelah itu, pertandingan akan memasuki tahap pelaksanaan pada 23–29 September 2026.
Jadwal tersebut membuat Haornas ke-43 menjadi momentum pembuka menuju agenda olahraga ASN yang lebih besar. Semangat olahraga yang muncul pada 9 September dapat berlanjut melalui pertandingan antaraparat pada akhir bulan.
Pemkab Bandung juga memiliki peluang untuk menjadikan PORPEMKAB sebagai agenda olahraga yang berkelanjutan. Jika penyelenggaraan berlangsung konsisten, kompetisi tersebut dapat membangun budaya olahraga di lingkungan pemerintahan sekaligus memperkuat hubungan antarsatuan kerja.
Lebih jauh, pengembangan kegiatan olahraga dapat mendukung strategi promosi daerah. Pengalaman Bandung Bedas Run 2026 menunjukkan bahwa pemerintah mulai menghubungkan olahraga dengan pariwisata dan ekonomi masyarakat.
PORPEMKAB 2026 akhirnya membawa dua pesan sekaligus. Pertama, pemerintah ingin membangun ASN yang lebih aktif, sehat, dan sportif. Kedua, Pemkab Bandung ingin terus memanfaatkan olahraga sebagai salah satu pintu untuk memperkenalkan potensi daerah.
Dengan semangat “Bersama Olahraga, Wujudkan ASN Lebih BEDAS!”, PORPEMKAB 2026 tidak hanya menjadi perebutan Piala Bupati. Ajang tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkab Bandung membangun budaya olahraga sekaligus memperkuat citra Kabupaten Bandung sebagai daerah yang aktif dalam olahraga dan memiliki potensi wisata.
Kawasan SOR Si Jalak Harupat sendiri menjadi lokasi utama pertandingan PORPEMKAB 2026. Pemilihan kawasan tersebut memberikan ruang bagi pemerintah untuk memperkenalkan salah satu kawasan olahraga di Kabupaten Bandung kepada peserta dan masyarakat.
Konsep tersebut dapat berkembang sejalan dengan upaya membangun sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga. Kegiatan olahraga mampu menghadirkan peserta dari berbagai wilayah, kemudian membuka kesempatan bagi mereka untuk mengenal destinasi, kuliner, ekonomi kreatif, dan potensi wisata daerah tempat kegiatan berlangsung.
Pemkab Bandung sebelumnya juga menggunakan berbagai kegiatan olahraga sebagai sarana memperkenalkan daerah. Kehadiran kegiatan olahraga dengan jumlah peserta yang besar dapat memberikan dampak lebih luas apabila pemerintah mengintegrasikannya dengan promosi pariwisata dan ekonomi lokal.
Melalui PORPEMKAB, Pemkab Bandung memiliki kesempatan membangun citra daerah bukan hanya sebagai wilayah pemerintahan, tetapi juga sebagai daerah yang aktif mengembangkan olahraga.
Menuju Pelaksanaan 23 September
Saat ini, tahapan PORPEMKAB 2026 masih memasuki proses persiapan. Pendaftaran peserta berlangsung hingga 15 September. Setelah itu, pertandingan akan berlangsung selama sepekan pada 23–29 September di kawasan SOR Si Jalak Harupat.
Jadwal tersebut membuat Haornas ke-43 menjadi titik awal menuju rangkaian kegiatan olahraga ASN yang lebih besar di Kabupaten Bandung. Pemkab Bandung dapat menggunakan momentum tersebut untuk menjaga semangat olahraga tetap berjalan setelah peringatan Haornas berakhir.
Perebutan Piala Bupati nantinya tidak hanya menghadirkan persaingan antarperangkat daerah. Kompetisi tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai sportivitas dan kebersamaan di lingkungan ASN.
Dengan lima cabang olahraga yang dipertandingkan, PORPEMKAB Bandung 2026 diharapkan mampu menghadirkan kompetisi yang sehat sekaligus membangun kebiasaan hidup aktif di lingkungan pemerintahan.
Momentum Haornas ke-43 pada akhirnya tidak berhenti pada peringatan satu hari. Pemkab Bandung memperpanjang semangat tersebut melalui agenda PORPEMKAB yang akan berlangsung pada akhir September. Dari lingkungan ASN, pemerintah ingin membangun budaya olahraga yang lebih kuat sekaligus membuka peluang bagi olahraga untuk mendukung citra Kabupaten Bandung sebagai daerah olahraga dan wisata.
Dengan semangat “Bersama Olahraga, Wujudkan ASN Lebih BEDAS!”, PORPEMKAB 2026 menjadi salah satu upaya Pemkab Bandung menghubungkan kebugaran aparatur, sportivitas, kebersamaan, dan promosi potensi daerah.
**Moch Syahril Madridho

