Garut | koransamudra.com

Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, Himpunan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (HAPMI) Kabupaten Garut menggelar Festival Penyanyi Anak se-Kabupaten Garut Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Kita Gali,Kita Uji Bersama HAPMI” acara ini berlangsung selama dua hari, pada 18–19 Juli 2026, di Gedung Bale Paminton, jl A Yani Garut.

Festival tersebut menjadi ajang bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat sekaligus mengembangkan kemampuan bernyanyi sejak usia dini dalam suasana yang edukatif,kreatif, dan kompetitif.Selain sebagai perlombaan,kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter serta pengembangan potensi seni generasi muda di Kabupaten Garut.

Tercatat sebanyak 61 peserta mengikuti festival yang terbagi dalam dua kategori usia.
Kategori A diperuntukkan bagi anak usia 6 hingga 9 tahun,sedangkan Kategori B diikuti peserta berusia 10 hingga 12 tahun.Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, dipilih 23 finalis, terdiri atas 13 finalis Kategori A dan 10 finalis Kategori B, yang tampil pada babak final.

Ketua Pelaksana Festival yang juga Sekretaris Umum Dewan Kesenian Garut (DKG), Asep Walaro, mengatakan bahwa pelaksanaan festival tahun ini sengaja dikaitkan dengan peringatan Hari Anak Nasional agar menjadi momentum memberikan ruang yang tepat bagi anak-anak untuk berkarya sesuai dengan usia mereka.

Menurutnya,tema yang diusung mengandung makna bahwa HAPMI ingin menggali sekaligus menguji potensi anak-anak berbakat di bidang tarik suara melalui sistem pembinaan yang terarah.

“Festival ini kami kaitkan dengan Hari Anak Nasional ke-42.Kami ingin anak-anak menikmati peringatan Hari Anak Nasional melalui kegiatan yang positif, yaitu bernyanyi sesuai dengan usia mereka. Karena itu peserta dibagi menjadi dua kategori, usia 6 sampai 9 tahun dan usia 10 sampai 12 tahun, dengan lagu-lagu yang memang diperuntukkan bagi anak-anak,” ujar Asep Waro saat wawancara dengan sejumlah Media,usai acara.

Asep menjelaskan, HAPMI merupakan lembaga pembinaan seni yang telah berdiri sejak 1984 dan hingga kini tetap konsisten melakukan pembinaan terhadap anak-anak berbakat di bidang seni musik dan tarik suara. Menurutnya, HAPMI menjadi salah satu organisasi pembinaan seni yang paling lama eksis di Kabupaten Garut bahkan di Jawa Barat.

Ia berharap festival ini mampu melahirkan penyanyi-penyanyi muda yang nantinya dapat mengharumkan nama Kabupaten Garut di berbagai ajang, baik tingkat provinsi maupun nasional.

“Harapan kami, anak-anak yang dibina melalui HAPMI bisa semakin mencintai seni dan dunia tarik suara. Ke depan mudah-mudahan mereka mampu membawa nama baik Garut pada berbagai festival ke tingkat Provinsi hingga nasional,” katanya.

Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar mencari juara, melainkan menjadi bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan. Menurutnya, sebuah festival harus memiliki standar penyelenggaraan yang jelas sehingga mampu menghasilkan bibit-bibit berkualitas.

Ia menilai, pembinaan tidak hanya menyangkut kemampuan vokal, tetapi juga membentuk mental, disiplin, etika, serta manajemen penampilan para peserta agar siap bersaing pada level yang lebih tinggi.

“Festival harus menjadi sarana pembinaan yang memiliki aturan dan standar yang jelas. Dengan begitu anak-anak mendapatkan pengalaman yang baik dan siap mengikuti kompetisi yang lebih besar di masa mendatang,” ungkapnya.

Pelaksanaan Festival Penyanyi Anak 2026 juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Garut. Asep menyampaikan apresiasi atas perhatian berbagai perangkat daerah yang ikut memberikan dukungan, baik secara moral maupun material.

Beberapa instansi yang turut mendukung kegiatan ini di antaranya Pemerintah Kabupaten Garut melalui Bupati Garut, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Pendidikan (Disdik), serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).

“Alhamdulillah kami mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah. Ada piala dari Bapak Bupati Garut, juga dukungan dari DPPKBPPPA, Disdukcapil, Disdik, hingga Disparbud. Semua memberikan dukungan, baik secara material maupun nonmaterial, karena kegiatan ini memang bertujuan membina generasi penerus bangsa,” jelasnya.

Tak hanya berhenti pada tingkat kabupaten, HAPMI Garut juga memiliki target yang lebih besar. Berdasarkan hasil koordinasi dengan HAPMI Jawa Barat, Kabupaten Garut diproyeksikan menjadi tuan rumah Festival Penyanyi Anak Tingkat Jawa Barat pada tahun 2027.

Asep mengungkapkan, hingga saat ini baru tiga kabupaten di Jawa Barat yang telah menyelenggarakan festival serupa, yakni Kabupaten Ciamis, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Garut. Oleh karena itu, peluang Garut menjadi penyelenggara festival tingkat provinsi dinilai sangat terbuka.

“Mudah-mudahan tahun depan Festival Penyanyi Anak se-Jawa Barat bisa dilaksanakan di Garut. Kami sudah berkoordinasi dengan HAPMI Jawa Barat dan optimistis Garut siap menjadi tuan rumah,” pungkasnya.

Melalui Festival Penyanyi Anak se-Kabupaten Garut Tahun 2026, HAPMI berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan vokal yang baik,tetapi juga karakter yang kuat, percaya diri, serta mampu menjadi duta seni daerah yang membanggakan Kabupaten Garut di tingkat provinsi maupun nasional

*** NAS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini